
#Sebelum membaca cerita ini follow dulu yah dan kasih bintang lima. Terimakasih#
Putri membuka berkas tersebut dan menyuruh Danang untuk memeriksa kejanggalan dalam berkas itu. Danang lalu membaca dan meneliti berkas itu, lalu Putri menunjukkan bulan dimana pengeluaran dan pemasukan dana perusahaan yang tidak sesuai.
"Kamu benar Put, coba kamu lihat bulan Oktober pengeluaran dana 5M larinya kemana? Sedangkan untuk pembelian alat-alat cuma sekitar 20juta, sisanya kemana?" Danang berkata sambil menunjuk ke berkas tersebut.
"Iya mas, untuk membeli alat-alat cuma 20juta terus sisa uangnya kemana? Ini pasti ada yang bermain di perusahaan itu mas?" Balas Putri sambil menggelengkan kepalanya merasa prihatin dengan kondisi perusahaan tersebut
"Kamu benar, pasti ada yang bermain kotor di perusahaan itu?" Danang lalu menyeruput kopi yang telah di buat oleh Bu Fatimah. "Aku harus menyelidikinya, siapa tikus yang berani bermain denganku?" Gumam Danang dalam hatinya.
"Kenapa atasanku memberikan tugas ini kepadaku yah mas?" Putri bertanya kepada Danang tentang atasannya yang telah memberikan tugas tersebut.
"Ya mungkin atasanmu tahu kalau kamu pandai di bidang administrasi" jawab Danang sambil tersenyum melirik Putri.
__ADS_1
"Iya juga yah mas, aku memang sedikit mengerti tentang keuangan sih" ucap Putri sambil mengangguk kepalanya dan menatap wajah Danang.
"Kamu itu memang cerdas Put" Danang lalu menepuk pundak Putri dan tersenyum tipis.
"Makasih pujiannya mas, ayo dicicipi kue buatan Ibu?" Putri lalu menyuruh Danang untuk mencicipi kue tersebut.
"Ini enak Put, kue buatan Ibu memang jos gandos" Danang memakan kue tersebut lalu mengacungkan jempolnya kepada Putri. "Nanti akan aku buatkan kios untuk Ibu, supaya Ibu bisa mengembangkan keahliannya dalam membuat kue" ucap Danang yang ingin membuat kios untuk Bu Fatimah.
"Beneran mas? Pasti Ibu sangat senang" ucap Putri yang senang jika Danang benar mau membuat kios untuk Ibunya.
"Amiin.." Putri mengamini dan mendoakan agar niat Danang terwujud.
Mereka berdua saling canda tawa bersama dengan penuh kebahagiaan, Bu Fatimah yang melihat mereka dari ruangan tengah sangat senang dengan kedekatan mereka.
__ADS_1
Keesokan harinya Putri sedang berjalan menuju ke halte bus tiba-tiba dari arah belakang sebuah mobil mau menyerempet "citsz" dan berhenti "hey gadis miskin! Mau berangkat kerja saja jalan kaki, emang lu gak mampu beli sepeda motor?!" Ucap Lala yang menjulurkan kepalanya dari dalam mobil dan menghina Putri yang hanya berjalan kaki.
"Apa urusannya dengan kamu, mau jalan kaki atau naik angkot itu bukan urusan kamu La?" Balas Putri sambil memonyongkan bibirnya kepada Lala.
"Udah La, ayo jalan nanti kita telat?" Celetuk Nana yang berada di dalam mobil tersebut.
"Dasar miskin!" Ucap Lala kepada Putri lalu menjalankan mobilnya melaju kencang.
Putri hanya menghela nafasnya dan geleng-geleng kepala "orang kaya emang aneh?" Gerutu Putri sambil terus berjalan menuju ke halte bus, tiba-tiba tangannya di pegang dan ditarik paksa oleh dua orang yang tidak dikenal "ayo ikut kami?" Salah satu dari mereka berkata sambil terus menarik tangan Putri hendak dibawa ke mobil.
"Aku gak mau?! Lepaskan tanganku?!" Putri terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman orang tersebut.
"Udah jangan banyak bicara, ikuti saja kami?" Ucap orang itu sambil terus menarik tangan Putri dan dibantu oleh temannya untuk membawa Putri masuk kedalam mobilnya. Tiba-tiba pundak orang itu ada yang menarik ke belakang "lepaskan tanganmu!!?" Ucap orang yang menarik pundak tersebut.
__ADS_1
*Bersambung*