Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
*21* Putri cemburu


__ADS_3

#Mohon dukungannya untuk follow dan kasih bintang lima, Terimakasih#


Esok hari Danang sudah bersiap-siap untuk berangkat jualan, berjalan sambil mendorong gerobaknya menuju ke kampus "es dawet, es dawet". Danang terus mendorong gerobaknya sambil terus berteriak "es dawet, es dawet", tak lama kemudian akhirnya Danang sampai di sekitar kampus dan memarkirkan gerobaknya di tempat biasanya mangkal.


Danang menyapa mang Asep dan mang Ujang yang selalu menjadi teman curhat dan selalu membantunya.Danang melihat ada Ibu-ibu yang berdiri di pinggir jalan hendak menyebrang , lalu Danang mendekati Ibu itu dan membantunya untuk menyebrang jalan "makasih ya nak" ucap Ibu itu kepada Danang "sama-sama Bu, aku permisi dulu".


Danang kembali menuju tempat dagangannya dan mengobrol lagi bersama mang Asep dan mang Ujang. Setelah jam istirahat lalu Putri berjalan menghampiri Danang yang sedang melayani pembelian, Putri bergegas membantu Danang untuk melayani pembeli tersebut.


Usaha jualannya Danang semakin laris, Putri ikut senang melihat dagangannya Danang tinggal sedikit, "jualan kamu semakin laris mas, aku ikut senang melihatnya" celoteh Putri sambil membuat es dawet untuk dirinya sendiri. Lalu sebuah mobil warna hitam menepi di depan gerobaknya Danang dan keluar anak SMA yang ingin membeli es dawet tersebut.


"Mbak beli lima bungkus?" Ucap Susi sambil melirik ke arah kakaknya dan tersenyum tipis.

__ADS_1


Putri yang melihat lirikan mata Susi dan tersenyum kepada Danang membuat hatinya merasa tak nyaman, Putri tetap melayani Susi, lalu membuatkan lima bungkus es dawet tersebut. Putri belum tahu kalau yang membeli itu adalah adiknya Danang.


Setelah Putri selesai membuat es dawet tersebut lalu memberikan kepada Susi, "ini esnya, semuanya 25ribu Non?." Ucap Putri sambil menyerahkan bungkusan es tersebut kepada Susi.


Lalu Susi menerimanya dan memberikan uang 100ribu kepada Putri, "ini uangnya mbak". Putri lalu menerima uang tersebut dan hendak mengambil kembaliannya, tapi di tahan oleh Susi, "gak usah mbak, kembaliannya untuk mas ganteng itu aja" Susi menjahili Putri sambil tersenyum dan menunjuk kearah Danang yang juga ikut tersenyum.


Hati Putri semakin panas tak karuan, tapi Putri masih menahannya di dalam hatinya. Berusaha untuk tetap tenang. Setelah Susi pergi lalu Putri duduk sambil cemberut dan tidak selera untuk makan es yang tadi sudah di buatnya.


"Esnya gak di makan Put?" Danang bertanya kepada Putri sambil dan mengambil es tersebut, lalu memberikan kepada Putri.


"Kok gitu sih, kan kamu yang membuat, ayo dimakan? Apa aku suapin?" Danang berusaha untuk membujuk Putri supaya memakan es dawet tersebut.

__ADS_1


"Udah gak selera!" Putri terus cemberut dan ketus terhadap Danang.


"Kamu kenapa sih Put? Apa lagi dapet?" Danang masih mencoba membujuk Putri.


"Gak! Aku mau masuk kelas dulu" lalu Putri berjalan meninggalkan Danang yang masih bengong.


Danang hanya menggelengkan kepalanya lalu memakan es dawet tersebut. "Putri Putri" gumam Danang dalam hatinya.


Putri didalam kelas menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil duduk di kursi, "siapa perempuan itu? Kenapa mas Danang membalas senyuman dari perempuan itu sih? Genit banget perempuan itu?" Gumam lirih Putri sambil terus menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Hei kamu kenapa Put?" Celetuk Marsa sambil menepuk pundak Putri, "cerita dong?"

__ADS_1


"Aku lagi bete Sa" ucap Putri sambil menoleh ke arah Marsa.


*Bersambung*


__ADS_2