
#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#
Sore hari di rumah Melisa telah berkumpul lima orang jawara yang tangguh sedang menunggu kedatangan Melisa.
"Gimana nih bos kita sampai sekarang belum datang?" Ucap salah satu jawara tersebut kepada teman-temannya.
"Bentar lagi bos kita akan sampai di sini, kamu sabar dulu?" Jawab ajudan yang dipercaya oleh Melisa.
"Sampai kapan? Kami sudah menunggu satu jam lebih?" Sahut dari temannya jawara tersebut.
Tak lama kemudian mobil Melisa datang, setelah diparkirkan lalu Melisa bergegas masuk kedalam rumahnya.
"Maaf aku telat, ada sedik kendala tadi di jalanan" ucap Melisa sambil duduk di kursi.
"Mereka sudah tak sabar menunggu bos datang " sahut dari ajudannya sambil menunjuk ke arah lima jawara tersebut.
"Oh baiklah, mari kita mulai? Perkenalkan nama saya Melisa, saya butuh bantuan kalian semua untuk menangkap seseorang" Melisa memperkenalkan dirinya kepada lima jawara tersebut.
__ADS_1
"Mana foto target kami bos?" Celetuk salah satu dari lima jawara tersebut.
"Ini fotonya, kalian harus berhasil membawa dia ke tempat yang sudah aku sediakan, mengerti?!" Ucap Melisa sambil menunjukkan sebuah foto kepada mereka.
"Siap bos" balas salah satu dari lima jawara tersebut lalu mereka berlima melihat orang yang ada di dalam foto tersebut.
"Ini uang muka buat kalian, sisanya nanti setelah kalian berhasil menjalankan tugas" Melisa lalu memberikan sebuah amplop berwarna coklat yang berisi uang.
"Tentang aja bos, kami secepatnya akan membawa orang itu kehadapan bos" jawab jawara tersebut sambil menerima amplop yang berisi uang tersebut.
"Mengerti bos" jawab jawara tersebut sambil tersenyum kepada Melisa.
"Sekarang kalian boleh pergi" ucap Melisa kepada lima jawara tersebut sambil tersenyum sinis.
Lima jawara tersebut lalu meninggalkan tempat tersebut dan bergerak untuk menjalankan tugasnya,
Danang menjemput Putri untuk mengajak makan malam bersama, mereka berdua lalu menuju ke sebuah restoran, setelah sampai lalu mereka berdua masuk dan memesan makanan, sambil menunggu pesanan datang mereka berdua mengobrol sambil bercanda.
__ADS_1
Di meja yang tak jauh dari mereka ada dua orang yang sedang mengawasinya, diluar restoran sedang terjadi keributan, ada seseorang yang memaksa untuk masuk tapi di cegah oleh security.
"Hei bung, kamu tidak diperbolehkan masuk ngarti gak!" Ucap security tersebut sambil membentak pemuda yang memaksa untuk masuk kedalam restoran.
"Kenapa aku tidak boleh masuk? Sedangkan ini restoran tempat orang yang ingin mengisi perutnya, biarkan saya masuk!? Aku sudah lapar banget tau?!" Pemuda itu berbicara sambil melotot kearah security tersebut.
"Hei ini restoran tempat makan orang kaya, sedangkan kamu? Celana aja sobek-sobek dan bawa gitar lagi!, Sana pergi!?" Security tersebut terus menghalangi pemuda tersebut supaya tidak masuk ke dalam restoran itu sambil membentaknya.
"Bodo amat!, Mau pakai celana sobek, mau pakai handuk kek, awas aku sudah lapar!?" Pemuda itu terus memaksa untuk masuk ke dalam.
Lalu manager restoran tersebut menghampiri security yang sedang menghalangi pemuda itu, "ada apa ribut-ribut?" Pak manager bertanya kepada security tersebut.
"Pemuda ini Pak memaksa untuk masuk, lihat pakaiannya saja menjijikkan" jawab security tersebut sambil menunjuk ke arah pemuda itu.
"Hei pengemis cepat pergi dari sini!?" Bentak Pak manager itu kepada pemuda tersebut, sambil menunjuk-nunjuk ke wajah pemuda itu.
*Bersambung*
__ADS_1