
#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#
Keesokan harinya Putri memasuki ruang kerjanya dan Danang masuk keruangan CEO lalu menelfon kepala HRD dan menyuruhnya untuk mengangkat Putri sebagai kepala administrasi, lalu Pak Handoko menelfon Putri.
("Put ke ruangan saya sekarang") ucap Pak Handoko menyuruh Putri untuk datang ke ruangannya.
("Baik Pak") jawab Putri di sebrang telpon.
Putri bergegas berjalan menuju ke ruangan tersebut, setelah sampai lalu Putri mengetok pintu "tok, tok, tok". Lalu Putri dipersilahkan untuk masuk kedalam.
Putri masuk dan duduk di kursi "ada apa yah, Bapak memanggil saya?" Putri bertanya kepada Pak Handoko.
"Begini Put, karena posisi kepala administrasi kosong, pimpinan perusahaan meminta kamu untuk menduduki posisi tersebut, apa kamu bersedia?" Pak Handoko menjelaskan kepada Putri.
"Apa saya pantas menduduki jabatan itu Pak?" Putri bertanya kepada Pak Handoko.
"Baru kali ini aku melihat karyawan disuruh naik jabatan malah kebingungan, karyawan yang lainnya kalau ditawari naik jabatan pasti berebutan, pimpinan memang tidak salah pilih orang" ucap panjang lebar dari Pak Handoko kepada Putri.
__ADS_1
"Maksud saya..buk.." sebelum Putri melanjutkan perkataannya langsung di potong oleh Pak Handoko.
"Barang-barang kamu diberesin dan pindah, mulai sekarang jabatan kamu naik menjadi kepala bagian administrasi di perusahaan ini" Pak Handoko menyuruh Putri untuk segera membereskan barang-barangnya dan pindah keruangan administrasi.
"Baik Pak, saya permisi dulu" balas Putri lalu permisi dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Setelah Putri membereskan barang-barang miliknya lalu berjalan menuju ke ruangan bagian administrasi.
Sedangkan Danang yang sedang memantau Putri hanya tersenyum sendiri, "tok, tok, tok" suara ketokan pintu "masuk" Danang menyuruh masuk.
"Mamah, mau kesini kok gak kasih kabar dulu?" Ucap Danang menyapa Ibunya yang baru saja datang.
"Boleh sih..tapi.." ucap Danang langsung dipotong oleh Ibunya.
"Udah gak usah tapi-tapian, dimana ruangan Putri?" Ucap Bu Ratna yang memaksa kepada Danang. "Cepat katakan Danang?" Bu Ratna berkata sambil menjewer telinganya Danang.
"Sakit Mah" ucap Danang yang meringis sambil memegang telinganya.
__ADS_1
"Dimana ruangan Putri?" Bu Ratna bertanya kepada Danang sambil tangannya hendak menjewer telinganya Danang.
"Iya, iya, diruangan administrasi Mah" ucap Danang sambil menutupi kedua telinga dengan tangannya.
"Dari tadi bilang, kan Mamah gak usah jewer kamu, ya udah Mamah mau menemui Putri dulu" Bu Ratna berkata sambil mengelus rambut milik Danang, lalu berjalan keluar menuju ke ruangannya Putri. Setelah sampai di depan ruangannya Putri lalu Bu Ratna mengetok pintu "tok, tok, tok".
Putri menjawab dari dalam ruangan "ya masuk", Bu Ratna langsung masuk kedalam.
"Mamah Ratna? Kenapa ada di sini Mah?" Putri bertanya kepada Bu Ratna karena kaget kenapa Bu Ratna ada di perusahaan itu.
"Iya sayang, kamu kaget yah Mamah ada di sini?" Bu Ratna menjawab dan bertanya kepada Putri.
"Iya Mah, kenapa Mamah bisa ada di sini?" Putri bingung kenapa Bu Ratna bisa tau ruangannya.
"Mamah ingin ngajak kamu jalan-jalan, ayo siap-siap" Bu Ratna menyuruh Putri untuk bersiap-siap karena mau diajak jalan-jalan.
"Aku lagi kerja Mah? Nanti aku bisa dipecat" ucap Putri kepada Bu Ratna sambil memegang kedua tangannya.
__ADS_1
"Udah kamu ikut Mamah, gak ada yang akan memecat kamu, ayo" Bu Ratna lalu menggandeng tangan Putri
*Bersambung*