Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
*18* Takut kecoa


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#


Putri penasaran siapa orang yang telah memotret mereka berdua, kenapa orang itu melakukan hal itu? Siapa dia? Apa tujuan orang itu? Berbagai macam pertanyaan ada di benak Putri. "Kamu kenal orang itu gak mas?."


"Aku gak kenal Put, aku juga tidak tahu apa tujuan orang itu" Danang menjawab sambil mengusap kepalanya sendiri.


"Kamu harus hati-hati mas?" Putri sangat perhatian sama Danang lalu mengelus lengannya.


"Iya Put, udah jangan dipikirkan, aku mau buat mie rebus kamu mau gak?." Danang ingin membuat mie rebus karena merasa lapar.


"Aku bantuin mas, ayo" Putri lalu membantu Danang untuk membuat mie rebus.


Mereka berdua lalu membuat mie rebus di dapur yang minimalis, karena rumah tersebut tidak terlalu besar hanya ada dua kamar, satu kamar mandi dan dapur.


Setelah selesai membuat mie, lalu mereka berdua makan bersama, hanya nasi dan mie rebus, makanan yang nikmat menurut mereka, lain halnya dengan orang kaya. Setelah selesai makan lalu Putri mencuci piring yang kotor tersebut, sedangkan Danang mandi untuk membersihkan badannya.


Putri lalu menyapu lantai biar bersih dan menata barang-barang dan menyusun dengan rapi, Danang keluar dari kamarnya lalu mendekati Putri yang sedang membereskan barang-barang miliknya.


"Rajinnya istriku, hehehe..." Ucap Danang sambil tersenyum menggoda Putri.

__ADS_1


"Yeh..siapa bilang aku istrimu, aku cuma bantuin beres-beres aja kok" jawab Putri sambil memanyunkan bibirnya kepada Danang.


"Tapi pantas kok kamu jadi istriku" Ledek Danang sambil tersenyum melirik Putri.


"Yeh ngarep" balas Putri sambil terus membereskan barang-barang tersebut.


Putri yang sedang membereskan barang-barang langsung lari karena kakinya menyentuh kecoa, dan langsung memeluk tubuh Danang, "mas ada kecoa, aku takut"


"Sama kecoa aja takut?" Ucap Danang sambil mengelus rambut hitam milik Putri.


"Bukan takut sih, tapi cuma geli aja mas" rengek Putri yang masih memeluk tubuh Danang.


"Disitu mas" balas Putri sambil menunjuk ke arah kecoa tersebut.


"Besar mana kamu sama kecoa itu?" Danang meledek Putri.


"Ya besar aku lah, cuma geli bukan takut mas" Putri masih merengek manja kepada Danang.


"Geli apa takut?" Danang masih menjahili Putri.

__ADS_1


"Geli mas bukan takut" Putri memukul dada Danang sambil menyandarkan kepalanya.


"Udah jangan takut, ayo kita duduk? Apa masih mau berpelukan begini saja? Danang masih meledek Putri.


Putri lalu melepaskan pelukannya dan duduk di kursi sambil terus melirik ke arah kecoa tersebut, "tuh masih ada mas? Kamu buang dulu kecoa itu mas".


"Iya..iya...aku buang kecoanya" lalu Danang berjalan menghampiri kecoa tersebut dan mengambilnya.


Danang mengangkat kecoa tersebut dihadapan wajah Putri, "nih kecoanya".


Putri langsung berlari dan bersembunyi di belakang Danang, "buang mas, buang sana?". Lalu Danang membuang kecoa tersebut keluar dari rumah. Lalu kembali masuk dan mencuci tangannya.


Danang lalu duduk di sampingnya Putri dan membelai rambut milik Putri yang masih harum.


"Udah dibuang, ayo sini?" Lalu Danang menyandarkan kepalanya Putri di dada miliknya sambil mengelus rambut hitam milik Putri.


Mereka berdua mengobrol sambil menikmati suasana sore hari di rumah Danang, Putri masih menyandarkan kepalanya di dada milik Danang, sedangkan tangan Danang masih setia membelai rambut milik Putri.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2