
#Dukung terus yah, supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini, jangan lupa follow dan kasih bintang lima. Terimakasih#.
Tiga hari setelah Putri pulang dari rumah sakit, keesokannya Putri berangkat ke kantor bersama dengan Danang, setelah Putri masuk ke ruang kerjanya lalu Danang mengambil peralatan untuk mengepel lantai, Danang berjalan sambil mengepel menyusuri lorong di perusahaan tersebut.
Tanpa disengaja Danang mendengar percakapan yang mencurigakan, lalu Danang menguping di balik pintu.
"Kamu hebat Ban, sampai sekarang tidak ketahuan telah menggelapkan dana perusahaan" ucap Pak Andi yang sedang mengobrol dengan Pak Bandot.
"Bandot dilawan hahaha..." Jawab Pak Bandot lalu tertawa, "bagian kamu nanti aku transfer".
"Itu yang gue senang dari lu Ban, selalu ingat teman hahaha.." sahut Pak Andi dan tertawa bersama.
Dibalik pintu Danang mendengar percakapan mereka, "kurang ajar ternyata mereka berdua" gumamnya, lalu Danang menelfon orang kepercayaannya untuk membekukan rekening Bank mereka berdua.
Danang lalu berjalan menuju ke ruangannya Putri, setelah disuruh masuk lalu Danang masuk ke ruangan tersebut, "ada apa mas?" Putri bertanya kepada Danang.
__ADS_1
"Aku sudah tau siapa pelakunya Put" jawab Danang lalu memberikan ponselnya dan memutar rekaman percakapan antara Pak Bandot dan Pak Andi.
"Kita laporkan mereka ke polisi aja mas?" Putri menyuruh Danang untuk melaporkan mereka berdua ke pihak kepolisian.
"Oke aku akan segera melaporkan mereka berdua, kamu tenang saja dan fokus bekerja, biarkan mereka berdua menjadi urusan ku" jawab Danang dan menyuruh Putri untuk fokus bekerja.
"Iya mas, makasih atas bantuannya" Putri berterimakasih kepada Danang sambil tersenyum manis.
"Sama-sama, aku akan selalu ada buat kamu sayang" ucap Danang lalu mengecup keningnya Putri.
"Iya sayang, ya udah kamu lanjut kerja, aku mau keluar dulu" Danang lalu pamit dan keluar dari ruangan tersebut.
Danang menuju ke ruangan CEO lalu menyuruh sekertarisnya untuk mengadakan rapat dan memanggil beberapa staf tertinggi di perusahaan tersebut. Lalu Danang menelpon orang kepercayaannya untuk menghubungi polisi.
Setelah semua sudah berkumpul di ruang rapat, lalu Danang memulai rapat tersebut dan menjelaskan kalau di perusahaan itu ada oknum yang sudah berbuat curang dan menggelapkan dana perusahaan.
__ADS_1
Danang menjelaskan sambil berdiri, semua staf yang hadir merasakan aura dari Danang dan mereka sangat ketat ketir, hati mereka ketakutan dengan aura yang dipancarkan oleh pimpinan mereka yaitu Danang.
Lalu Danang berjalan mendekati Pak Bandot "sudah berapa lama kamu bermain curang di perusahaan ini?" Danang bertanya kepada Pak Bandot dengan intimidasi yang kuat.
"Sa..sa..ya tidak melakukannya Pak" jawab Pak Bandot yang gugup dan ketakutan.
"Siapa yang menyuruh kamu?" Danang mengintimidasi Pak Bandot lagi dan tersenyum sinis sambil matanya melotot.
"Sa..ya tidak berbuat cu..rang Pak" jawab Pak Bandot lagi dan bulu kuduknya mulai merinding karena merasa takut.
"Berapa uang yang sudah kamu ambil?" Danang terus bertanya kepada Pak Bandot sambil tersenyum sinisnya.
"Sum..pah Pak saya tidak berbuat curang" jawab Pak Bandot yang masih ketakutan.
Danang lalu menyuruh sekertarisnya untuk memanggil Putri dan membawa berkas-berkas yang kemarin dibawa oleh Putri. Pak Bondan lalu bergegas menuju ke ruangannya Putri, setelah sampai di depan pintu ruangannya Putri lalu Pak Bondan mengetok pintu tersebut.
__ADS_1
*Bersambung*