Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
*22* Melihat mobil


__ADS_3

#Mohon dukung dan follow, jangan lupa kasih bintang lima, Terimakasih#


Putri lalu menceritakan kejadian tadi waktu membantu Danang jualan dan bertemu dengan Susi, lalu Marsa menepuk pundak Putri dan tertawa "kamu cemburu?".


"Lu suka sama Danang kan, kalau lu gak suka, lu gak bakalan cemburu kayak gini Put?" Marsa terus menanyakan kepada Putri.


"Entahlah Sa, aku juga tidak tahu tentang perasaan ini?" Ucap Putri yang masih cemberut.


"Berarti lu emang suka sama Danang Put, tanyakan pada hati lu?" Ucap Marsa lalu menepuk pundak Putri lagi. Marsa terus memberikan semangat kepada Putri untuk menggapai cintanya.


Setelah kuliah selesai lalu Putri berjalan keluar dan melirik ke tempat Danang jualan, ternyata Danang sudah tidak ada ditempatnya.


Putri bertanya kepada mang Asep ternyata Danang sudah pulang duluan, karena di jemput wanita yang pake mobil. Hati Putri semakin panas mendengar Danang di jemput wanita tersebut.


__ADS_1


Putri berjalan menuju ke rumahnya Danang, semakin cepat Putri melangkahkan kakinya akhirnya Putri sampai di depan rumahnya Danang dan dilihatnya ada sebuah mobil warna hitam. "Sepertinya mobil itu milik perempuan yang tadi siang membeli es?" Gumam Putri bertanya kepada dirinya sendiri.


Pengawal Yang berada di dalam mobil lalu menelfon Susi memberi info kalau ada wanita didepan rumahnya kakaknya. Susi lalu memberi tahu kepada kakaknya kalau didepan ada Putri.


Putri lalu berjalan keluar dari pekarangan rumah Danang, hendak menuju ke rumahnya, lalu tangan Putri ada uang memegangnya, "mau kemana Put?" Ucap Danang sambil memegang tangan Putri.


"Urus aja perempuan itu mas, aku mau pulang?" Balas Putri sambil cemberut.


"Aku akan jelaskan semuanya kepada kamu Put? Ayo masuk?" Ajak Danang kepada Putri sambil terus memegangi tangan Putri.


"Udah lah mas, aku cuma anak dari orang miskin! Kamu urus saja perempuan yang kaya itu?!" Putri terus cemberut hendak pulang tapi Danang terus menahannya.


Putri terpaksa mengikutinya walaupun hatinya tidak mau ikut lantaran ada perempuan tersebut, setelah mereka masuk lalu Danang mengenalkan Putri kepada adiknya.


"Kenalkan ini Susi, dia adalah adik kandungku Put?" Danang mengenalkan Putri kepada Susi dan menjelaskan kalau Susi adalah adiknya.

__ADS_1


"Iya kak aku adalah adiknya kak Danang, kak Putri gak usah cemburu gitu dong?" Ucap Susi sambil memegang tangan milik Putri.


"Bener kamu adiknya mas Danang?" Putri masih belum yakin bahwa Susi adalah adiknya Danang.


"Bener kak, aku adiknya? Udah jangan cemburu kayak gitu? Kasian kak Danang nanti gak bisa tidur hehehe..." Balas Susi sambil tersenyum cengengesan menggoda Putri. "Lihat aja wajah kami? Mirip kan?".


"Maaf kan aku, yang telah berburuk sangka kepada kamu Sus?" Putri minta maaf kepada Susi.


"Iya kak, aku sudah maafin kok, ayo kita duduk?" Susi mengajak Putri untuk duduk.


"Maafin aku mas, karena aku sudah cemburu?" Putri minta maaf kepada Danang.


"Aku udah maafin kamu Put, mumpung kita lagi kumpul, ayo kita buat rujak lutis mau gak?" 


"Emang kamu punya bahan-bahannya mas?" Putri bertanya kepada Danang.

__ADS_1


"Tenang aja kak, aku akan menyuruh Pak Rojak untuk membeli buah-buahan" ucap Susi sambil tersenyum melirik Putri. Lalu Susi keluar dan menyuruh Pak Rojak untuk membeli buah-buahan.


*Bersambung*


__ADS_2