Gadis Untuk Presiden

Gadis Untuk Presiden
Gangguan


__ADS_3

Abimanyu melakukan semuanya dengan lembut dan terlalu berhati-hati. Dia takut menyakiti Anjani. Awalnya dia melakukan penyatuan itu setengah saja dan berhenti di tengah jalan ketika melihat air muka Anjani yang berubah kesakitan.


Namun, wanita itu mengatakan baik-baik saja sehingga dia menyempurnakan penyatuan itu.


Membiarkan Anjani terbiasa terlebih dahulu baru mulai menggerakkan panggulnya. Setelah mendengar erangan seksi Anjani membuat pria itu semakin bersemangat. Hingga mereka menemukan puncak kenikmatan bersama disertai erangan keras dari Abimanyu. Anjani terkesima. Dia suka melihat wajah puas pria itu.


Tubuh Abimanyu jatuh lunglai diatas tubuh Anjani. Kepalanya berada di bahu wanita itu sehingga nafas hangat pria itu menerpa belakang telinganya. Dia mengecup belakang telinganya. Dan lalu duduk di perut Anjani dan mengecup kening wanita itu. Setelah itu dia berguling ke samping.


"Terimakasih karena telah menjaganya untukku," kata Abimanyu salut pada Anjani. Di era milenial seperti ini sangat jarang wanita muda yang masih tetap virgin hingga mereka menikah. Dia merasa sangat beruntung karena Anjani menyerahkan harta berharga itu padanya.


Anjani lalu menelusupkan wajahnya di dada hangat Abimanyu.


"Cukup cintai aku saja," ucap wanita itu tiba-tiba.

__ADS_1


Abimanyu lalu mendekap erat tubuh Anjani.


"Apakah kau mencintaiku juga?"


"Aku sedang belajar," jawab Anjani berterus terang.


"Lumayan, berarti aku ada harapan untuk mendapat cintamu," ucap Abimanyu. Anjani menengadahkan wajah menatap pria yang telah menjadi suaminya.


"Kau itu suamiku sudah kewajibanku untuk mencintaimu dengan sepenuh hatiku," ujar Anjani. Abimanyu bisa merasakan ketulusan dari kata-katanya.


"Karena itu jangan ada kebohongan nantinya. Kau harus jujur dengan hatimu. Katakan jika kau tidak menyukai sesuatu bukan hanya memendam lalu merasa kecewa dan pergi."


"Katakan juga jika kau mulai bosan kepadaku sebelum kita melakukan kesalahan yang hanya akan menambah rasa sakit," ucap Abimanyu.

__ADS_1


"Kenapa kau mengatakan hal yang menyakitkan seperti itu di saat awal hubungan ini baru berjalan."


"Sebab suatu hubungan akan menemui banyak masalah nantinya dan mungkin ada saatnya kau lelah a... ," ucapan Abimanyu terhenti ketika sebuah kecupan mampir di bibirnya.


"Cinta sejati itu terbukti ketika mereka berdua bisa melewati jalan terjal yang penuh jurang bersama, saling melengkapi dan saling mempercayai tidak pernah melepaskan pegangannya pada pasangannya walau apa yang terjadi."


"Kau itu baru memasuki dunia pernikahan yang berat untuk dilalui."


"Sekarang atau nanti aku masuk ke dalam kehidupan pernikahan itu sama saja. Yang terpenting adalah kita bisa saling menjaga agar hubungan ini tetap berlangsung walau maut memisahkan. Oleh karena cinta sejati tidak dapat dipisahkan oleh ruang dan waktu."


"Kenapa kata-kata mu selalu dapat menenangkan hatiku. Sejujurnya aku merasa tidak pantas bersanding denganmu hanya saja terlalu berat bagiku melepaskan wanita baik sepertimu," ujar Abimanyu.


"Karena itu jangan pernah kau lepaskan diriku," ucap Anjani. Dia tiba-tiba teringat akan Bumi yang tidur sendirian di pondok sebelah. Anjani hendak bangun namun meringis kesakitan merasakan pangkal pahanya yang terasa mengganjal dan sedikit perih.

__ADS_1


"Aku harus ke kamar mandi lalu ke kembali ke kamar," ucapnya.


Abimanyu menyisir rambutnya ke belakang. Dia tidak menyukainya, di saat dia masih ingin berduaan dengan istrinya malah terganggu. Mau tidak mau dia harus melepaskan Anjani.


__ADS_2