
#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#
Bu Ratna lalu mengajak Putri untuk makan supaya tubuhnya tetap sehat, Putri pun menurut dengan Bu Ratna, Bu Fatimah yang melihatnya lalu tersenyum dan menyuruh mereka untuk makan bersama, Susi juga ikut senang karena Putri mau makan.
"Ayo kak makan yang banyak biar tubuh kak Putri tetap sehat?" Susi berkata sambil tersenyum kepada Putri.
"Kamu juga makan dong Sus?" Jawab Putri lalu menyuruh Susi untuk ikut makan bersama.
"Iya kak" balas Susi kepada Putri lalu mengambil nasi dan lauknya.
"Udah-udah ayo makan?" Ucap Bu Fatimah menyuruh mereka berdua untuk segera memakan hidangan yang sudah di buat olehnya.
"Iya sayang ayo kamu makan yang banyak? Apa perlu Mamah suapin kamu?" Ucap Bu Ratna kepada Putri.
"Gak usah Mah, aku makan sendiri aja" jawab Putri sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis kepada Bu Ratna.
__ADS_1
Mereka semua menyantap makanan tersebut sambil bercanda untuk menghibur Putri yang masih sedih karena kepergian Danang yang sampai sekarang belum diketahui nasibnya. Putri berusaha untuk mengikhlaskan kepergian Danang tapi hatinya menolak karena Putri mempunyai firasat kalau Danang masih hidup, tapi entah dimana keberadaan dia saat ini.
Setelah mereka selesai makan lalu Putri diajak mengobrol di ruang tamu sambil menikmati cemilan buatan Bu Fatimah, "kak, rambut Kakak ada apanya tuh?" Ucap Susi menjahili Putri.
"Mana Sus?" Jawab Putri sambil meraba-raba rambutnya.
"Hahaha... becanda kak, hehehe.." ucap Susi yang tertawa karena berhasil menjahili Putri.
"Ih kamu nyebelin banget sih!?" Putri berkata sambil mencubit lengannya Susi sambil memanyunkan bibirnya.
"Makanya jangan suka jahil sama kakak" jawab Putri yang masih cemberut dan memanyunkan bibirnya.
"Iya kak ampun" sahut Susi lagi sambil mengelus lengannya yang masih sedikit sakit.
Mereka masih mengobrol sambil menikmati cemilan, sesekali Susi dan Putri saling menjahili lalu tertawa bersama, Bu Fatimah mengobrol dengan santai bersama dengan Bu Ratna sesekali melerai Putri dan Susi.
__ADS_1
Hari demi hari keadaan Putri semakin membaik dan ceria lagi seperti biasanya, berlahan mencoba mengikhlaskan kepergian Danang dan mencoba membuka lembaran baru, Bu Ratna dan Susi pun sering berkunjung ke rumahnya Bu Fatimah untuk melihat kondisi Putri dan menghiburnya supaya tidak berlarut-larut dalam kesedihan.
Sedangkan di tempat yang cukup jauh dan terpencil, kakek Brama sedang membuat ramuan tradisional dengan bahan-bahan yang alami, "Lasmi!? Kesini nak?" Ucap Kakek Brama yang memanggil Lasmi.
"Iya Kek ada apa?" Lasmi menjawab sambil berjalan menghampiri Kakek Brama.
"Kamu bawa ramuan ini dan berikan kepada Lanang? Suruh dia minum ramuan ini?" Kakek Brama menyuruh Lasmi untuk memberikan ramuan yang sudah di buatnya kepada Lanang.
"Baik Kek" jawab Lasmi lalu berjalan menuju ke kamarnya Lanang, setelah sampai di kamar itu lalu Lasmi memberikan ramuan tradisional tersebut kepada Lanang, "bang ini ramuan dari Kakek, katanya Abang harus meminum ramuan ini?!" Ucap Lasmi sambil menyodorkan ramuan tradisional tersebut kepada Lanang.
"Makasih Las, tolong ambilkan air putih itu?" Jawab Lanang lalu minta tolong kepada Lasmi untuk mengambilkan air putih yang ada di meja kamar itu.
Lasmi lalu mengambilkan air putih tersebut dan memberikan kepada Lanang "ini air putihnya bang?" Ucap Lasmi kepada Lanang.
*Bersambung*
__ADS_1