
#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#
Malam harinya Danang pergi ke rumahnya Putri dengan menggunakan sepeda motornya, setelah sampai Danang lalu mengetok pintu dan di buka oleh Bu Fatimah. Danang disuruh masuk dan duduk di ruang tamu, lalu Bu Fatimah berjalan menuju ke kamarnya Putri.
"Put ada Danang tuh diruang tamu? Cepat kamu temuin dia?" Bu Fatimah menyuruh Putri untuk segera menemui Danang.
"Iya Bu" balas Putri sambil membuka pintu kamar lalu berjalan menuju ke ruang tamu dan duduk di sampingnya Danang.
"Mas Danang kemana aja sih? Gak ada kabar, jangan bikin Putri cemas dong?" Putri berkata sambil cemberut kepada Danang.
"Iya aku minta maaf karena telah membuat kamu cemas, gimana pekerjaan kamu di kantor?" Balas Danang sambil tersenyum dan berbalik bertanya kepada Putri.
__ADS_1
"Baik-baik saja dan semua orang ramah padaku" jawab Putri yang masih merajuk kepada Danang.
"Syukur deh kalau semua orang pada baik sama kamu" ucap Danang sambil mengelus rambut hitam milik Putri.
"Mas Danang kalau ada apa-apa kabarin Putri dong biar aku tidak cemas?" Putri masih merajuk kepada Danang.
"Iya nanti aku kabarin, sekarang senyum dong? Masa aku datang disambut dengan wajah yang cemberut sih?" Balas Danang sambil menjawil dagu milik Putri.
"Janji?" Putri masih cemberut dan menyuruh Danang untuk berjanji kalau ada apa-apa akan mengabari Putri, sambil menjulurkan jari kelingking ke arah Danang.
Putri lalu tersenyum sambil merebahkan kepalanya di bahu Danang dan memegang tangan Danang dengan lembut. Lalu Danang merangkul pundak milik Putri sambil mengelus rambutnya.
__ADS_1
Putri sangat bahagia jika berada di sisinya Danang, selalu ingin terus bersamanya dalam suka maupun duka. Saling mendukung dan saling pengertian.
Sedangkan ditempat yang lain, Melisa masih pusing untuk mendapatkan Danang karena semenjak SMP Melisa sudah punya rasa cinta dengan Danang. Melisa lalu menelfon seseorang "halo, cepat cari tahu siapa wanita yang di cintai Danang? Kalau sudah dapat informasi kabari aku secepatnya?" Melisa lalu menutup telfonnya dan berjalan menuju ke kamarnya.
Didalam kamar Melisa selalu memandangi foto dirinya bersama dengan Danang sewaktu masih duduk di bangku SMP. "Nang kenapa kamu tidak mencintai diriku?" Gumam Melisa sambil membelai wajah Danang yang ada di foto tersebut.
Keesokan harinya Putri sudah siap untuk berangkat ke kantor, Putri berjalan menuju ke halte bus lalu duduk sambil menunggu bus datang, lima langkah dari Putri yang sedang duduk, berdiri seorang pria yang kekar sambil mengawasi keadaan di sekitar halte, Putri tak menyadari kalau orang itu selalu mengikuti kemana dia pergi.
Setelah bus datang lalu Putri masuk dan duduk di kursi yang dekat dengan jendela, orang itu pun ikut masuk kedalam bus dan duduk di kursi belakang sambil terus mengawasi Putri. Bus lalu melaju ke arah yang menuju ke perusahaan Lisan Jaya tersebut.
Sesampainya bus itu di sekitar kantor lalu Putri turun dari bus tersebut diikuti oleh orang itu yang selalu mengikuti langkah Putri, dengan langkah cepat Putri lalu masuk kedalam kantor, sedangkan orang itu tidak ikut masuk, hanya berkeliaran di sekitar kantor tersebut.
__ADS_1
Putri segera masuk kedalam ruangannya dan mulai bekerja dengan semangat, sambil memandangi komputer jari lentiknya bergerak diatas keyboard.
*Bersambung*