
#Sebelum membaca follow dan ikuti yah, supaya author lebih semangat untuk menulis, terima kasih#.
Lasmi terus menenangkan hati Danang sambil mengelus dada lelaki tersebut, ingatan Danang mulai bermunculan satu persatu membuat rentetan masa lalu mengenai dirinya. Ingatan tentang keluarganya dan musuh-musuh bisnisnya mulai bermuculan. Lasmi berjalan mengambil air minum dan kembali menghampiri Danang lalu memberikan minuman tersebut kepada Danang.
‘’Ini diminum dulu bang?’’ Lasmi berkata sambil menyodorkan minuman itu kepada Danang.
‘’Makasih Las’’ jawab Danang lalu meminum air tersebut sampai habis.
‘’Abang tenang dulu biar ingatan abang pulih sepenuhnya’’ ucap Lasmi menenangkan Danang sambil mengelus punggungnya.
‘’Iya Las, ingatan abang sudah pulih sepenuhnya, apa kamu menemukan handphone ku Las?’’ jawab Danang dan menanyakan handphone miliknya.
‘’Ada tapi masih bisa di hidupkan atau gak aku tidak tau bang? Sebentar aku ambilkan?’’ jawab Lasmi lalu berjalan mencari handphone tersebut dan kembali menemui Danang.
‘’Ini bang?’’ ucap Lasmi sambil menyodorkan handphone itu kepada Danang.
Danang mencoba menghidupkan handphone miliknya tapi gagal, setelah mencoba beberapa kali tapi masih tetap gagal akhirnya Danang menyimpannya, hari sudah mulai malam Lasmi mengajak Danang untuk makan malam bersama dengan kakek Brama di ruang tengah.
Setelah selesai makan bersama, Lasmi mengajak Danang untuk bermain dirumah temannya, mereka berdua berjalan beriringan sambil mengobrol lalu melewati segerombol orang yang sedang istirahat di tepi jalan itu.
__ADS_1
‘’Kak Danang!?’’ teriak Alif yang baru saja menyadari kalau orang yang lewat adalah Danang.
Alif langsung berlari mengejar Danang dan di ikuti oleh teman-temannya, ‘’kak Danang!?’’ Alif berteriak memanggil Danang lagi.
Danang yang sedang berjalan bersama Lasmi mendengar namanya di panggil-panggil, ‘’bang ada yang memanggil abang tuh? Siapa mereka bang?’’ ucap Lasmi sambil menoleh kearah Danang.
‘’Iya Las abang dengar, apa warga disini ada yang mengenal abang yah Las?’’ jawab Danang yang juga ikut menoleh kearah Lasmi.
‘’Gak tau bang, coba abang samperin mereka? Barang kali penting?’’ ucap Lasmi menyuruh Danang untuk menghampiri gerombolan tersebut yang sedang mengejarnya.
Danang menghentikan langkahnya Lasmi juga ikut berhenti, Danang menunggu orang yang memanggil namanya mendekatinya ‘’Kak Danang tunggu!?’’ teriak Alif yang berlari menghampiri Danang.
‘’Alif?’’ ucap Danang lalu memeluk Alif.
‘’Iya kak ini aku’’ balas Alif kepada Danang sambil tersenyum bahagia.
Mereka berdua sangat senang karena bisa bertemu, Alif juga sangat senang karena bisa bertemu dengan Danang, ‘’aku sudah lama mencari keberada’an kak Danang dari kemarin?’’ ucap Alif kepada Danang sambil mengusap matanya yang sudah berair meneteskan air mata kebahagia’an.
‘’Kamu tau dari mana?’’ tanya Danang kepada Alif sambil memegang kedua bahunya.
__ADS_1
‘’Aku tau dari kak Putri, kami berjumpa tak sengaja ketika kak Putri dipaksa akan dibawa oleh seorang laki-laki dan aku menolongnya?’’ jawab Alif menceritakan kejadian tentang Putri.
‘’Makasih yah kamu sudah menolong Putri’’ balas Danang sambil menepuk pundaknya Alif.
‘’Iya kak itu sudah kewajiban setiap manusia untuk saling tolong menolong? Kak Putri sangat sedih dengan hilangnya kak Danang?’’ ucap Alif menjelaskan tentang kondisi Putri.
‘’Ini siapa kak?’’ tanya Alif sambil menunjuk kearah Lasmi.
‘’Dia dan kakeknya yang telah menolongku, kenalkan ini Lasmi?’’ jawab Danang sambil mengenalkan Lasmi kepada Alif.
‘’Alif’’ ucap Alif sambil menjulurkan tangannya kepada Lasmi.
‘’Lasmi’’ balas Lasmi dan menjabat tangannya Alif.
‘’Kalian mau kemana?’’ tanya Alif kepada Danang dan Lasmi.
‘’Aku mau mengantarkan Lasmi kerumah temannya’’ jawab Danang sambil melirik kearah Lasmi dan Alif.
*Bersambung*
__ADS_1