
#Dukung terus novel ini supaya author lebih semangat berkarya dan menulis. Terimakasih#.
Setelah pulang dari rumah sakit, Danang menuju ke markas untuk menemui tahanan yang kemarin, "gimana apa ada yang sudah mau buka mulut?" Danang bertanya kepada temannya yang menjaga markas tersebut.
"Belum bos, mereka masih bungkam" jawab temannya sambil menggelengkan kepalanya.
"Kita harus paksa mereka untuk buka mulut dan mengatakan siapa dalang dari semua ini?" Danang menyuruh temannya untuk memaksa para tahanan itu.
"Oke bos, ayo kita masuk temui mereka?" Temannya mengajak Danang untuk masuk kedalam ruangan tersebut.
"Ayo" Danang dan teman-temannya lalu masuk ke dalam menemui tahanan tersebut.
Setelah masuk lalu Danang menghampiri salah satu dari tahanan tersebut dan membuka lakban yang menutup mulutnya orang tersebut. "Sretz".
"Katakan siapa orang yang telah menyuruh kalian?" Danang menanyakan orang yang telah menyuruh mereka.
"Aku sudah bilang kalau aku tidak akan memberitahu mu?" Jawab orang tersebut dengan senyuman sinisnya.
__ADS_1
"Oh jadi kamu lebih memilih disiksa daripada mengatakan siapa yang menyuruh mu?" Ucap Danang sambil menginjak kaki orang tersebut.
"Auwhhh, aku tidak akan mengatakannya!" Ucap orang itu sambil menahan sakit di kakinya yang sedang diinjak oleh Danang.
Danang lalu mengambil kursi dan diletakkan di atas kaki orang itu lalu Danang duduk di kursi tersebut "auwhhh, ahh, brengsek kamu?" Ucap orang itu sambil menahan sakitnya karena kursi yang ada di atas kakinya sedang diduduki oleh Danang.
"Katakan siapa orang itu!?" Bentak Danang sambil tangannya memegang kedua pipi orang tersebut.
"Sudah kubilang aku tidak akan memberitahu" ucap orang itu yang masih menahan sakit di bagian kakinya karena Danang masih duduk di kursi tersebut.
"Kalian cari kecoa sebanyak-banyaknya dan bawa kemari?" Danang menyuruh temannya untuk mencari kecoa.
"Siap bos" jawab temannya lalu meninggalkan ruangan tersebut dan mencari kecoa yang diminta oleh Danang.
Setelah setengah jam lalu temannya masuk membawa lima kantong plastik yang berisi kecoa dan memberikan satu kantong plastik kepada Danang, "ini bos?".
Danang mengambil kantong itu lalu memasukkan semua kecoa yang ada di dalam kantong tersebut ke dalam baju penjahat tersebut.
__ADS_1
"Ahh, mau apa kamu jangan masukkan kecoa itu kebajuku, ahh geli brengsek!?" Ucap penjahat tersebut sambil menahan sakit di kakinya dan menahan geli dengan kecoa tersebut.
"Katakan siapa orang itu, atau aku tambah lagi kecoanya?!" Danang mendesak orang itu untuk mengatakan siapa yang telah menyuruh mereka.
"Jangan masukkan kecoa lagi, i..ya aku akan mengatakannya" orang itu berkata kepada Danang supaya tidak memasukkan lagi kecoa kedalam bajunya.
"Cepat katakan?!!" Bentak Danang kepada orang tersebut sambil tangannya memegang satu kantong plastik yang berisi kecoa.
"I..ya, iya aku disuruh oleh Me..Lisa. ya dia yang menyuruh kami untuk mencelakai kamu" orang itu berkata dan menjelaskan siapa yang menyuruh mereka untuk mencelakai Danang.
"Oh Melisa? Dibayar berapa kalian oleh dia?!" Danang berkata kepada orang tersebut dan menanyakan bayaran yang diberikan oleh Melisa kepada mereka semua.
"Sepuluh juta dia membayar kami" jawab orang tersebut sambil menahan geli dari kecoa tersebut yang merambat ke seluruh tubuhnya.
"Bereskan mereka?!" Danang menyuruh temannya untuk membereskan tahanan tersebut.
*Bersambung*
__ADS_1