Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
*10* Mie ayam


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini follow dulu yah dan kasih bintang lima. Terimakasih#.


Mereka berdua masih duduk di taman sambil bercanda ria saling menjahili dan meledek satu sama lain.


"Kamu juga gak ganteng kok, we, we" Putri meledek Danang sambil menjulurkan lidahnya.


"Siapa bilang aku gak ganteng?!" Balas Danang yang pura-pura marah dan jengkel.


"Betul kok, kamu gak ganteng karena gantengnya sudah digondol sama ayam, hahaha" ucap Putri yang masih meledek Danang sambil tertawa.


"Kalau gantengku di gondol sama ayam kampus sih gak papa, malah aku senang hehehe..." Balas Danang sambil tersenyum cengengesan menggoda Putri.


"Nanti ayamnya bakal aku jadikan ayam geprek di kasih sambal biar pedas" sahut Putri sambil mencubit lengannya Danang lagi.


"Kok dicubit lagi sih, kan sakit Put?" Ucap Danang sambil mengelus lengannya yang baru saja di cubit oleh Putri.


"Maaf, terlalu keras yah?" Lalu Putri mengelus dan meniup lengannya Danang karena merasa bersalah terlalu keras mencubitnya.

__ADS_1


"Hahaha...ayam kampus kena tipu, hahaha..." Danang tertawa terbahak-bahak, lalu Putri mencubit lagi dan memukuli dada milik Danang.


"Ih kamu nyebelin, nyebelin, nyebelin, bughh, bughh, bugh" Putri terus memukuli dada milik Danang.


"Emang enak kena tipu hahaha..." Danang masih menjahili Putri dan tertawa.


"Danang !!!!" Putri masih terus mencubit dan memukuli Danang.


Mereka berdua terus saling menjahili dan meledek, lalu Danang memeluk tubuh Putri dan mengelus rambut hitam milik Putri yang masih harum, Putri lalu menyandarkan kepalanya di dada milik Danang, merasa tenang dan nyaman ketika mereka bersama, dan merasa gelisah dan kangen ketika mereka berjauhan, itulah yang ada didalam hati mereka berdua, mungkin itu yang dinamakan cinta, terserah kalian mau anggap apa itu?


Malam semakin larut, lalu Danang mengajak Putri untuk pulang, mereka berdua menuju ke motornya, lalu mereka berboncengan, Danang menjalankan motornya menuju ke rumahnya Putri, dengan kecepatan sedang mereka berdua menikmati keindahan malam hari.


"Emangnya mau apa mas?" Putri balik bertanya kepada Danang.


"Kita bawa oleh-oleh buat Ibu" Danang berkata sambil menoleh sebentar kearah Putri yang sedang memboncengnya.


"Kita beli mie ayam aja mas, pasti Ibu suka" jawab Putri sambil memegang pinggang Danang.

__ADS_1


Danang lalu menepikan motornya disekitar pedagang mie ayam, dan memesan tiga porsi mie ayam tersebut, setelah mereka membeli mie ayam tersebut lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya Putri.


Tak butuh waktu lama akhirnya mereka berdua sampai di rumahnya Putri, lalu mereka masuk dan duduk di ruang tamu, Putri membawa mie ayam tersebut ke dapur dan menuangkannya ke dalam tiga mangkok, lalu Putri memberikan satu mangkok mie ayam tersebut kepada Ibunya. Dan membawa dua mangkuk menuju ke ruang tamu.


"Ayo mas kita makan?" Putri memberikan satu mangkok mie kepada Danang


"Makasih Put" ucap Danang sambil menerima mie ayam tersebut.


"Yang bilang terimakasih seharusnya aku, bukan mas Danang, kan yang beli mie ayam mas Danang" Putri memprotes ucapan Danang.


"Ya udah, ayo kita makan, nanti keburu dingin ntar gak enak loh" ucap Danang


Mereka berdua lalu menikmati mie ayam tersebut.


"Waduh aku lupa bikin minuman mas" Putri lalu hendak berjalan tapi berhenti lagi.


"Duduk aja, ini Ibu sudah buatkan minuman untuk kalian" lalu Bu Fatimah meletakkan minuman tersebut di meja dan pergi meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2