Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
Perhatian dengan Putri


__ADS_3

#Dukung terus novel ini supaya author lebih semangat berkarya dan menulis. Terimakasih#.


Mereka berdua mengobrol sambil menunggu Putri bangun, lalu Danang keluar sebentar untuk membeli makanan dan cemilan untuk mereka bertiga, setelah itu Danang kembali ke ruang inap tersebut dan memberikan nasi bungkus untuk adiknya.Danang dan Susi lalu memakan nasi bungkus tersebut dengan lahap.


"Mas Danang jangan tinggalkan aku? Aku sangat mencintaimu mas? Suara dari Putri yang masih tidur, Susi dan Danang lalu menoleh ke arah Putri yang masih tidur.


"Tuh dengerin kak? Kak Putri sangat mencintai kak Danang? Tidur aja masih ingat sama kakak?" Ucap Susi kepada kakaknya sambil tersenyum melirik Putri yang masih tidur.


Danang lalu menghampiri Putri dan mengelus rambut hitam miliknya "kamu harus cepat sembuh Put" ucap Danang lirih sambil tersenyum sendiri.


Putri yang merasakan sentuhan lembut dari tangannya Danang lalu berlahan membuka matanya "mas Danang?" Gumam lirih Putri sambil tersenyum kepada Danang.


"Kamu istirahat saja dulu? Mau minum?" Danang menyuruh Putri untuk istirahat lalu memberikan minuman kepada Putri.


"Makasih mas, apa kamu terluka?" Ucap Putri lalu bertanya tentang keadaan Danang.


"Aku baik-baik saja sayang" jawab Danang sambil mengelus rambut Putri, "apa kakimu masih sakit?".

__ADS_1


"Sedikit perih mas" Putri menjawab dengan anggukan kepala.


"Kamu mau makan? Tadi aku beli makanan dan cemilan?" Ucap Danang sambil terus mengelus rambut hitam milik Putri.


"Masih kenyang mas, kamu beli cemilan apa?" Putri menjawab dan bertanya cemilan apa yang dibeli oleh Danang tersebut.


"Sus bawa cemilannya kemari?" Danang menyuruh Susi untuk membawakan cemilan tersebut.


Susi lalu membawakan cemilan tersebut lalu kembali melanjutkan makannya yang belum habis. Danang lalu menyuapkan cemilan tersebut kepada Putri "enak ini mas" ucap Putri sambil mengunyah cemilan tersebut.


"Jangan kebanyakan nyemil kak ntar gemuk" celetuk Susi yang masih makan.


"Kamu mau buah?" Danang bertanya kepada Putri sambil memegang buah apel.


"Iya mas" Putri menjawab dan menganggukan kepalanya.


Setelah Danang mengupas buah apel tersebut lalu menyuapi irisan buah apel itu kepada Putri, Danang terus menyuapi Putri sampai buah apel itu habis.

__ADS_1


"Kamu juga makan dong, mas?" Putri menyuruh Danang untuk makan.


"Sudah tadi bareng sama Susi" jawab Danang sambil tersenyum kepada Putri.


"Tok, tok, tok, permisi?" Suara suster yang akan memeriksa kondisi pasien.


"Masuk Sus" Danang menyuruh suster tersebut untuk masuk.


Suster itu lalu masuk dan memeriksa kondisi tubuh Putri dan memberikan suntikan antibiotik kepada Putri supaya luka di kakinya cepat kering dan sembuh. Setelah itu lalu suster tersebut pamit untuk keluar dari ruangan itu.


Sedangkan di rumah mewah, Melisa sedang marah kepada salah satu dari anak buahnya yang berhasil melarikan diri "kalian semua bodoh dan tidak becus!, Menjalankan satu misi saja gagal!" Bentak Melisa yang sedang marah kepada salah satu dari anak buahnya.


"Kalau sampai teman kalian yang tertangkap buka mulut? Kalian semua akan aku singkirkan, paham!!" Melisa masih memarahi anak buahnya sambil melototkan matanya ke arah mereka.


"Paham bos, maaf karena kami telah gagal" ucap dari salah satu anak buahnya tersebut.


"Sekarang kalian pergi dari sini!?" Melisa menyuruh mereka untuk pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Anak buahnya lalu pergi meninggalkan Melisa sendiri.


*Bersambung*


__ADS_2