
#Sebelum membaca cerita ini follow dulu yah dan kasih bintang lima. Terimakasih#.
Pintu pun terbuka lalu Putri masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sedang apa kamu mas? Apa kamu sudah tidur apa belum? Itulah yang ada di benak Putri yang masih ragu untuk menelfon Danang.
Malam semakin larut akhirnya Putri memejamkan matanya dan terbang menuju ke alam mimpi entah itu dimana aku juga tidak tahu, mungkin kalian tahu? Silahkan tulis di kolom komentar, hehehe...?
Sinar matahari mulai nampak dan masuk ke celah-celah jendela, Danang mulai membuka matanya dan dilihatnya dirinya sedang di ikat dengan kursi, kepalanya sedikit pusing akibat benturan benda keras. "Dimana aku? Siapa yang membawaku ke sini?" Gumam Danang yang sedang menata pikirannya untuk mengingat kejadian kemarin.
Lalu pintu ruangan tersebut dibuka oleh seseorang "kamu sudah sadar rupanya?* Ucap wanita yang baru saja masuk kedalam ruangan itu.
"Siapa kamu?" Ucap Danang bertanya kepada wanita tersebut.
"Aku adalah orang yang bisa membantu perusahaan Ayah kamu?" Wanita itu berkata sambil tersenyum dan tangannya meraba-raba wajah tampan milik Danang.
"Jangan sentuh aku!" Ucap Danang sambil wajahnya menghindari dari tangan wanita itu.
"Kamu jangan bodoh Danang? Hanya aku yang bisa membantu perusahaan Ayah kamu? Ingat itu!?" Lalu wanita tersebut meninggalkan Danang sendirian dan mengunci pintu ruangan tersebut.
__ADS_1
"Siapa dia sebenarnya? Ada hubungan apa dia dengan perusahaan Ayahku?" Gumam Danang dalam hatinya.
Putri yang baru saja selesai sarapan pagi bersama Ibunya lalu berpamitan untuk berangkat, karena hari ini dia masuk kantor di perusahaan Lisan Jaya tersebut. Setelah berpamitan lalu Putri bergegas menyetop angkot untuk menuju ke perusahaan tersebut.
Sesampainya di perusahaan tersebut, Putri diantar oleh salah satu karyawan dan menunjukkan ruang kerja Putri, "ini ruang kerja kamu, pelajari berkas ini dan kamu simpan salinan berkas ini di komputer, kalau kamu ada kendala hubungi saya di ruang sebelah" ucap karyawan senior itu kepada Putri.
"Baik mbak, saya akan pelajari berkas ini" jawab Putri dengan semangat.
"Oke saya tinggal dulu, selamat bergabung di perusahaan ini" lalu senior itu meninggalkan Putri.
Dilain tempat Danang berusaha untuk bisa melepaskan ikatan dari tubuhnya, tangannya terus bergerak-gerak supaya ikatan itu terlepas dari tangannya.
"Aku harus bisa keluar dari tempat ini" gumam Danang sambil terus berusaha untuk melepaskan ikatan tersebut.
Danang terus menerus berusaha untuk bisa terlepas dari ikatan tersebut sambil terus berfikir memutar otaknya untuk mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi oleh dirinya sendiri.
Pintu kembali di buka oleh wanita yang tadi, "gimana? Apa sudah kamu fikirkan baik-baik?"
__ADS_1
"Nama kamu siapa? Mengapa aku baru melihat kamu?" Danang bertanya kepada wanita tersebut.
"Aku Melisa, apa kamu ingat?" Jawab wanita tersebut sambil tersenyum kepada Danang.
"Melisa teman kecilku dulu yang suka merebut permen dariku?" Danang bertanya kepada Melisa.
"Benar Danang, rupanya kamu masih ingat juga?" Ucap Melisa sambil tersenyum melirik ke Danang.
"Terus apa tujuan kamu menculik ku?" Danang masih bertanya kepada Melisa.
"Aku hanya ingin membantu perusahaan Ayah kamu tapi dengan satu syarat?" Melisa berkata lalu tersenyum.
"Apa syaratnya?" Danang menanyakan syarat apa yang di maksud Melisa tersebut.
"Kamu harus menikah denganku, itu saja syarat dariku Danang?" Jawab Melisa dan tersenyum tipis melirik Danang.
*Bersambung*
__ADS_1