Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
Kejadian di restoran


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#


Danang yang mendengar suara keributan di depan restoran itu lalu berjalan menuju ke depan dan menghampiri Pak manager dan security tersebut.


"Biarkan dia masuk, aku yang akan menjaminnya" Danang menyuruh manager dan security untuk membiarkan pemuda itu untuk masuk.


"Tapi dia.." ucap security tersebut lalu langsung dipotong oleh Danang "aku jaminannya, biarkan dia satu meja dengan saya" ucap Danang dan menghampiri pemuda tersebut.


"Ayo masuk denganku?" Danang mengajak pemuda itu untuk masuk bersamanya.


"Makasih bang" ucap pemuda itu dan berterimakasih kepada Danang.


Mereka berdua lalu masuk dan Danang menyuruh pemuda itu duduk satu meja dengan dirinya dan Putri, lalu Danang memesan makanan untuk pemuda tersebut.


Sedangkan dua orang yang sedang mengawasi Danang dan Putri, yang satu hendak berdiri tapi tangannya di tarik oleh temannya. "Duduk saja, belum saatnya".


Setelah pesanan datang lalu Putri dan Danang beserta pemuda yang tadi mulai menyantap makanan tersebut, "nama kamu siapa?" Danang bertanya kepada pemuda itu.


"Aku Alif bang" jawab Alif sambil menoleh ke arah Danang.


"Namaku Danang dan ini calon istriku namanya Putri" Danang memperkenalkan dirinya dan juga Putri kepada Alif.

__ADS_1


"Iya bang salam kenal" ucap Alif sambil tersenyum kepada Danang dan Putri.


"Rumah kamu dimana Lif?" Putri bertanya kepada Alif sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


"Aku tinggal di kontrakan yang tak jauh dari sini kak" jawab Alif menjelaskan bahwa dirinya tinggal di rumah kontrakan.


"Kamu kerja dimana Lif?" Danang menanyakan pekerjaan kepada Alif.


"Aku hanya pengamen bang, susah cari kerjaan di sini" jawab Alif kepada Danang.


Mereka bertiga menikmati makanan tersebut sambil terus mengobrol, Danang menyukai kepribadian Alif, suka bercanda dan enak diajak ngobrol, "ayo nambah lagi Lif?" Putri menyuruh Alif untuk menambah nasinya.


Setelah mereka selesai makan lalu Danang pergi ke kasir untuk membayar makanan tersebut dan kembali menghampiri Putri dan Alif.


"Ayo pulang?" Danang mengajak untuk pulang.


Mereka bertiga berjalan keluar dari restoran tersebut menuju tempat parkir, "makasih ya bang atas makanannya, aku permisi dulu" Alif lalu berjalan menelusuri pinggiran jalan raya.


Danang dan Putri melaju dengan sepeda motornya menembus keheningan malam, sedangkan dua orang itu terus mengikuti Danang dan Putri. Setelah sampai di rumah Putri, Danang diajak masuk kedalam, Bu Fatimah lalu membuat kopi susu untuk Danang.


"Makasih Bu" ucap Danang kepada Bu Fatimah sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya nak, ayo diminum? Ibu tinggal kedalam dulu" balas Bu Fatimah kepada Danang lalu meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.


"Kenapa cengar-cengir Put?" Danang bertanya kepada Putri yang sedang tersenyum sendiri.


"Kamu tambah ganteng mas" ucap Putri sambil tersenyum sendiri.


"Dari dulu kali, bahkan dari bayi aku sudah ganteng, hehehe.." Danang menjawab sambil tersenyum cengengesan.


"Pede" ucap Putri sambil memanyunkan bibirnya kepada Danang.


"Lucu banget bibir kamu, lama-lama ntar aku cium nih" Danang berkata sambil mendekati Putri dan duduk di sampingnya.


"Ih jangan deket-deket ada Ibu tuh" ucap Putri sambil menunjuk ke arah Ibunya.


"Biarin.." sahut Danang sambil memegang kedua pipinya Putri.


"Ih.." sebelum Putri melanjutkan bicaranya lalu Danang langsung mengecup bibir manis milik Putri "cup".


"Mas.." ucap Putri karena merasa malu karena Bu Fatimah sedang menonton TV takut dilihat oleh Ibunya.


"Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2