Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
*15* Menemui Danang


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#.


Sinar matahari mengiringi Danang yang sedang mendorong gerobaknya menuju ke kampus, setelah sampai dan menepikan gerobak tersebut lalu Danang menyapa teman-teman sesama pedagang.


"Tumben mang Asep sudah datang, biasanya agak siangan" sapa Danang kepada mang Asep.


"Iya Nang, hari ini anakku diantar sama pamannya, jadi aku bisa datang cepat" balas Mang Asep sambil tersenyum.


"Betul apa katamu Nang, biasanya si Asep datang paling lambat" sahut mang Ujang sambil menoleh kearah Danang.


"Semoga dagangan kita laris manis mang?" Ucap Danang mendoakan mereka semua


"Amiin" balas mang Ujang dan mang Asep bersama-sama mengamini do'a dari Danang.


Mereka mengobrol dan menunggu pembeli datang, saling berbagi, saling tukar informasi dan saling tukar pendapat sesama pedagang, Danang sangat senang mempunyai teman seperti mereka.


Setelah jam istirahat tiba, seperti biasanya pedagang dikerumuni oleh mahasiswa dan mahasiswi, Putri berlari kecil menuju ke tempat Danang karena sejak sore hari hatinya tak tenang dan gelisah sebelum melihat wajah Danang.


"Mas Danang..." Ucap Putri yang senang ketika melihat wajah Danang.


"Ayo bantuin Put?" Danang melambaikan tangannya kearah Putri supaya cepat membantunya.

__ADS_1


"Iya mas" dengan segera Putri langsung membantu Danang yang sudah di kerumuni  pembeli.


Mereka berdua saling membantu untuk melayani pembeli supaya cepat selesai, Putri dengan cekatan membungkus es dawet tersebut,


"Yang itu belum Put?" Danang mengingatkan kepada Putri, pembeli mana yang belum dilayani.


"Siap bos" Putri dengan semangat melayani pembeli tersebut.


Setelah semua pembeli dilayani, lalu Putri membuat es untuk dirinya dan Danang lalu memberikan kepada Danang.


"Ini mas buat kamu" Putri menyodorkan es dawet tersebut kepada Danang


Mereka berdua lalu makan es dawet tersebut sambil mengobrol.


"Mas Danang tadi malam kemana aja sih, di telfon gak diangkat, aku khawatir banget sama kamu mas? Sejak sore sampai malam hatiku gak tenang dan selalu gelisah" Putri menceritakan dirinya yang selalu gelisah dan tidak tenang dari kemarin sore.


"Oh, aku ada urusan dan gak bawa handphon, maaf telah membuat kamu khawatir" balas Danang sambil menepuk pundak Putri


"Aku sampai panik tau?" Putri merajuk kepada Danang sambil memonyongkan bibirnya.


"Maaf, maaf, sekarang sudah ketemu sama aku, tersenyum dong biar tambah cantik" Danang menggoda Putri supaya tersenyum kembali.

__ADS_1


"Mau dagang apa mau pacaran Nang?" Celetuk mang Asep yang mengagetkan mereka berdua.


"Eh mang Asep, dua-duanya mang, hehehe..." Jawab Danang lalu tersenyum cengengesan kepada mang Asep.


"Hati-hati mbak, Danang suka gigit orang?" Canda mang Asep menggoda mereka berdua


"Hah, gigit orang mang?" Sahut Putri kepada mang Asep dan melirik ke wajah Danang.


"Iya mbak kayak vampir hehehe..." Celetuk mang Ujang yang ikut ngobrol bersama mereka.


"Tuh kan bener mbak" Sahut mang Asep dan melirik Danang.


"Jangan dengerin omongan mereka Put?" Ucap Danang kepada Putri sambil melotot kearah mang Asep dan mang Ujang.


"Ada yang marah Sep?" Celoteh mang Ujang kepada mang Asep.


"Benar Jang, ayo kita pergi, nanti singanya ngamuk" sahut mang Asep lalu mengajak mang Ujang untuk pergi supaya tidak menggangu mereka berdua.


"Gitu dong, jangan ganggu anak muda hehehe..." Ucap Danang sambil cengengesan kepada mang Asep dan mang Ujang.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2