Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
*26* Mister "D"


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini follow dulu yah dan kasih bintang lima. Terimakasih#


Setelah jam kuliah pada bubar, Putri berjalan menuju ke rumahnya Danang, sesampainya di rumah Danang, Putri mengetok pintu berkali-kali tapi tidak ada sahutan dari dalam. Sudah setengah jam Putri menunggu di depan rumahnya Danang, tapi yang dicari tidak kunjung datang. Akhirnya Putri pulang ke rumahnya.


Di dalam apartemen Danang bergegas mendekati seseorang yang sedang fokus menatap laptopnya "gimana perkembangannya?." Danang bertanya kepada orang tersebut.


"Belum, dia sangat cerdik dan licik" jawab orang tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


Danang lalu mengambil alih laptop tersebut, dengan gerakan cepat jemari Danang mengetik di keyboard itu. Danang sangat fokus menatap laptopnya sambil mengelap keringat.


Sedangkan disebrang sana beberapa orang sedang fokus dengan laptopnya masing-masing, mereka sangat tegang menatap laptopnya.


"Kurang ajar!, Dia balik menyerang kita?" Ujar salah satu dari mereka.


"Ayo kita gabungkan, serang balik dia" Sahut dari mereka yang masih tegang menatap laptopnya.


"Siapa sih mister D itu? Namanya cuma huruf D saja?". Tanya salah satu dari mereka.

__ADS_1


Salah satu dari mereka lalu menelfon seseorang yang sedang bercinta dengan wanita cantik, ("halo, ada apa Jak?").


("Bos perusahaan kita sedang diserang oleh seseorang yang berinisial D, dia seorang master dilihat dari caranya menyerang kita?"). Ucap Jak yang masih fokus menatap laptopnya.


("Satu jam lagi aku kesana") ucap Martin lalu menutup telfonnya dan melanjutkan bercinta dengan seorang wanita cantik.


"Ayo kita lanjutkan?" Ucap Martin kepada wanita tersebut.


"Oke sayang " lalu wanita itu menggoyangkan pinggulnya naik turun diatas tubuhnya Martin.


"Terus Mer, goyangan kamu sungguh luar biasa" ucap Martin yang sedang menikmati goyangan maut dari pinggulnya Mery.


Putri masih gelisah didalam kamarnya lalu mengambil handphonenya dan menghubungi Danang ("halo mas, kamu dimana? Kenapa kamu tidak jualan?.") Ucap Putri di sambungan telepon.


Om


("Maaf Put, aku ada urusan mendadak jadi aku tidak sempat menghubungi kamu") balas Danang di sebrang telpon yang masih duduk santai di balkon.

__ADS_1


("Sekarang kamu ada dimana?.") Putri bertanya kepada Danang sambil cemberut.


("Aku masih ada rumah saudara, nanti malam aku akan pulang") jawab Danang yang tidak ingin Putri mengetahui keberadaannya.


("Ya sudah kamu hati-hati di sana, jangan lupa hadir di acara wisuda ku dua hari lagi") ucap Putri meminta Danang hadir di acara wisudanya.


("Oke nanti aku kesana, senyum dong jangan cemberut terus?.") Balas Danang sambil merayu Putri.


("Iya, iya, udah yah aku tutup telfonnya, aku mau istirahat ") ucap Putri sambil tersenyum sendiri. Lalu Putri menutup sambungan telepon tersebut dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Dilain tempat Martin sedang memarahi anak buahnya karena perusahaan milik pamannya berhasil di retas. "Kalian semua bodoh!, Percuma aku bayar kalian mahal, kalau kalian mengurus hal seperti itu saja tidak becus!?" Bentak Martin kepada anak buahnya.


Martin lalu meninggalkan mereka dan berjalan menuju ke mobilnya, didalam mobil Mery sudah dari tadi menunggunya.


"Ayo sayang kita pergi dari sini?" Ucap Martin kepada Mery.


Mereka berdua lalu menuju ke villa dimana mereka sering memadu kasih dan bercinta di villa tersebut, villa itu milik pamannya Martin, karena villa itu kosong lalu Martin disuruh untuk menempatinya.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2