
#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#
Malam harinya Danang mengendarai sepeda motor menuju ke rumahnya Putri, sambil menikmati suasana malam Danang melajukan motornya dengan kecepatan sedang, tiba-tiba dari arah belakang sebuah mobil menyalip dan memotong jalannya Danang "citsz... brakkhh.." Danang langsung mengerem sepeda motornya tapi jarak antara sepeda motornya dan mobil tersebut sangat dekat dan akhirnya Danang menabrak mobil tersebut.
Danang tersungkur bersama sepeda motornya, lalu Danang berusaha untuk bangkit walaupun badannya merasakan kesakitan.
"Hahaha..." suara ketawa dari orang yang baru saja keluar dari mobil tersebut.
Danang mundur beberapa langkah sambil terhuyung ke belakang "siapa kalian?!" Danang bertanya kepada mereka berlima.
"Kami lima jawara tangguh yang akan menghabisi mu anak muda, hahaha.." ucap salah satu dari lima jawara tersebut sambil tertawa.
"Aku tidak punya urusan dengan kalian!?" Ucap Danang sambil menahan sakit di bagian tangan dan kakinya. "Entahlah dari sini?!".
"Cukup besar nyalimu anak muda? Berani mengusir kami!?" Ucap jawara tersebut kepada Danang sambil tersenyum sinisnya.
"Kalau kalian jantan ayo satu lawan satu?!" Danang terus berusaha untuk menutupi rasa sakitnya dan memancing mereka.
__ADS_1
"Oke, jabrik maju kalahkan dia?" Ucap ketua jawara tersebut menyuruh jabrik maju menghadapi Danang.
"Dengan senang hati bos, hiatzz, wushhh, wushh, wushh" jabrik langsung melompat dan melayangkan tinjunya kearah Danang.
Danang berusaha untuk menghindari serangan dari jabrik itu, menggeser tubuhnya kekanan dan kekiri, lalu mundur lagi.
"Hei ayo lawan aku? Dasar pengecut!" Ucap jabrik yang semakin geram dengan sikap Danang.
Danang terus menerus menghindari serangan demi serangan tersebut "aku tidak mungkin mengalahkannya, tangan dan kakiku sangat sakit sekali" gumam Danang dalam hatinya sambil terus menahan rasa sakit di badannya.
"Rasakan ini bodoh!?" Jabrik bertubi-tubi memukuli Danang "bughh, bughh, bughh, bughh, bughh, bughh".
Sedangkan Bu Fatimah dan Putri sedang menonton TV di ruang tengah, lalu Bu Fatimah menyuruh Putri "nak ambilkan minum buat Ibu?".
"Iya Bu" balas Putri lalu beranjak dari duduknya menuju ke dapur lalu mengambil gelas untuk diisi dengan air putih "prankkk..pyantakhh.." gelas yang dipegang Putri tiba-tiba jatuh.
"Ada apa Put?" Bu Fatimah bertanya kepada Putri sambil menghampirinya.
__ADS_1
"Gelasnya jatuh Bu" balas Putri lalu berjongkok dan memunguti pecahan gelas tersebut "auwhhh.." jari telunjuk Putri terkena pecahan gelas tersebut dan mengeluarkan cairan merah.
"Hati-hati nak, sini Ibu obati dulu?" Putri lalu diajak untuk duduk lalu Bu Fatimah mengambil kotak p3k, dan mengobati Putri.
"Auwhhh..perih Bu" ucap Putri sambil meringis menahan rasa perih.
"Ini juga pelan-pelan kok" Bu Fatimah berkata sambil meneteskan obat tersebut.
"Kenapa perasaanku jadi gak enak yah Bu? Dan kenapa wajah mas Danang selalu ada di depanku Bu?" Ucap Putri sambil menceritakan tentang perasaannya yang mendadak cemas akan keselamatan Danang.
"Udah kamu berdoa saja, semoga nak Danang baik-baik saja nak" Bu Fatimah menyuruh Putri untuk mendoakan kebaikan untuk Danang.
"Iya Bu" balas Putri sambil mengangguk kepalanya.
"Kamu istirahat dulu, biar Ibu yang beresin pecahan gelas itu" Bu Fatimah menyuruh Putri untuk istirahat, lalu berjalan ke dapur dan membersihkan pecahan gelas tersebut.
*Bersambung*
__ADS_1