
#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#
Alif dan teman-temannya masih mengamati wajah kedua orang itu, "gimana apa itu orangnya?" Ucap Tomy kepada Alif menanyakan orang yang sedang dicarinya.
"Bukan dia Tom" jawab Alif sambil menggelengkan kepalanya menandakan kalau orang itu bukan yang sedang dicarinya.
"Terus kita mau cari kemana lagi Lif? Kita sudah jauh sekali dari titik hilangnya orang yang kita cari?" Tanya Tomy lagi kepada Alif.
"Kalau mereka berdua berasal dari sini, pasti disini ada perkampungan Tom? Ayo kita cari kampung itu?" Balas Alif kepada Tomy.
Mereka lalu melanjutkan perjalanan untuk mencari Danang, sedangkan Lasmi dan Lanang masih berada di sungai, "bang ayo pulang? Kasihan kakek sendirian di rumah!?" Setelah selesai mencuci, Lasmi mengajak Lanang untuk pulang, mereka menyusuri jalan setapak menuju ke rumah, Lanang memanggul keranjang yang berisi pakaian sedangkan Lasmi berjalan disampingnya Lanang.
Setelah sampai Lasmi langsung menjemur pakaian yang sudah di cuci tersebut, kakek Brama mengajak Lanang ke kebun "Nang kamu ikut kakek ke kebun?" Ucap Kakek Brama kepada Lanang, mereka berjalan sambil mengobrol.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai di kebun, kakek Brama menyuruh Lanang untuk memetik sayuran "kamu petik sayuran itu? Kakek akan memetik cabe dan buah-buahan?" Ucap Kakek sambil menunjuk ke arah sayuran yang akan dipetik oleh Lanang.
Lanang memetik sayuran kangkung, kol, sawi, satu persatu dipetik oleh Lanang, cukup banyak sayuran yang dipetik lalu dimasukkan ke dalam keranjang yang tadi dibawa oleh kakek Brama.
Selesai kakek Brama memetik cabe dan buah-buahan, mereka berdua istirahat sejenak di gubug kecil yang sudah lama dibuat oleh kakek Brama sambil memakan buah jambu air yang manis.
"Apa ingatanmu sudah kembali seperti semula?" Tanya kakek Brama sambil mengunyah buahÂ
"Sudah kek tapi belum semuanya, aku berasal dari kota dan namaku Danang kek" jawab Danang kepada kakek Brama sambil tersenyum.
"Nanti kek, aku sedang menyusun rencana untuk membalas kejahatan mereka" Danang lalu menceritakan masalah bisnisnya dan beberapa saingannya.
Kakek Brama hanya manggut-manggut mendengarkan pembicaraan Danang, yang menceritakan tentang perusahaannya dan juga mengenai kisah cintanya bersama Putri.
__ADS_1
"Kakek hanya bisa mendoakan kamu, semoga perusahaan mu baik-baik saja, dan semoga kamu berjodoh dengan Putri sampai kakek nenek" ucap Kakek Brama mendoakan kebaikan untuk Danang.
"Amiin..makasih atas doanya kek" balas Danang sambil tersenyum kepada kakek Brama, "apa kakek dan Lasmi mau ikut aku ke kota?" Ucap Danang kepada kakek Brama.
"Kakek sudah tua nak, sebaiknya disini saja? Lebih tenang dan damai?" Balas kakek Brama sambil menepuk pundak Danang.
"Iya kek nanti aku akan sering menjenguk kakek dan Lasmi, aku akan mengajak Putri ke sini kek?" Danang berkata sambil tersenyum dan mengunyah buah.
"Iya nak ajak Putri kesini kapan-kapan supaya kenal sama kakek dan Lasmi" sahut kakek Brama lalu tersenyum kepada Danang.
Kakek Brama lalu mengajak Danang untuk pulang, mereka berdua berjalan sambil memanggul keranjang yang berisi sayuran tersebut.
Mereka berdua menuju ke rumah saat di jalan bertemu dengan segerombol orang, kakek Brama tidak mengenal mereka semua, salah satu dari gerombolan tersebut menghentikan langkahnya dan menoleh kearah kakek Brama dan Danang.
__ADS_1
*Bersambung*