
#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#.
Setelah Bu Fatimah meninggalkan mereka, lalu Danang dan Putri melanjutkan makan mie ayam tersebut, mereka berdua saling curi pandang dan tersenyum sendiri.
"Kenapa harus curi-curi pandang sih, tinggal lihat wajahku aja sampai kamu bosan dan gratis gak bayar kok" akhirnya Danang membuka suara memecah keheningan karena mereka saling curi-curi pandang.
"Siapa yang curi-curi pandang? Aku cuma lagi lihatin sapu yang ada di belakang kamu tuh, kenapa dari tadi gak gerak-gerak yah?" Balas Putri sambil menunjuk ke arah sapu yang ada di belakang Danang, menutupi malu karena ketahuan sedang mencuri pandang.
"Alasan, mana ada sapu bisa bergerak sendiri Put? Itu cuma alibi kamu aja karena ketahuan sedang mencuri pandang kepadaku" ucap Danang yang mengerti kalau itu cuma alasan Putri karena ketahuan.
"Kali aja sapu itu bisa gerak dan memukul kamu dari belakang hehehe..." Putri berkata sambil tersenyum cengengesan kepada Danang.
"Hah...mana bisa gitu Put? Kamu lagi kesambet apa belum minum obat Put?" Danang berkata lalu menempelkan tangannya di kening milik Putri, "gak panas keningnya".
"Yeh siapa yang kesambet mas, aku juga gak sakit, atau jangan-jangan kamu mas yang kesambet hehehe..." Balas Putri sambil tersenyum cengengesan kepada Danang.
"Mana ada aku kesambet Put, setan di taman gak mau sama aku, maunya sama wanita cantik" Danang meledek Putri.
__ADS_1
"Apa'an sih mas, jangan bilang gitu loh, nanti aku kesambet beneran gimana ayo?" Putri lalu menepuk lengannya Danang karena dirinya takut.
"Takut yah, hahaha..." Danang masih menjahili Putri dan tertawa.
"Bu...nih mas Danang nakal?" Ucap Putri memanggil Ibunya.
"Gak Bu, aku gak nakal kok" balas Danang membela dirinya sendiri.
Bu Fatimah yang melihat mereka berdua hanya tersenyum sendiri karena anaknya seperti anak kecil yang suka mengadu kalau sedang dijahili temannya.
"Tuh dengerin, ayo kita makan lagi" mereka berdua lalu melanjutkan makannya sampai habis.
Setelah mereka selesai makan lalu Putri membawa mangkok yang sudah kosong tersebut ke dapur dan kembali duduk di sampingnya Danang.
"Besok kan hari minggu, lalu mas jualannya dimana?" Putri bertanya kepada Danang, mau jualan di mana, karena besok hari libur.
"Biasanya setiap hari minggu aku keliling dunia untuk berjualan" Danang menjawab pertanyaan dari Putri sambil menjahili.
__ADS_1
"Hah! Keliling dunia, ngawur kamu mas, kaki kamu gempor dong" Putri lalu menepuk pundak Danang.
"Ya udah gak jadi keliling dunia, besok aku akan keliling di hati kamu" ucap Danang sambil tersenyum menggoda Putri.
"Main pantun, apa lagi gombalin nih?" Putri tersenyum dan mencubit lengannya Danang
"Kamu suka banget cubit aku sih Put?" Danang berkata dengan raut wajah yang memelas kepada Putri.
"Habisnya kamu kalau bicara asal ceplos aja sih, mau aku cubit lagi?" Ucap Putri lalu mau mencubit Danang lagi.
"Bu... Putri nakal nih mau cubit aku?" Danang memanggil Bu Fatimah hanya untuk bercanda dengan Putri.
"Masa lapornya sama Ibu aku sih?" Ucap Putri sambil melotot kearah Danang.
Mereka berdua saling canda tawa bersama dan saling jahil
*Bersambung*
__ADS_1