Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
Hanyut di sungai


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#


Danang berusaha tetap sadar walaupun dirinya sedang dipukuli oleh si jabrik yang sedang marah, Danang mengumpulkan sisa-sisa tenaganya lalu mendorong tubuh si jabrik, lalu Danang bangkit dan lari dengan terhuyung tergontai, penglihatannya sudah samar tak jelas dan akhirnya "sretzz, byurr..blenghh" Danang terjatuh dari atas jembatan dan terbawa arus yang cukup deras itu.


"Prankkk.. pyantakhh.." vas bunga yang ada di meja tersenggol oleh tangannya Putri dan terjatuh pecah berantakan.


"Putri.." Bu Fatimah berlari ke arah Putri karena mendengar suara benda jatuh dan pecah.


Sedangkan kelima jawara tersebut menelfon seseorang ("bos.. target telah jatuh dari atas jembatan dan terbawa arus yang cukup deras?") Ucap ketua jawara tersebut di sambungan telepon.


("Cepat kalian pergi dari tempat itu, jangan sampai ada saksi mata yang melihat kalian, mengerti?!!") Balas dari orang disebrang telfon.


Sambungan telepon akhirnya terputus dan mereka berlima langsung meninggalkan tempat kejadian itu supaya tidak ada saksi mata yang melihat mereka.


Keesokan harinya salah satu warga melaporkan penemuan sepeda motor di pinggir jalan kepada pihak kepolisian, tak lama kemudian polisi pun datang dan mengamankan lokasi TKP tersebut, berbagai awak media berdatangan untuk meliput kegiatan polisi di lokasi TKP itu.

__ADS_1


Susi yang baru saja menyantap makanan kedalam mulutnya tanpa sengaja melihat berita itu, lalu Susi mendekati televisi tersebut dan melihat sepeda motor milik kakaknya.


"Mah..Pah...cepat kesini!?" Susi berteriak memanggil Mamah dan Papahnya.


Mereka berdua lalu bergegas menghampiri Susi yang sedang melihat berita tersebut "ada apa nak?" Ucap Bu Ratna bertanya kepada Susi.


"Lihat Mah.. Pah..itu sepeda motornya kak Danang?" Susi memberitahu kepada kedua orangtuanya bahwa sepeda motor yang ada diberita tersebut adalah milik Danang.


"Pah ayo kita kesana?" Bu Ratna mengajak suaminya untuk menuju lokasi kejadian tersebut.


Bu Ratna dan suaminya lalu pergi menuju lokasi tersebut, Susi bergegas menuju ke perusahaan milik keluarganya.


Dilain tempat Putri sudah sampai di depan kantor dan berjalan masuk lalu menyapa karyawan yang sudah datang duluan, lalu Putri masuk kedalam ruangannya dan mulai membuka komputer tak lama kemudian "brakhh.." pintu terbuka.


"Kak Putri.." Susi langsung memeluk tubuh Putri sambil menangis.

__ADS_1


"Ada apa Sus, kok baru datang langsung menangis? Ada masalah apa?" Putri bertanya kepada Susi yang masih memeluk dirinya sambil menangis.


"Kak coba lihat berita di televisi?" Susi menyuruh Putri untuk melihat berita pagi yang masih hangat diperbincangkan oleh media.


Putri lalu mengajak Susi keruangan tunggu yang ada televisinya, lalu Putri menyalakan televisi tersebut dan melihat berita itu, Putri melihat sepeda motor milik Danang dan melihat kedua orangtuanya Danang sedang di wawancara oleh beberapa awak media dan kepolisian.


Tubuh Putri langsung gemetar dan lemas "brughhh.." Putri jatuh pingsan.


Beberapa karyawan lalu menggotong Putri dan membawanya ke klinik khusus karyawan yang ada di perusahaan tersebut, Susi mengikuti mereka dan menemani Putri yang masih pingsan dan berbaring di ruang klinik tersebut. Lalu dokter memeriksanya.


"Gimana keadaannya Dok?" Susi bertanya kepada dokter tersebut.


"Sebentar lagi akan siuman, nanti kalau sudah bangun kamu bantuin untuk minum obat ini, saya permisi dulu" ucap dokter tersebut lalu meninggalkan ruangan itu.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2