
#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#
Satu minggu sudah berlalu sampai sekarang belum ada kabar mengenai keberadaan Danang, apakah masih hidup atau sudah meninggal. Kesedihan pun menyelimuti keluarga Danang, Susi sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa kakaknya tapi Susi terus berusaha untuk tegar menghadapi cobaan tersebut.
"Gimana Pah apa sudah ada kabar mengenai anak kita?" Bu Ratna bertanya kepada suaminya mengenai kabar anaknya.
"Belum ada Mah, orang suruhan ku juga belum memberikan kabar mengenai anak kita" balas Pak Bambang sambil mengelus punggung istrinya.
"Apa anak kita sudah meninggal Pah?" Bu Ratna bertanya lagi kepada suaminya.
"Papah juga gak tau Mah" jawab Pak Bambang kepada istrinya.
__ADS_1
"Sus nanti sore kamu temenin Mamah menjenguk Putri yah?" Bu Ratna mengajak Susi untuk menemani kerumahnya Putri.
"Iya Mah, keadaan kak Putri sekarang sangat memprihatinkan, kasihan kak Putri Mah?" Susi menjawab dan menjelaskan kondisi Putri saat ini kepada Bu Ratna.
"Ya udah sekarang aja ayo Sus?" Bu Ratna ingin menjenguk Putri dan mengajak Susi untuk berangkat sekarang.
"Aku ganti baju dulu Mah?" Susi lalu berjalan menuju ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya, setelah selesai lalu menghampiri Bu Ratna.
"Ayo Mah?" Susi dan Bu Ratna lalu masuk ke dalam mobilnya dan melaju menuju rumahnya Bu Fatimah.
"Ada dikamar, semenjak kepergian Danang, Putri selalu mengurung diri dan susah untuk diajak makan, ayo kesana?" Bu Fatimah menjawab dan mengajak Bu Ratna untuk menemui Putri dikamarnya. Setelah Bu Fatimah membukakan pintu kamar tersebut lalu Bu Ratna langsung masuk kedalam dan memeluk tubuh Putri.
__ADS_1
"Kenapa kamu jadi begini sayang? Kamu harus kuat menghadapi cobaan ini?" Ucap Bu Ratna yang memeluk tubuh Putri sambil meneteskan air matanya karena melihat keadaan Putri yang sangat memprihatinkan.
"Mamah? Dimana mas Danang Mah?" Ucap Putri sambil sesenggukan ikut menangis.
Susi langsung berlari dan memeluk Putri lalu ikut menangis "kak Putri yang sabar, hiks, hiks". Bu Fatimah yang melihatnya tak kuat menahan air matanya, melihat kedekatan mereka berdua dengan anaknya, air mata pun jatuh membasahi pipinya.
Mereka berempat saling memeluk dan saling menguatkan, Susi semakin kencang menangisinya membuat Putri tambah menangis "hiks, hiks, hiks, hiks". Mereka diselimuti kesedihan yang sangat mendalam atas kehilangan orang yang mereka sayangi, orang yang selalu membuat mereka tersenyum kini pergi meninggalkan mereka semua.
Bu Ratna terus memeluk Putri dan Susi, sambil sesenggukan dan meneteskan air matanya merasa kasian kepada Putri "kalian berdua harus kuat menghadapi cobaan ini, kita sama-sama berdoa untuk kebaikan Danang, entah dia masih hidup atau sudah meninggal" ucap Bu Ratna sambil terus sesenggukan.
"Iya Mah, kita harus mendoakan mas Danang, kalau masih hidup semoga dia diberi kesehatan dan kembali pulang, kalau pun sudah meninggal semoga dia tenang didalam sana?" Putri membenarkan perkataan Mamah Ratna untuk mendoakan kebaikan dan keselamatan untuk Danang.
__ADS_1
"Amiin.." ucap Bu Ratna, Susi dan Bu Fatimah mengamini do'a Putri.
*Bersambung*