Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
Menolong kakak


__ADS_3

#Follow dan dukung terus karyaku supaya author lebih semangat untuk menulis cerita ini. Terimakasih#.


Bu Fatimah masih gelisah menanti anaknya pulang, setelah Bu Narti dan suaminya pergi meninggalkan dirinya, lalu Bu Fatimah masuk kedalam rumahnya dan duduk di ruang tengah "Put kamu kemana sih? Ibu khawatir sama kamu nak?" Gumam Bu Fatimah sambil bertanya kepada dirinya sendiri.


Sedangkan di jalan raya yang lumayan sepi, Danang berhasil menghindar dari truk tersebut. Danang terus melajukan motornya.


"Kurang ajar!, Dia berhasil lolos? Ayo cepat!! Kejar dia sampai dapat!?" Ucap ketua dari mereka yang mengikuti Danang dan Putri.


("Tiger dua cepat kejar dia?! Jangan sampai lolos?!") Ketua tersebut menelfon rekannya untuk bersama-sama mengejar Danang dan Putri.


Mereka mengejar Danang dengan dua mobil dan tiga motor, terus mengikuti Danang yang melaju kencang, mereka Kejar-kejaran membelah jalanan yang sepi. Danang melihat dari kaca spion ada tiga motor terus mendekati dirinya.


"Mas hati-hati aku takut?" Putri ketakutan karena baru mengalami kejadian seperti itu, Putri terus memeluk tubuh Danang dengan erat.


"Iya Put, berdoa saja supaya kita selamat dari mereka" ucap Danang yang tetap fokus menatap jalanan sesekali menoleh ke belakang.

__ADS_1


"Siapa mereka mas?" Putri bertanya kepada Danang tentang siapa orang yang mengikutinya, walaupun hatinya masih ketakutan.


"Entahlah Put, aku tidak tau pasti, yang jelas mereka berniat untuk mencelakai kita?" Danang menjawab sambil terus waspada terhadap mereka semua.


"Brumm, brumm, brumm" tiga motor terus mendekati Danang, salah satu dari mereka lalu menyalip Danang dan menyuruh Danang untuk berhenti "hei berhenti?!".


Mereka kejar-kejaran lalu pengendara motor itu menyenggol motornya Danang sambil menendang supaya Danang bisa berhenti atau jatuh. Danang pun hilang keseimbangan dan motornya keluar dari jalanan lalu jatuh di rerumputan "brakkhh".


Danang segera bangkit dan menolong Putri, Danang menggendong tubuh Putri sambil berlari sekuat tenaga.


Tiga pengendara motor tersebut mengejar Danang walaupun jalanan sulit dilewati oleh kendaraan bermotor, "brumm, brumm, brumm, hiatzz, dughh, brakkhh" tiba-tiba datang satu motor trail dan menendang satu dari tiga pengendara motor tersebut. Lalu mengejar dua pengendara lainnya.


"Brumm, brumm, brumm, dughh, dugghhh, sreeet, bughh, brakkhh, slarakk" pengendara motor trail berhasil menggulingkan satu pengendara lagi. Tinggal satu lagi yang harus dia gulingkan.


"Brumm, brumm, brumm, dughh, dugghhh, sreeet" pengendara motor trail berusaha menendang tapi masih belum bisa menggulingkan motor penguntit tersebut.

__ADS_1


"Hei siapa lu?! Ucap pengendara yang mengikuti Danang tersebut.


Pengendara motor trail diam saja sambil terus memepet motor orang itu, "brumm, brumm, dughh, dugghhh, bughh, bughh, sreeet, brakkhh, slarakk, kedebughhhhhh" dengan cepat lalu menendang sambil mendorong motor milik orang itu dan akhirnya terjatuh juga ke semak-semak. "Sudah tumbang semua" gumam pengendara motor trail tersebut, lalu bergegas menyusul Danang yang masih berlari sambil menggendong tubuh Putri.


"Kak Danang?!!" Teriak pengendara motor trail tersebut memanggil Danang.


Danang lalu menoleh dan menghentikan larinya "Susi?!" Jawab Danang dengan lantang.


Lalu pengendara motor trail tersebut berhenti di depan Danang, "iya kak ini aku" ucap Susi sambil membuka helmnya.


"Dimana yang lain?" Danang bertanya kepada Susi tentang keberadaan teman-temannya.


"Masih berkelahi dengan pengendara mobil yang mengikuti kakak" jawab Susi menjelaskan keberadaan teman-temannya yang masih berkelahi.


Danang lalu mengambil alih motor trail tersebut dan menyuruh Susi untuk naik dan memegangi Putri yang masih pingsan, lalu melesat menuju dimana teman-temannya yang masih berkelahi dengan pengendara mobil yang mengikuti dirinya tersebut.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2