Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
Di rumah sakit


__ADS_3

#Dukung terus novel ini supaya author lebih semangat berkarya dan menulis. Terimakasih#.


Setelah Danang sampai di tempat teman-temannya yang berkelahi dengan kelompok yang mengikuti dirinya, Danang menyuruh Susi untuk membawa Putri ke rumah sakit, lalu Danang membantu temannya dan melayangkan tinjunya kearah musuh "wushh, bughh, bughh, plak" Danang berhasil melumpuhkan satu orang.


"Siapa yang menyuruh kalian?!" Bentak Danang kepada orang tersebut.


"Aku tidak akan memberitahu mu.." orang itu menjawab sambil menahan perutnya yang masih sakit.


"Baiklah kalau kamu tidak memberitahu, rasakan ini?!" Danang lalu menginjak perut orang tersebut "wushh, dughh, dugghhh".


"Cepat tangkap mereka semua dan bawa ke markas?!" Danang menyuruh temannya untuk menangkap kelompok tersebut dan membawanya ke markas.


"Siap bos" jawab salah satu dari temannya Danang lalu mereka menangkap kelompok tersebut dan membawanya ke markas.


Danang dan teman-temannya lalu membawa kelompok tersebut ke markas dengan menggunakan mobilnya. Sedangkan Putri baru saja sadar dari pingsannya dan perlahan membuka matanya.


"Dimana aku?" Gumam Putri yang melihat ruangan tersebut dan melihat dirinya sedang di infus.


"Kak Putri sudah sadar, istirahat aja dulu kak jangan banyak bergerak" Susi berkata sambil mendekati Putri yang berada di ranjang rumah sakit.

__ADS_1


"Sus aku dimana? Dimana mas Danang?" Putri bertanya kepada Susi dan menanyakan keberadaan Danang.


"Kakak sedang ada di rumah sakit dan kak Danang baik-baik saja, kak Putri mau minum?" Susi menjawab dan menjelaskan kepada Putri dan menawarkan minuman.


Putri hanya menganggukan kepalanya lalu Susi memberikan minuman kepada Putri dan menyuapi bubur yang diberikan oleh pihak rumah sakit tersebut.


"Sudah Sus, aku sudah kenyang" Putri menyuruh Susi untuk tidak menyuapinya lagi karena merasa sudah kenyang.


"Ini masih kak, ayo dihabiskan?" Susi menyuruh Putri untuk menghabiskan bubur tersebut.


"Sudah kenyang Sus" jawab Putri sambil menggelengkan kepalanya.


"Makasih ya Sus?" Ucap Putri berterimakasih kepada Susi.


"Iya kak sama-sama, ya udah kakak istirahat yah?" Susi tersenyum kepada Putri.


Setelah Susi membantu Putri untuk minum obat lalu Putri beristirahat, tak lama kemudian Danang pun datang dan masuk ke dalam. Susi menarik tangan kakaknya dan menyuruh untuk duduk di kursi.


"Kak Putri baru saja istirahat jangan di ganggu dulu?" Susi menyuruh Danang untuk tidak menggangu Putri yang baru saja istirahat.

__ADS_1


"Gimana kondisi Putri?" Danang menanyakan kondisi Putri kepada Susi.


"Hanya luka ringan di kakinya mungkin karena tertindih sepeda motor itu" Susi menjelaskan kepada kakaknya mengenai kondisi Putri.


"Kakak merasa bersalah kepada Putri, karena kakak tidak bisa menjaganya" Danang berkata dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Sudahlah itu bukan salah kakak, yang penting kak Putri selamat" ucap Susi sambil mengelus punggung milik kakaknya.


"Makasih ya kamu datang tepat waktu, kau memang adikku yang jagoan" Danang berterimakasih kepada Susi dan tersenyum kepadanya.


"Aku kan yang ngajarin bela diri kak Danang, jadi gak perlu berterima kasih kepadaku" balas Susi yang memuji kakaknya, karena sudah mengajari seni bela diri semenjak SMP.


"Putri sudah minum obat belum?" Danang bertanya kepada adiknya.


"Sudah kak, tadi sehabis makan bubur " jawab Susi dan tersenyum tipis melirik Putri yang sedang tidur. "Kak Putri emang cantik pantas bersanding dengan kak Danang, hehehe..". Susi meledek kakaknya sambil tersenyum.


"Kamu doa'in aja supaya kami berjodoh sampai kakek nenek?" Danang berkata sambil tersenyum melirik adiknya.


"Iya kak pasti aku selalu berdoa untuk kalian berdua" jawab Susi kepada kakaknya.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2