
#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima. Terimakasih#.
Putri masih penasaran dengan Danang, siapa dia sebenarnya? Kenapa menyuruh orang untuk mengawal ku? Itu yang ada dibenak Putri, mungkin suatu saat akan menanyakan hal itu kepada Danang. Lalu Putri melihat jam tangannya.
"Waduh aku terlambat nih?" Gumam Putri yang masih didengar oleh Pak Aris.
"Kalau Non Putri mau? Non bisa naik mobil yang sudah disediakan oleh tuan muda Danang?" Ucap Pak Aris memberikan solusi supaya Putri tidak terlambat masuk kantor.
"Oke mana mobilnya? Daripada aku terlambat lebih baik naik mobil?" Ucap Putri sambil menggerutu sendiri. Lalu Pak Aris menyuruh mobil yang dibelakang mereka untuk maju.
"Ayo Non silahkan masuk?" Pak Aris menyuruh Putri untuk segera masuk ke dalam mobil tersebut.
Setelah Putri masuk lalu mobil itu melesat menuju ke perusahaan Lisan Jaya dimana Putri bekerja di perusahaan tersebut. Sesampainya mereka di perusahaan itu lalu Putri bergegas turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor itu, Danang yang melihat dari kejauhan hanya tersenyum sendiri melihat Putri yang tergesa-gesa masuk kedalam kantor, lalu mengacungkan jempolnya kepada dua orang bodyguard tersebut.
__ADS_1
Danang menyamar menjadi cleaning servis di perusahaan tersebut untuk mencari tahu siapa dibalik penggelapan dana perusahaan. Setelah Danang berganti pakaian lalu mengambil alat pel dan ember yang berisi air, lalu Danang mengepel lantai.
"Mas buatkan kopi susu dua dan bawa keruangan ini?" Ucap Pak Bandot menyuruh Danang untuk membuatkan kopi.
"Iya Pak" jawab Danang lalu pergi untuk membuat kopi yang dipesan oleh Pak Bandot tersebut.
Danang membuatkan kopi susu tersebut di dapur perusahaan itu lalu bertemu dengan sesama cleaning servis "kopi buat siapa?" Tanya cleaning servis itu.
"Buat Pak Bandot" jawab Danang sambil tersenyum.
"Oh begitu yah" jawab Danang dengan senyuman, lalu Danang berjalan menuju ke ruangannya Pak Bandot sambil membawa kopi tersebut.
Setelah Danang sampai di depan pintu "tok, tok, tok", suara ketokan pintu dari Danang. Lalu Pak Bandot menyuruh masuk kepada Danang, "masuk" ucap Pak Bandot dari dalam ruangan tersebut. Danang lalu masuk dan meletakkan kopi tersebut di atas meja "ini Pak kopinya".
__ADS_1
"Makasih kamu boleh keluar" jawab Pak Bandot menyuruh Danang untuk keluar dari ruangan tersebut.
Danang segera keluar dari ruangan itu dan melanjutkan pekerjaannya untuk mengepel lantai. Setelah mengepel lantai satu Danang melanjutkan ke lantai dua dimana ruangan Putri bekerja, Danang mengepel lantai tersebut dan tiba-tiba ember yang berisi air di tendang oleh seorang, Danang lalu menoleh ke arah orang tersebut.
"Kalau kerja yang benar dong jangan ngelamun saja!!" Bentak orang tersebut kepada Danang.
"Maaf mbak, kaki mbak harus disekolahkan dulu biar pinter? Biar bisa lihat jalan?" Jawab Danang santai dan menyentil kelakuan wanita tersebut.
"Hei lu gak usah ngajarin gue! Kerja yang bener!?" Wanita itu terus memarahi Danang.
Putri yang mendengar keributan di luar ruangannya lalu berjalan keluar dan melihat pertikaian mereka berdua "ada apa ini? Kenapa kalian ribut di depan ruanganku?"
"Tuh cleaning servis baru, kerjanya gak becus!?" Ucap wanita tersebut kepada Putri sambil menunjuk ke arah Danang.
__ADS_1
Putri lalu menoleh ke arah Danang.
*Bersambung*