Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
*14* Tamu misterius


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu dan kasih bintang lima, Terimakasih#.


Danang lalu mencoba menghubungi lagi "nomor yang anda tuju sedang tidur, nut, nut, nut" lalu Danang bangkit dan berjalan menuju ke depan rumahnya dan duduk di kursi yang ada di depan rumahnya sambil menikmati suasana sore hari.


"Mas Danang, pinjam setrikanya dong, punyaku rusak?" Ucap tetangga sebelah yang ingin minjam setrika.


"Tunggu sebentar yah Bu? Aku ambil di dalam" Danang menyuruh Ibu itu untuk menunggu, lalu Danang masuk dan mengambil setrika tersebut.


"Ini Bu" Danang lalu memberikan setrika tersebut kepada tetangganya itu.


"Makasih mas, nanti kalau sudah selesai aku kembalikan" balas Ibu itu dan pergi meninggalkan Danang.


Danang masuk kedalam rumahnya dan menutup pintu lalu berjalan menuju ke kamar


"Tok, tok, tok" suara pintu diketok dari luar, Danang lalu berjalan menuju ke pintu dan membukanya.


"Siapa kamu?" Danang bertanya kepada orang tersebut yang memakai topi dan penutup wajah, lalu orang itu langsung melayangkan tinjunya kearah Danang "wushh" , Danang bergeser ke belakang untuk menghindari serangan tersebut.

__ADS_1


"Hey...siapa kamu sebenarnya?" Bentak Danang kepada orang tersebut.


Orang itu langsung melompat dan melayangkan kakinya ke wajah Danang "wushh, wushh, wushh " Danang hanya menangkis serangan tersebut "wushh, plak, plak, plak".


Orang itu menyerang Danang secara berturut-turut "wushh, wushh, wushh, wushh, bughh, sreeet, wushh, wushh" Danang menangkis dan memutar badannya "wushhh, plak, plak, plak, dugh, bugh, srakk".


Sedangkan Putri yang ada di kamarnya merasa gelisah dan tidak tenang, Putri berjalan mondar mandir, entah apa yang sedang dirasakannya, lalu keluar dari kamar dan menemui Ibunya yang sedang menonton TV.


"Bu.." lalu Putri berjalan mondar mandir


Putri duduk di samping Ibunya dan bangkit lagi mondar mandir tak karuan "entahlah Bu, perasaanku gak tenang, selalu gelisah" jawab Putri sambil terus mondar mandir tak karuan.


"Ada apa nak? Duduk dulu dan ceritakan sama Ibu, ayo duduk" Bu Fatimah menyuruh Putri untuk duduk dan menceritakan apa yang sedang terjadi, Putri lalu duduk di samping Ibunya.


"Tenangkan dirimu dulu baru kamu ceritakan sama Ibu" Bu Fatimah menyuruh Putri untuk menenangkan dirinya sambil mengelus punggung milik Putri.


"Coba kamu ceritakan sama Ibu, apa yang sedang terjadi" ucap lembut Bu Fatimah menyuruh Putri untuk menceritakan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Entahlah Bu, perasaanku gak tenang selalu was-was ada apa ya Bu, kenapa perasaanku begini?" Putri menceritakan perasaannya sendiri yang tidak tenang dan was-was.


"Aku selalu terbayang mas Danang seakan aku mau ditinggalkan" Putri berkata sambil memegang kedua tangan Ibunya.


"Oh gitu, kirain ada apa'an, sampai kamu mondar mandir tak karuan" Bu Fatimah lalu tersenyum dan mengelus rambut hitam milik anaknya.


"Ada apa yah Bu? Apa yang terjadi dengan mas Danang?" Putri bertanya kepada Ibunya mengenai Danang.


"Coba kamu telfon, biar kamu tenang dan gak was-was lagi" Bu Fatimah menyuruh Putri untuk menelfon Danang.


Lalu Putri mencari nomor Danang dan meneleponnya "nut, nut, nut, nut, nut, nut" , lalu mencoba kembali menghubungi Danang "nut..nut...nut...nut...nut".


"Gak diangkat Bu, gimana dong Bu?" Rengek Putri supaya Ibunya memberikan solusi kepadanya.


"Barang kali lagi sibuk atau sedang mengendarai motor, besok kamu temuin dia" ucap Bu Fatimah kepada Putri.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2