
Anjani duduk dengan gelisah. Dia menarik ujung bajunya sendiri sembari menatap Abimanyu.
"Kami sedang menjajaki satu sama lain agar saling mengenal. Maaf jika hal itu membuat kalian tidak suka atau tidak nyaman," ujar Anjani takut.
"Sejauh mana?" cecar Evangeline. Abimanyu menatap adiknya dengan tajam.
"Apakah ada yang salah dengan pertanyaanku? Kau itu sudah duda dan melihat ada wanita muda yang menarik apakah tidak membuat jiwa kelakianmu bangkit?"
"Jika masalah itu Abimanyu bisa menahannya terbukti dia tidak pernah dekat dengan seorang wanita pun kecuali Marsellina," kata Citra menatap pelayan itu. Wanita yang disebut namanya tersenyum. Merasa mempunyai harapan baru.
"Namun ini beda Bu, mereka sudah saling tertarik."
Anjani menghela nafas lega ternyata kedua wanita itu tidak tahu jika dia telah menikah dengan Abimanyu. Anjani menatap menang pada pria itu.
"Kamar kalian juga saling berhadapan, jangan bilang kalian melakukan hal lebih di rumah ini seperti hubungan diluar nikah?"
"Aku bukan pria seperti itu, Bu," ujar Abimanyu.
"Kalau bukan seperti itu kau pria seperti apa?" tantang balik Anjani.
"Aku lebih baik menikahi wanita yang kusukai daripada mengumbar nafsu pada wanita yang belum halal untuk kunikmati," kata Abimanyu.
__ADS_1
"Seharusnya kau belajar dari kakakmu ini," Citra menonyor pada Evangeline.
"Memang apa salahku, Bu?" tanya Evangeline.
"Aku dengar kau selalu pulang malam dan datang ke klub malam akhir-akhir ini!"
"Tetapi aku tidak melakukan hal diluar batas."
"Bagaimana bisa jika kakak selalu memantau pergerakanku dan menyuruh orang untuk mengikutiku setiap saat," batin Evangeline
"Aku tidak yakin, ini adalah jaman milenial semua orang melepaskan rasa malunya untuk mendapatkan pria yang diinginkan. Jika jaman ibu dulu pria yang mengejar wanita, kini wanita yang mengejar pria. Terlihat murahan."
Evangeline menutup mulutnya rapat. Sekarang dia sedang jatuh cinta dengan pengawal yang disewa oleh kakaknya tanpa sepengetahuan ibunya. Jika Citra sampai tahu maka ibunya akan memecat pengawal itu. Apa salahnya jika dia jatuh cinta dengan orang miskin?
"Akh, dia sudah dewasa tahu mana yang baik dan benar sedangkan kau sudah besar masih saja melakukan kesalahan!"
"Jika kalian telah selesai bertengkar aku akan pergi ke kantor ada rapat yang harus kuhadiri?" tanya Abimanyu berdiri.
"Apakah kau akan pergi bersama mentor ini?" tanya Citra.
"Dia ada pertemuan dengan dosennya."
__ADS_1
"Kak, kalian benar-benar saling berhubungan?"
"Seperti yang kau lihat!" kata Abimanyu santai. "Ayo, Anjani."
Anjani yang tidak punya rencana untuk pergi terkejut. Tangannya sudah ditarik oleh Abimanyu terlebih dahulu. Naik ke lantai atas melewati Marsellina yang menatap tajam pada pasangan itu sembari menundukkan wajahnya.
"Ibu memperbolehkan Kak Abi berhubungan dengan wanita itu?" tanya Evangeline tidak percaya.
"Itu lebih baik dari pada anak-anak mempunyai ibu yang tidak bisa menyayangi dan mengurus mereka dengan baik."
"Dia orang miskin?"
"Kenapa memangnya. Oh, jangan berpikir aku akan merestui kau menikah dengan pria miskin. Kau itu wanita harus mencari wanita yang derajatnya lebih tinggi darimu. Kau akan jadi gembel jika menikahi pria seperti itu!"
Evangeline menunduk lesu. Harapannya kini sudah menjadi abu.
"Aku dengar kau sedang berhubungan dengan relasi bisnis Abimanyu!" ucap Citra.
"Iya Bu, aku sedang dekat dengan seorang anak konglomerat pemilik dari bisnis apartemen di wilayah Surabaya."
"Wow, itu baru anakku."
__ADS_1
"Dekat dengan anak konglomerat tetapi hatiku hanya untuk Elang," batin Evangeline.