Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
*16* Kedatangan rentenir


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#


Danang dan Putri lalu melanjutkan ngobrolnya yang sudah di ganggu oleh mang Ujang dan mang Asep, sambil terus makan es dawet tersebut.


"Teman-teman kamu asyik juga diajak ngobrol mas?" Putri berkata sambil tersenyum kearah Danang.


"Ya begitulah Put, mereka seperti saudara" balas Danang lalu tersenyum sendiri karena bahagia mempunyai teman seperti mang Asep dan mang Ujang.


"Brakkkhh...hei lu !, dari bulan kemarin belum setor, mana uangnya?" Suara rentenir yang menggebrak gerobag.


Danang dan Putri lalu menoleh ke arah suara tersebut, ternyata rentenir itu sedang menagih hutangnya mang Asep.


"Aku belum ada uang bang?" Jawab mang Asep kepada rentenir tersebut.


"Terus kapan mau bayar? Brakkkhh..." Rentenir itu menggebrak gerobag milik mang Asep.


"Bulan depan bang" jawab mang Asep kepada rentenir tersebut.


"Kemarin katanya bulan depan, sekarang bulan depan lagi, mau bayar sekarang gak !!? Bentak rentenir tersebut sambil menarik kerah baju milik mang Asep.

__ADS_1


"Bulan depan bang janji" jawab mang Asep yang ketakutan kepada rentenir tersebut.


"Berapa hutangnya?" Suara bariton dari belakang mereka, lalu rentenir tersebut menoleh ke belakang.


"Siapa lu?! Jangan ikut campur urusan gue!" Bentak rentenir tersebut kepada Danang yang sudah ada di belakang mereka.


"Siapa aku, lu gak usah tau? Berapa hutangnya?!!" Bentak Danang kepada rentenir tersebut.


"Berani juga lu bentak gue, punya nyali juga lu?! Ucap rentenir tersebut lalu mendekati Danang.


"Berapa hutangnya? Gak usah banyak tingkah lu disini? Danang membalas dengan tenang dan waspada terhadap rentenir tersebut.


Lalu Danang menelfon seseorang untuk mengantarkan uang satu juta, tak lama kemudian seorang yang mengendarai moge menghampiri Danang dan memberikan amplop yang berisi uang dan pergi lagi.


"Di dalam amplop ini ada uang satu juta rupiah untuk melunasi hutang itu" Danang menunjukkan amplop tersebut kepada rentenir itu.


"Berikan padaku?" Ucap rentenir tersebut lalu mau mengambil amplop dari tangan Danang.


"Eits, tunggu? Buat kwitansi pelunasan atas nama mang Asep, kalau tidak? Jangan harap kamu akan mendapatkan amplop ini" Danang menyuruh rentenir tersebut untuk membuatkan kwitansi pelunasan.

__ADS_1


"Oke, tunggu sebentar" lalu rentenir tersebut membuat kwitansi pelunasan utang tersebut.


"Ini kwitansi pelunasannya" rentenir tersebut memberikan kwitansi itu kepada Danang, setelah dibaca lalu Danang memberikan amplop itu kepada rentenir tersebut.


"Sekarang hutang lu udah lunas" ucap rentenir tersebut kepada mang Asep dan pergi meninggalkan mereka semua.


"Makasih Nang, makasih" ucap terimakasih mang Asep sambil memegang tangan Danang.


"Iya mang, lain kali kalau butuh uang gak usah pinjam sama rentenir" Danang menasehati mang Asep supaya tidak lagi meminjam uang kepada rentenir.


"Iya Nang, makasih atas bantuannya, nanti kalau aku sudah punya uang, aku akan kembalikan padamu" ucap mang Asep yang terus memegangi tangan Danang.


"Jangan dipikirkan mang, yang penting mang Asep terus melanjutkan dagangannya, supaya lancar" Danang membalas dengan senyuman dan menepuk pundak mang Asep.


"Makasih Nang, makasih" lalu mang Asep memeluk tubuh Danang.


"Udah mang, ayo lanjut jualan lagi" ucap Danang kepada mang Asep.


Mereka lalu melanjutkan dagangannya, Danang menghampiri Putri yang sejak tadi melihat kejadian tersebut, Putri semakin penasaran dengan Danang.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2