Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
Air mata kebahagiaan


__ADS_3

#Dukung terus yah, supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini, jangan lupa follow dan kasih bintang lima. Terimakasih#.


Susi lalu membonceng Danang dengan sepeda motornya menembus padatnya lalu lintas di malam hari, Susi melirik jam tangannya "masih sore baru jam delapan lebih lima belas menit" gumam Susi lirih.


"Bicara apa kamu Sus?" Danang bertanya kepada Susi karena mendengar suaranya tapi gak jelas.


"Malam ini kakak tidur di rumah Mamah aja? Yah?." Balas Susi sambil tersenyum kepada kakaknya.


"Oke jagoan ku" Danang menjawab sambil tersenyum melirik ke arah Susi.


Setelah mereka menempuh perjalanan cukup lama akhirnya mereka berdua sampai di rumahnya, Susi lalu menggandeng tangan kakaknya dan berjalan masuk kedalam rumahnya.


"Mah? Lihat siapa yang aku bawa?!" Susi berteriak memanggil mamahnya.


Bu Ratna dan Pak Bambang yang sedang nonton TV langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke ruang tamu "siapa yang teriak-teriak Mah?" Tanya Pak Bambang kepada istrinya.


"Sepertinya Susi Pah" jawab Bu Ratna kepada suaminya.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan menuju ke ruang tamu dan dilihatnya Susi bersama dengan Danang.


"Mah, Pah, lihat siapa ini?" Susi berkata kepada orang tuanya sambil menunjuk ke Danang.


"Danang?" Ucap Pak Bambang lalu berjalan dan langsung memeluk anaknya tersebut.


Bu Ratna juga menyusul suaminya "anakku yang tampan? Sini nak Mamah ingin peluk kamu?" Ucap Bu Ratna sambil meneteskan air mata bahagia.


Danang langsung memeluk Ibunya dan ikut meneteskan air mata bahagia, keduanya saling berpelukan meluapkan rasa rindu yang sudah lama di pendam. Susi ikut merangkul keduanya dan juga ikut nangis karena merasa senang dan bahagia, Pak Bambang juga merangkul mereka semua, rindu yang selama ini terpendam akhirnya terobati dengan kehadiran Danang di tengah-tengah mereka.


Mereka semua menangis dalam kebahagiaan cukup lama, dan akhirnya Bu Ratna mencium kening anaknya "kamu sudah makan nak?".


"Sudah Mah, tadi dirumah sakit bersama dengan Susi." Danang menjawab sambil tersenyum kepada Ibunya dan mengelus punggung adiknya.


"Siapa yang sedang sakit nak?" Tanya Bu Ratna kepada Danang.


"Kak Putri Mah yang sedang sakit" Susi yang menjawab pertanyaan dari Mamahnya dan melirik kakaknya.

__ADS_1


"Putri? Calon mantu Mamah? Kenapa dia nak?" Ucap Bu Ratna dan menanyakan kenapa dengan Putri.


Danang lalu memberitahu kejadian yang telah menimpa dirinya dan Putri, Pak Bambang tampak geram ketika mendengar siapa pelakunya, yang tak lain adalah Melisa anak dari temannya.


"Besok kita jenguk Putri ya nak?" Bu Ratna mengajak mereka untuk menjenguk Putri besok pagi.


"Iya Mah" jawab Danang sambil tersenyum kepada Ibunya.


"Pah, ada orang yang berani menggelapkan dana di perusahaan kita, aku dan Putri sedang menyelidiki kasus itu Pah?" Danang menceritakan tentang penggelapan dana di perusahaan miliknya.


"Kurang ajar! Siapa orang itu? Kamu tetap menyelidiki kasus ini sampai tuntas dan menemukan orang yang telah berani bermain dengan kita?!" Jawab Pak Bambang dengan mengepalkan tangannya.


"Iya Pah aku akan terus menyelidiki kasus ini sampai menemukan orang tersebut" ucap Danang sambil menepuk pundak Ayahnya.


"Jadi Putri bekerja di perusahaan kita nak?" Tanya Bu Ratna kepada Danang.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2