Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
*7* Es Dawet


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#


Putri sangat lihai dalam membuat es dawet, campurannya pas rasanya juga enak, Danang senang melihat Putri yang dengan cepat bisa menghafal apa yang sudah diajarkannya dalam membuat es dawet tersebut.


"Kamu hebat Put, campuran dan takarannya pas" Danang mengacungkan jempolnya kepada Putri sambil tersenyum.


"Makasih ya mas, sudah ngajarin Putri bikin es dawet" balas Putri sambil tersenyum melirik ke arah Danang.


"Coba dong mas cicipi es buatan ku ini, barang kali ada yang kurang?" Putri memberikan es buatannya sendiri kepada Danang.


Lalu Danang menerima es tersebut dan mencicipinya, Danang tersenyum melirik ke Putri dan mengacungkan jempolnya.


"Mantap Put, lebih enak dari buatanku" Danang memuji es buatan Putri dan terus memakannya sampai habis.


"Loh kok dihabiskan sih, buat Putri mana?" Putri pura-pura cemberut karena es buatannya dihabiskan oleh Danang, padahal dihatinya merasa senang.


"Kamu buat lagi yah cantik" ucap Danang sambil menjawil dagu milik Putri.

__ADS_1


"Iya deh aku buat lagi" Putri lalu membuat es dawet lagi dengan hati yang gembira dan tersenyum sendiri.


Putri dengan cepat membuat lagi es dawet, Danang hendak mengambilnya tapi dicegah oleh Putri.


"Eits jangan diambil, ini buat aku hehehe" ucap Putri sambil cengengesan dan langsung memakannya.


"Minta sedikit dong Put" Danang yang masih kurang dengan es buatan Putri meminta lagi


"Tadi kan udah mas, kalau masih kurang bikin aja sendiri heheh" balas Putri sambil cengengesan meledek Danang.


"Semakin laris dagangan kamu mas, kamu kumpulkan uangnya untuk memperbesar usaha kamu mas" ucap Putri kepada Danang dan memberikan saran dukungan untuk mengembangkan usahanya Danang.


"Makasih sarannya Put, kamu emang pinter dan cerdas" jawab Danang lalu melirik Putri dengan senyuman manisnya.


"Sama-sama, aku juga ikut senang kalau usaha kamu semakin maju mas" Putri berkata sambil tersenyum melirik ke arah Danang.


"Nanti malam kamu ada acara gak Put?" Danang ingin mengajak Putri jalan-jalan mumpung besok hari minggu.

__ADS_1


"Gak ada kayaknya, emang mau kemana mas?" Jawab Putri dan balik nanya kepada Danang.


"Mau ngajak kamu jalan-jalan, apa boleh?" Danang tersenyum melirik Putri.


"Kamu pamit sama Ibuku boleh gak, kalau gak boleh ya aku gak bisa ikut mas" Putri menyuruh Danang untuk pamit kepada Ibunya kalau mau mengajak dirinya keluar jalan-jalan.


"Oke nanti malam aku akan bicara sama Ibu kamu" jawab Danang yang semangat mau mengajak Putri untuk jalan-jalan.


"Mau mampir gak?" Putri bertanya kepada Danang apakah dia mau mampir dulu apa langsung pulang.


"Nanti malam aja kita ketemu dan jalan-jalan oke" Danang menolak secara halus karena nanti malam juga ketemu lagi, ceritanya mau kencan nih.


"Oke nanti malam Putri tunggu, kita berpisah disini aja mas, kan jalan kerumahku kesana" Putri membalas dan mereka berdua berpisah di tempat itu karena arah rumah mereka berdua berbeda jalur.


Danang mendorong gerobak es tersebut dengan hati yang gembira sambil bersiul, tak lama kemudian Danang akhirnya sampai di rumahnya, setelah membereskan barang-barang lalu Danang bergegas untuk mandi karena badannya sudah lengket dengan keringat.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2