Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
Memukul tanpa menyentuh


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#


Setelah malam tiba, Lanang diajak kakek Brama kesebuah tempat, mereka berjalan sambil mengobrol akhirnya mereka sampai juga di tempat tersebut, lalu kakek Brama menyalakan obor sebagai penerang tempat tersebut, 


"Nak Lanang? Malam ini kakek akan mengajarkan jurus-jurus silat yang kakek punya, semoga kelak akan bermanfaat buat kamu?" Ucap Kakek Brama sambil menepuk pundak Lanang.


"Iya kek, dengan senang hati aku akan menekuni setiap jurus-jurus yang kakek akan ajarkan kepada ku" jawab Lanang dengan semangat sambil tersenyum kepada kakek Brama.


"Kamu ikuti dan hafalkan setiap gerakan yang kakek ajarkan, mengerti?" Ucap Kakek Brama sambil bersiap-siap untuk mulai gerakan silatnya.


"Iya kek" jawab Lanang yang juga telah bersiap-siap dibelakangnya kakek Brama.


Kakek Brama mulai mengajarkan jurus-jurus dasar persilatan tingkat tinggi, Lanang dengan semangat mengikuti setiap gerakan dari kakek Brama, walaupun umur kakek Brama sudah tua tapi tenaganya seperti anak muda, gerakan-gerakannya sangat gesit dan lincah.

__ADS_1


"Sekarang coba kamu praktek kan jurus-jurus tadi?" Ucap Kakek Brama menyuruh Lanang untuk mengulangi gerakan jurus yang tadi diajarkan kepada Lanang.


"Siap kek" jawab Lanang lalu segera mengulangi gerakan silat yang diajarkan oleh kakek Brama.


Kakek Brama melihat dengan seksama setiap gerakan dari Lanang, kalau ada yang salah kakek Brama langsung membetulkannya, Lanang sangat senang karena dirinya hampir bisa menguasai jurus-jurus dasar silat tingkat tinggi yang diajarkan oleh kakek Brama.


Dengan cekatan Lanang berulang kali memperagakan jurus-jurus silat tersebut sampai tidak ada kesalahan, kakek Brama sangat senang karena Lanang bisa menguasai jurus-jurus dasar silat tingkat tinggi yang diajarkannya.


Malam semakin larut, Lanang masih berlatih mengulang dan mengulangi gerakan silat tersebut terus menerus sampai dirinya benar-benar menguasai jurus-jurus silat tersebut.


"Iya kek" jawab Lanang lalu menghentikan latihannya.


Mereka berdua berjalan menuju ke rumah, setelah sampai lalu mereka berdua istirahat dan terlelap tidur. Setiap malam hari kakek Brama selalu mengajarkan jurus-jurus silat kepada Lanang, tahap demi tahap dan tingkat demi tingkat Kakek Brama mengajarkan jurus-jurus silat tingkat tinggi.

__ADS_1


Satu bulan sudah, Lanang menguasai jurus-jurus silat tingkat tinggi sampai tahap ke sepuluh, Kakek Brama pun senang melihat kemajuan latihannya Lanang yang sudah sampai tingkat sepuluh dalam waktu satu bulan lamanya.


"Sekarang kakek akan mengajarkan jurus memukul tanpa menyentuh, kamu perhatikan dengan baik, lalu kamu praktekkan, mengerti!?" Ucap Kakek Brama yang akan mengajarkan jurus memukul tanpa menyentuh kepada Lanang.


"Mengerti kek" jawab Lanang yang bersemangat untuk bisa menguasai jurus tersebut.


Kakek Brama lalu mulai memperagakan jurus memukul tanpa menyentuh, lalu kakek Brama memukul batu besar dari jarak jauh "Dum.. brakhh" suara dentuman keras dari batu karang tersebut yang pecah berantakan, Lanang yang melihatnya hanya melongo dan terheran-heran melihat kejadian tersebut.


"Coba sekarang kamu praktekkan?" Ucap Kakek Brama sambil menepuk pundak Lanang yang masih terbengong.


"Iya..iya kek" jawab Lanang yang baru sadar dari bengongnya.


Lanang lalu mencoba gerakan jurus memukul tanpa menyentuh tersebut.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2