Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
*9* Pengintai di taman


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu dan kasih bintang lima, Terimakasih#.


Danang dan Putri duduk di kursi yang ada di sekitar taman tersebut, lalu Danang berjalan untuk membeli air minum dan sosis bakar yang tak jauh dari tempat duduk mereka, setelah itu lalu Danang kembali menuju ke tempat duduk mereka dan membuka bungkusan yang berisi air minum dan sosis bakar.


"Dimakan dulu Put, kalau kurang nanti beli lagi" Danang memberikan satu tusuk sosis bakar tersebut kepada Putri dan mengambil lagi untuk dirinya sendiri.


"Makasih mas" Putri menerima sosis bakar tersebut dan memakannya.


"Sejak aku main kerumah kamu, aku tak pernah melihat Ayahmu Put? Maaf kalau pertanyaanku lancang" Danang sedikit ragu bertanya kepada Putri, karena takut menyinggung perasaannya.


"Gak papa mas, Ibu sudah lama bercerai dengan Ayah, semenjak aku masih SMP, entah sampai sekarang kabar Ayah bagaimana aku tidak tahu mas" Putri menceritakan tentang Ayahnya yang sampai sekarang entah ada dimana.


"Maaf kalau membuat kamu jadi sedih Put" Danang lalu mengelus punggung milik Putri dengan lembut.


"Gak papa mas, kejadian itu sudah lama" Putri berkata dengan suara lirih dan matanya mulai berkaca-kaca seakan ingin meluapkan air yang ada dimatanya.

__ADS_1


"Udah jangan sedih, yang sudah biarkan berlalu, sekarang kamu tata masa depan kami dan Ibumu" Danang lalu merangkul pundak milik Putri dan mengelus rambut hitam miliknya.


Putri lalu menyandarkan kepalanya di bahu milik Danang, tak jauh dari tempat itu ada dua orang wanita yang sejak tadi mengawasi mereka berdua, menggunakan masker dan topi.


"Besok kamu cari tahu dimana rumah wanita itu dan siapa dia?" Bisik wanita yang sudah separuh baya kepada wanita yang lebih muda darinya


"Oke, besok akan aku cari siapa dia sebenarnya dan dimana rumahnya" balas wanita yang lebih muda itu.


"Kamu tadi sudah ambil fotonya?" Wanita yang lebih tua bertanya kepada wanita muda itu


"Sudah" balas singkat dari wanita muda tersebut.


Danang masih menenangkan hati Putri yang sedang rapuh, karena mengingat kembali kejadian dimana orang tuanya bercerai, sehingga sampai sekarang tidak tahu dimana Ayahnya tinggal.


"Ayo dihabiskan sosisnya, nanti keburu dingin, ntar gak enak" Danang mengalihkan topik pembicaraan supaya Putri tidak bersedih lagi, Danang menyuapi Putri.

__ADS_1


"Ayo dimakan, aaa, aaaemm" Putri lalu memakan sosis bakar tersebut sambil tersenyum sendiri.


"Apa'an sih kamu, emangnya aku anak kecil pake disuapin segala" Putri berkata sambil mencubit lengannya Danang.


"Auwhhh, sakit Put?" Danang pura-pura merasakan sakit akibat di cubit oleh Putri.


"Abisnya kamu anggap aku ini anak kecil apa?" Balas Putri sambil cemberut dan tersenyum tipis melihat wajah Danang.


"Makanya jangan sedih mulu, senyum dong biar cantiknya gak ilang, hehehe..." Danang berkata sambil tersenyum cengengesan menggoda Putri supaya tersenyum kembali.


"Iya, iya, kamu jangan godain aku terus dong, kan aku jadi malu" ucap manja Putri dan tersenyum tipis melirik ke Danang.


"Kalau kamu tersenyum malah tambah cantik kok" Danang menggoda Putri dan menjawil dagu milik Putri.


"Gombal, kalau aku gak cantik terus mau apa? Ninggalin aku gitu?" Putri pura-pura cemberut dan kesal kepada Danang.

__ADS_1


"Kalau kamu gak cantik, ya pasti aku..." Sebelum Danang berkata sampai selesai lalu Putri mencubit lengannya lagi "auwhhh"


*Bersambung*


__ADS_2