
#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#.
Putri hanya tersenyum sendiri walaupun dalam hatinya merasa tak enak kepada Danang dan Susi. Mereka mampir ke sebuah restoran untuk mengisi perut mereka, Susi memesankan makanan untuk mereka bertiga, setelah pesanan datang, lalu mereka menyantap makanan tersebut sambil mengobrol.
"Kak Putri? Cobain yang ini deh, rasanya mantul banget?" Susi menyodorkan makanan tersebut kepada Putri.
Putri menerima makanan tersebut lalu mencicipinya sambil memutar bola matanya.
"Benar Sus, ini enak banget" ucap Putri sambil tersenyum melirik ke arah Susi.
"Kamu suka Put? Kalau masih kurang? Pesen lagi aja?." Celetuk Danang yang melihat Putri menyukai makanan tersebut sambil tersenyum sendiri.
"Ini aja udah cukup mas?" Balas Putri sambil tersenyum melirik ke arah Danang.
"Sus pesan lagi makanan itu buat oleh-oleh untuk Bu Fatimah?". Danang menyuruh adiknya untuk pesan lagi makanan tersebut.
"Oke kak" jawab Susi sambil mengacungkan jempolnya kepada Danang. Susi lalu bangkit dan berjalan untuk memesan makanan tersebut.
Putri merasakan dua kepribadian dari seorang Danang, kalau sedang jualan Danang seperti orang biasa dan sederhana, tapi kalau sedang bersama adiknya, Danang seperti orang bangsawan yang hidup dalam kemewahan.
__ADS_1
Setelah mereka selesai makan malam lalu melanjutkan menuju ke rumahnya Putri, tak butuh lama akhirnya mereka sampai di depan rumahnya Putri, mereka lalu turun dari mobil dan mengantarkan Putri sampai di depan pintu.
"Kalian gak mampir dulu?." Ucap Putri mengajak mereka untuk mampir ke rumah.
"Udah malam kak, kami pulang aja yah takut mengganggu istirahat kalian" ucap Susi kepada Putri.
"Gak ganggu kok Sus, ayo masuk?" Putri terus membuka pintu dan menyapa Bu Fatimah yang sedang nonton TV. Lalu Bu Fatimah menyambut mereka dengan senang hati.
"Ayo duduk dulu nak Danang? Ini siapa? Ibu baru lihat?." Bu Fatimah menanyakan tentang Susi, karena baru melihatnya.
"Oh adiknya toh? Ayo duduk nak Susi anggap saja rumah sendiri, ayo duduk?." Ucap Bu Fatimah dengan ramah.
"Iya Bu makasih, ini buat Bu Fatimah?" Susi lalu memberikan makanan tersebut sambil tersenyum.
"Ini apa nak? Makasih banget sudah bawa makanan ini untuk Ibu?." Bu Fatimah lalu tersenyum kepada Susi.
Mereka pun duduk di ruang tamu, lalu Bu Fatimah berjalan menuju ke dapur dan membuat minuman untuk mereka, lalu kembali lagi sambil membawa minuman dan cemilan untuk mereka.
__ADS_1
"Nih Ibu buatkan minuman, ayo jangan sungkan? Ini kue buatan Ibu tadi sore, ayo dicicipi?." Bu Fatimah dengan ramah menyuruh mereka untuk menikmati kue buatannya.
Lalu Bu Fatimah meninggalkan mereka dan melanjutkan nonton TV sambil menikmati makanan yang diberikan oleh Susi. Putri dan kakak adik itu pun menikmati kue buatan Bu Fatimah.
"Kue ini enak kak, aku suka nih?." Celoteh Susi sambil memakan kue tersebut.
"Syukur kalau kamu suka Sus, ayo mas dicicipi kue buatan Ibu?." Putri senang karena mereka menyukai kue buatan Ibunya.
Mereka bertiga mengobrol dan bercanda sambil menikmati kue buatan Bu Fatimah. Lalu Danang menjahili Putri.
"Sapunya gak bergerak lagi Put?." Ledek Danang sambil tersenyum kepada Putri.
"Mana ada sapu bisa bergerak sendiri kak?" Celetuk Susi yang penasaran.
"Sapunya Putri katanya bisa bergerak Sus?" Ledekan Danang kepada Putri.
Putri lalu memonyongkan bibirnya kepada Danang dan menyuruh untuk diam karena merasa malu.
*Bersambung*
__ADS_1