
Anjani meminta pulang menggunakan taxi saja sedangkan Abimanyu mengikutinya dari belakang mereka tidak ingin terlihat bersama terlebih dahulu di depan anak-anak. Sesampainya di rumah Anjani di sambut oleh teriakan anak-anak mereka bahagia melihat Anjani ada di hadapan mereka.
"Ibu pergi lama sekali?"
"Memangnya ada masalah apa hingga ibu tidak pulang-pulang."
"Kak Tirta selalu jahil dan nakal padaku kalau tidak ada ibu," dan pertanyaan lain yang membuat Anjani tertawa kecil ketika menanggapinya. Terlihat sekali mereka sangat menyayanginya. Marsellina yang melihat menarik satu sudut bibirnya ke samping tidak senang dia lalu pergi meninggalkan ruangan itu karena merasa begah.
Tiba-tiba Abimanyu masuk ke rumah.
"Wah, Ayah juga sudah pulang," seru Bumi lalu mendekati ayahnya. Abimanyu langsung menggendong Bumi menatap wanita yang telah menjadi istrinya.
"Bu Anjani pulang dan kalian terlihat bersemangat sekali," kata Abimanyu.
"Kalau ada Ibu lebih ramai. Ayah juga terlihat lebih ceria," jawab Bumi.
"Oh, iyakah?" tanya Abimanyu menaikkan kedua alisnya ke atas. Ketiga anaknya melipat tangan di dada seraya mengangguk.
"Ayah ada berita bagus untuk kalian," kata Abimanyu.
"Apa itu?"
"Ayah akan mengajak kalian berlibur ke sebuah daerah di Sulawesi, Maladewanya Indonesia," ucap Abimanyu dengan nada dipelankan.
__ADS_1
"Kapan kita liburan?" tanya anak-anak.
"Sekarang karena pesawat yang akan kita Charter sudah bersiap di bandara," kata Abimanyu.
"Kita akan menyewa pesawat jet Yah?" seru Tirta.
"Wow!" tanggap Bayu.
"Hore!" Bumi bertepuk tangan paling keras.
"Kalau begitu sekarang ayo ganti pakaian kalian kita pergi setelah kalian semua siap!"
"Lalu bagaimana dengan Ibu Anja?"
"Ibu Anja ikut bersama kita," jawab Abimanyu.
"Ibu. Ayo bantu aku bersiap," kata Bumi menarik tangan Anjani.
Abimanyu mengirimkan sebuah pesan pada istrinya.
Bajumu sudah disiapkan oleh asisitenku di letakkan di koper dalam kamar.
Setelah menyiapkan Bumi, Anjani ke kamarnya dan menemukan sebuah koper baru dia menaikkan ke atas tempat tidur dan mengeceknya. Ternyata beberapa pakaian baru dan juga lingerie seksi berwarna merah menyala. Nakal!
__ADS_1
Anjani lalu mengangkat koper itu dan membawanya keluar. Disaat yang sama Batu dan Tirta sedang keluar. Mereka telah siap dengan tas ransel besar di punggung.
Sedangkan Bumi sudah turun semenjak tadi bersama Abimanyu. Mereka akhirnya pergi ke bawah dan meninggalkan rumah. Marselina yang melihat hanya bisa mengepalkan tangan marah. Dia telah lama bekerja di rumah ini tapi tidak pernah sekalipun diajak pergi jalan-jalan bersama. Hanya ketika Lara saja yang mengajaknya ketika dia masih hidup.
Marsellina menatap kepergian mereka dengan mata nanar dia lalu berlari ke kamarnya dan menangis. Bu Tuti yang melihatnya tersenyum riang. Dia lebih suka Pak Abimanyu dengan Anjani dari pada dengan wanita itu yang suka cari muka dengan semua orang.
Anak-anak mengagumi pesawat yang ayahnya sewa. Mereka memang belum sekaya itu untuk mempunyai pesawat tetapi mereka tetap bersyukur dengan apa yang mereka miliki.
Mereka lalu berebut tempat duduk sedangkan Abimanyu memilih duduk di dekat Anjani.
Satu jam pertama mereka melakukan perjalan ini masih tertawa riang diselingi canda tawa sedangkan jam berikutnya mereka tertidur. Di saat itu Abimanyu mulai berani memegang tangan Anjani dan pindah tempat duduk di dekatnya setelah memindahkan Bumi ke kursi lain dan memperbaiki posisinya.
Abimanyu lalu memegang tangan Anjani erat seraya menatap ke arahnya dengan lembut.
"Ini seperti mimpi saja bagiku," ucapnya.
"Ya, aku juga merasakan hal yang sama."
"Mulai hari ini kita tidak sendiri dan saling mengisi kekurangan masing-masing."
"Aku harap kau tidak akan menyesal karena telah menikah denganku," kata Anjani.
"Aku lebih takut kau yang akan bosan padaku dan meninggalkanku karena kau masih muda dan cantik. Hitunglah sepuluh tahun lagi kau sedang cantik-cantiknya dan aku, entahlah."
__ADS_1
Anjani mencondongkan tubuhnya dan mengecup pipi Abimanyu dengan cepat. Membuat pria itu membeku di tempatnya.
"Jangan berpikir aneh-aneh, kau akan tetap tampan sampai kapan pun," kata Anjani.