
#Dukung terus yah, supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini, jangan lupa follow dan kasih bintang lima. Terimakasih#.
Putri lalu menyuruh masuk, Pak Bondan langsung masuk kedalam ruangan tersebut. Putri bingung kenapa Pak Bondan datang sendiri ke ruangannya.
"Ada apa yah Pak?" Putri bertanya kepada Pak Bondan karena merasa penasaran seorang staf tertinggi datang menemui dirinya.
"Put sekarang kamu ikut aku dan bawa berkas-berkas yang kemarin diberikan oleh pimpinan kita?" Pak Bondan mengajak Putri untuk ikut bersamanya dan membawa berkas tersebut.
"Baik Pak" jawab Putri lalu mengambil berkas tersebut.
Mereka berdua berjalan menuju ke ruang rapat, setelah sampai lalu Pak Bondan menyuruh Putri untuk masuk kedalam, Putri merasa kikuk karena yang hadir di ruangan tersebut staf tertinggi semua, Putri lalu melihat Danang ada di dalam "kenapa mas Danang ada disini? Ngapain dia?" Gumam Putri yang bertanya kepada dirinya sendiri dalam hatinya.
"Ayo Put masuk" Pak Bondan menyuruh Putri untuk masuk, Putri lalu sadar dari lamunannya dan berjalan masuk.
"Kamu duduk di sini, mana berkas itu?" Pak Bondan menyuruh Putri untuk duduk dan menanyakan berkas tersebut.
__ADS_1
Setelah Putri duduk lalu memberikan berkas tersebut "ini Pak". Pak Bondan lalu mengambil berkas tersebut dan memberikan kepada Danang. Putri bingung kenapa berkas tersebut diberikan kepada Danang.
"Sekarang kamu jelaskan apa ini?" Ucap Danang sambil menaruh berkas tersebut di hadapan Pak Bandot dan tangannya memegang pundak milik Pak Bandot.
"I..ni, a..pa, Pak?" Jawab Pak Bandot sambil memegang berkas tersebut dan tangannya gemetar ketakutan.
"Baca sendiri!" Ucap Danang sambil terus menepuk pundak Pak Bandot, "siapa yang menyuruh kamu?". Danang bertanya lagi kepada Pak Bandot.
Danang lalu mendekati Pak Andi "kamu dapat bagian berapa?" Danang bertanya lalu memegang erat pundak milik Pak Andi.
Putri masih bengong dan penasaran karena melihat karyawan staf tertinggi semua ketakutan kepada Danang. Auranya sangat kuat mendominasi ruangan tersebut, Putri merasa dia bukan Danang yang selama ini ia kenal, sangat berbeda dengan Danang yang sekarang sosok pemimpin yang tegas, kuat, dan tak pandang bulu dengan karyawan yang melakukan kesalahan.
"Sa..ya men..dapat lima puluh juta" jawab Pak Andi yang gemetar ketakutan kepada Danang.
"Siapa lagi yang terlibat?" Danang terus menekan Pak Andi sambil terus memegangi pundaknya.
__ADS_1
"Sa..ya tidak tau pas..ti, Pak" jawab Pak Andi sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalian berdua harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian di kantor polisi" Danang berkata lalu berjalan menghampiri Pak Bandot.
"Kamu berpihak kepada siapa?" Danang bertanya dan menekan erat pundak milik Pak Bandot.
"Maafkan sa..ya Pak, aku terpaksa melakukan semua ini karena desakan ekonomi Pak" jawab Pak Bandot yang mengakui bahwa dirinya memang terlibat dalam penggelapan dana perusahaan itu.
"Tok, tok, tok, permisi" suara ketokan pintu terdengar.
"Masuk" jawab Danang dan menyuruh sekertarisnya untuk membuka pintu.
"Selamat siang Pak Danang, apa benar anda telah membuat laporan kasus penggelapan dana perusahaan.?" Tanya kepala polisi tersebut
"Betul Pak, cepat tangkap mereka berdua " Danang berkata sambil menunjuk ke arah Pak Bandot dan Pak Andi.
__ADS_1
Petugas kepolisian tersebut langsung memborgol keduanya dan dibawah ke kantor polisi.
*Bersambung*