
#Sebelum membaca cerita ini follow dulu yah dan kasih bintang lima. Terimakasih#
Putri dan Danang mengobrol di ruang tamu sambil bercanda dan menikmati cemilan. Danang lalu pamit untuk pulang. Dengan sepeda motornya Danang melaju menuju ke sebuah apartemen. Lalu Danang menghampiri seseorang yang sedang menatap laptopnya.
"Gimana ada kendala gak?" Danang bertanya kepada orang tersebut.
"Gak ada bos, tenang aja semuanya beres" balas orang itu sambil tersenyum dan mengacungkan jempolnya kepada Danang.
Danang lalu menuju ke balkon lalu menelpon seseorang yang dipercaya, ("gimana apakah perusahaan aman?") Danang bertanya kepada orang yang berada di sebrang telpon.
("Aman terkendali bos") jawab orang yang berada di sebrang telpon tersebut.
("Kalau ada kendala hubungi saya?") Danang memberikan ultimatum kepada orang tersebut.
("Siap bos") jawab orang itu.
Lalu Danang memutuskan sambungan telepon tersebut. Danang menelpon seseorang lagi yang sedang mengetik di keyboardnya ("halo ada apa bos?").
__ADS_1
("Dimana kamu tempatkan Putri?") Danang bertanya kepada orang tersebut.
("Di bagian marketing bos, emangnya kenapa bos?") Orang itu menjawab dan balik bertanya kepada Danang.
("Oke untuk sementara biarkan dia di posisi itu") ucap Danang sambil tersenyum sendiri.
("Oke bos") jawab orang tersebut.
Setelah Danang menelpon beberapa orang, lalu Danang pergi meninggalkan apartemen tersebut dan menuju ke rumahnya. Selama dalam perjalanan pulang Danang diikuti sebuah mobil.
"Kurang ajar dia berhasil lolos!" Geram orang yang ada di dalam mobil tersebut.
"Kita cari cara yang lain, ayo kita kembali ke markas?" Ucap orang itu dan menyuruh temannya untuk berputar arah menuju ke markas mereka.
Martin yang berada di villa mendapatkan laporan dari anak buahnya "kalian semua bodoh!, Mengejar satu orang saja gak becus!" Martin memarahi mereka berdua.
"Kami akan terus berusaha untuk menangkap dia bos" jawab salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Cepat kalian pergi dan cari dia sampai dapat!" Martin menyuruh mereka untuk pergi mencari Danang dan menangkapnya. Mereka berdua lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Mery lalu mendekati Martin sambil bergelayut di lengannya "udahlah sayang jangan marah-marah terus" Mery berkata sambil mengelus dada milik Martin.
Martin lalu mengecup bibir manis milik Mery sambil tangannya memegang kedua pipinya Mery, lalu Martin menyusuri setiap sudut dari bibir manis tersebut, Mery sedikit membuka mulutnya dan menjulurkan lidah mengikuti langkah dari lidah milik Martin.
Lidah mereka berdua saling kejar-kejaran mengelilingi sekitar bibir dan saling tukar kehangatan. Martin lalu membopong tubuh Mery dan membawanya ke dalam kamarnya.
Martin terus mencumbui Mery diatas ranjang, bibir Martin mulai turun ke leher dan menyapu bersih leher milik Mery, tangan Martin berlahan membuka kancing baju milik Mery satu persatu, lalu bibirnya mulai turun lagi menelusuri setiap inci dari dua gunung kembar tersebut. Mery meremas rambut milik Martin karena merasa nikmat dari sentuhan lembut bibir Martin yang sedang berputar-putar di gunung miliknya.
Sedangkan Danang sudah sampai di rumahnya lalu bergegas untuk mandi, selesai mandi dan berpakaian rapi, lalu Danang membuat mie rebus pake telor karena perutnya sudah minta di beri makanan.
"Tok, tok, tok" suara ketokan pintu terdengar, lalu Danang mematikan kompor dan berjalan menuju ke pintu lalu membukanya "ceklek" suara pintu dibuka.
#Dukung terus novel ini jangan lupa follow dan kasih bintang lima, supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini. Terimakasih#
---------
__ADS_1