Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
*34* Bantuan datang


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#.


Melisa masih memutari tubuh Danang yang masih terikat, Danang terus berfikir untuk mencari cara agar dirinya bisa lepas dari ikatan tersebut. Melisa berlahan membelai pipinya Danang sambil terus memutari tubuh Danang.


"Gimana Nang? Apa kamu terima tawaran dariku?" Melisa berkata sambil tersenyum dan mengelus pipinya Danang.


"Aku sudah mencintai wanita lain Mel?" Balas Danang sambil melirik ke arah Melisa.


"Tinggalkan dia Nang, lalu menikahlah denganku" Melisa masih terus menatap Danang penuh dengan ambisi.


"Aku tak mencintaimu Mel? Aku menganggap kamu hanya sebatas teman saja?" Danang berkata sambil terus memikirkan cara untuk lepas dari ikatan tersebut.


Di dalam perusahaan Lisan Jaya, Putri sedang siap-siap untuk pulang ke rumah lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut. Setelah sampai di luar lalu Putri menghentikan angkot. Sesampainya di rumah lalu berjalan masuk dan menemui Bu Fatimah.


"Udah pulang nak?" Ucap Bu Fatimah sambil tersenyum kepada Putri.

__ADS_1


"Baru saja Bu, Ibu sedang apa?" Ucap Putri dan bertanya kepada Ibunya.


"Buat pukis nak" jawab Bu Fatimah lalu tersenyum kepada anaknya.


"Mas Danang dari kemarin gak ada kabar yah Bu?" Putri bertanya kepada Ibunya.


"Mungkin lagi sibuk nak? Kamu berdoa untuk keselamatannya dong? Biar sehat terus?" Nasehat dari Ibunya supaya Putri selalu mendoakan Danang.


"Iya Bu" balas Putri sambil tersenyum kepada Ibunya.


Di dalam apartemen dua orang sedang fokus menatap laptopnya, mereka berdua mengetik dengan cepat "gawat Jon, sistem komputer kita di retas?" Ucap Yudi kepada Joni.


"Kamu sudah menghubungi bos Danang belum?" Tanya Joni kepada Yudi.


"Belum Jon? Aku akan menghubungi sekarang?" Lalu Yudi menghubungi Danang.

__ADS_1


Sedangkan Danang masih terus berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan tersebut, "duwit... duwit... duwit" suara ponsel milik Danang berbunyi, lalu Danang berusaha mengambil dari sakunya, tangannya terus berusaha mengambil ponselnya dari dalam saku.


Akhirnya Danang berhasil mengambil ponselnya dan menekan tombol warna hijau "Yud tolongin gue, sekarang gue sedang di Sandra oleh seorang wanita, lacak lokasi ponselku dan cari bantuan?" Danang bersyukur karena bisa memberitahu kepada Yudi tentang dirinya.


Yudi lalu menghubungi Pak Bagas dan meminta bantuan untuk menyelamatkan Danang, Pak Bagas lalu menyuruh anak buahnya untuk membantu Yudi.


Setelah itu Yudi lalu melacak ponsel milik Danang untuk mengetahui lokasi dimana Danang sedang di sandera, setelah mendapat lokasi tersebut lalu Yudi dan anak buahnya Pak Bagas bergerak menuju tempat dimana Danang sedang di sandera tersebut.


Satu jam menempuh perjalanan akhirnya mereka semua sampai di lokasi tersebut, Yudi membagi tugas kepada mereka, Yudi lalu memerintahkan kepada mereka untuk menyerang dan menerobos gerbang rumah tersebut, "ayo cepat, kalian bertiga serang dari samping dan kalian berdua masuk dari belakang dan kalian berdua ikut aku, ayo bergerak?" Mereka semua menerobos gerbang dan yang lain masuk dari belakang.


Yudi dan dua orang menyerang dari depan. "Serang...!!! Wushhh, wushh, sreetts, plak, plak, dugh, bugh, srakk, kedebughh" kelompok Melisa dan kelompok Yudi saling menyerang.


Yudi mengajar dua orang "wushh, wushh, bughh, bughh, sreeet," dua orang tersebut jatuh tersungkur ke tanah. Yudi lalu menerobos pintu utama "hiatzz, wushhh, wushh, wushh, bughh, bughh, plak, dugghhh" kedua penjaga pintu utama jatuh dan pingsan.


Yudi bergerak masuk kedalam rumah tersebut.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2