
#Dukung terus yah, supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini, jangan lupa follow dan kasih bintang lima. Terimakasih#.
Bu Ratna menanyakan Putri, karena ia belum tahu kalau Putri bekerja di perusahaan miliknya tersebut.
"Iya Mah, aku yang memasukkan Putri kedalam perusahaan kita, tapi Putri belum tahu kalau perusahaan itu milik kita?" Danang menjawab sambil menjelaskan kepada Ibunya.
"Kenapa kamu gak bilang nak?" Bu Ratna masih bertanya kepada Danang sambil menggelengkan kepalanya.
"Belum saatnya Mah, nanti kalau sudah waktunya aku pasti akan menceritakan semuanya kepada Putri" Danang menjawab sambil memegang tangan Ibunya.
"Ya sudah terserah kamu saja" Bu Ratna lalu mengusap kepala anaknya sambil tersenyum.
Mereka terus mengobrol sampai larut malam dan akhirnya mereka semua lelah lalu masuk ke dalam kamarnya masing-masing dan tidur nyenyak.
Keesokan harinya Danang dan keluarganya sudah siap untuk menjenguk Putri di rumah sakit "gimana sudah siap semuanya belum?" Danang bertanya kepada keluarganya.
"Sudah nak ayo kita masuk ke mobil." Balas Pak Bambang kepada Danang.
Mereka berempat lalu masuk ke dalam mobilnya dan Danang segera menjalankan mobil tersebut menuju ke rumah sakit.
"Nak kita beli buah-buahan dulu? Nanti mampir ke supermarket?" Bu Ratna menyuruh Danang untuk mampir ke supermarket untuk membeli buah-buahan. Tak butuh lama setelah mereka membeli buah-buahan akhirnya sampai juga di rumah sakit.
__ADS_1
Mereka berjalan menelusuri lorong-lorong dan akhirnya sampai di depan pintu kamar inap tersebut, lalu Danang mengetok pintu dan dibuka oleh Bu Fatimah dan menyuruh mereka semua untuk masuk. "Ayo masuk?".
"Ini Bu ada sedikit buah-buahan?" Susi berkata lalu menyodorkan buah tersebut kepada Bu Fatimah.
"Makasih ya udah repot-repot bawa oleh-oleh" balas Bu Fatimah sambil tersenyum kepada Susi.
"Fatimah? Kamu Fatimah kan?" Ucap Bu Ratna kepada Bu Fatimah.
"Kamu? Ratna..aku Fatimah" mereka berdua lalu berpelukan.
"Mamah kenal dengan Bu Fatimah?" Tanya Susi kepada Ibunya.
"Bu Fatimah adalah Ibunya kak Putri Mah" Susi memberitahu kepada Ibunya mengenai Bu Fatimah.
"Jadi Putri anak kamu Fat?" Tanya Bu Ratna kepada Bu Fatimah.
"Iya Rat, Putri adalah anakku" jawab Bu Fatimah sambil tersenyum kepada Bu Ratna.
"Baguslah kalau begitu" ucap Bu Ratna lalu tersenyum kepada Danang.
"Ayo silahkan duduk? Kenapa berdiri saja?" Bu Fatimah menyuruh mereka untuk duduk.
__ADS_1
Bu Fatimah dan Bu Ratna lalu menghampiri Putri disusul dengan Danang dibelakangnya,
"Calon mantu Mamah gimana kabarnya?" Tanya Bu Ratna kepada Putri.
Putri lalu hendak duduk tapi ditahan oleh Danang "udah kamu berbaring saja?" Ucap Danang sambil memegang kedua pundak Putri.
"Udah mendingan Bu?" Jawab Putri sambil tersenyum kepada Bu Ratna.
"Jangan panggil Ibu, panggil Mamah aja seperti Danang memanggil Mamah?" Bu Ratna menyuruh Putri untuk memanggilnya Mamah saja.
"I..ya Bu..eh Mah" jawab Putri yang terbata-bata karena malu kepada Bu Ratna.
"Kenalkan ini Papahnya Danang?" Bu Ratna mengenalkan Pak Bambang kepada Putri.
"Halo Pah.." jawab Putri sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Pak Bambang.
"Halo juga Put" jawab Pak Bambang sambil berjabatan tangan dengan Putri.
Mereka semua mengobrol dengan gembira, Bu Ratna juga senang bisa berjumpa dengan teman SMA-nya dulu, lalu Bu Ratna mengupas buah dan menyuapi Putri, Danang yang melihat hanya tersenyum sendiri.
*Bersambung*
__ADS_1