
#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#
Kakek Brama tersenyum melihat kemajuan Lanang karena telah menguasai jurus-jurus yang telah di ajarkannya, Lanang terus menyerang kakek Brama sambil berlari diatas dedaunan "wushh..wushh.. dughh.. bughh.. sretzz..plak..dughh..", pukulan dan tendangan dilayangkan oleh Lanang kearah Kakek Brama.
Kakek Brama membalas memukul kearah Lanang "wushh..bughh..brakhh.. sretzz.. kedebughh.. brakhh" Lanang terkena pukulan dari kakek Brama lalu terjatuh ke tanah.
"Sretzz...brakhh...bughh.. auwhhh.." Lanang terjungkal dan berguling-guling di tanah, sekelebat memori dirinya bersama dengan Putri muncul di dalam kepalanya Lanang "Putri dimana kamu?" Gumam Lanang lirih sambil memegang kepalanya.
"Apa kamu mengingat sesuatu?" Tanya kakek Brama kepada Lanang.
"Iya kek, aku teringat Putri" jawab Lanang sambil terus berusaha mengingat semuanya.
"Siapa Putri itu?" Tanya kakek Brama lagi kepada Lanang.
"Putri adalah kekasih ku kek" jawab Lanang lagi sambil memegang kepalanya.
Lanang berusaha untuk mengingat kembali kejadian yang telah menimpa kepadanya hingga dirinya terdampar di desa yang terpencil dan di tolong oleh kakek Brama bersama cucunya.
__ADS_1
Sedangkan Putri sudah satu bulan masuk kerja, Putri tengah fokus menatap laptopnya tiba-tiba bayangan wajah Danang muncul di kepalanya "mas Danang" gumam Putri lirih dan menghentikan kegiatannya, "dimana kamu mas?" Putri masih bergumam dan bertanya kepada dirinya sendiri.
Putri terus memikirkan Danang yang hampir satu tahun tidak kunjung datang menemui dirinya, rasa kangen dan rindu menyelimuti hatinya.
"Ayo Put kita pulang? Sudah sore nih?" Ajak Reni kepada Putri karena sudah waktunya untuk pulang.
"Oh, iya Ren, ayo" Putri lalu membereskan berkas-berkas dan menyimpannya di dalam lemari, setelah itu mereka berdua berjalan keluar dari kantor tersebut.
"Put tunggu!?" Ucap Bandi dari belakang dan menghampiri Putri.
"Ada apa Ban?" Putri bertanya kepada Bandi.
"Makasih Ban? Aku naik angkot aja bersama Reni, ayo Ren?" Balas Putri kepada Bandi lalu berjalan lagi bersama dengan Reni.
"Ayolah Put? Kenapa sih kamu dingin banget sama aku?" Bandi masih berusaha membujuk Putri agar ikut bersamanya.
"Udahlah Ban? Kalau gak mau jangan dipaksa!?" Celetuk Reni sambil memanyunkan bibirnya kepada Bandi.
__ADS_1
"Sekali ini saja Put, ayolah?" Ucap Bandi sambil menarik tangan Putri.
"Maaf Ban, aku gak mau? Lepaskan tanganmu?" Balas Putri sambil menghempaskan tangan Bandi yang sedang menarik tangannya.
"Ayolah Put, kamu harus ikut bersamaku!?" Bandi lalu menarik tangannya Putri dengan paksa dan membawanya ke parkiran.
Putri berusaha untuk melepaskan tangannya tetapi cekalan Bandi terlalu kuat sehingga Putri tidak berhasil terlepas dari cengkraman tangan Bandi, Reni menarik tangan Putri yang satunya lagi supaya Bandi tidak memasukkan Putri kedalam mobilnya.
Putri terus berusaha untuk terlepas dari tangannya Bandi tapi masih tak berhasil, Reni tetap menahan tangannya Putri.
"Ren lu gak usah ikut campur sana lu pergi!?" Ucap Bandi kepada Reni sambil menghempaskan tangan Reni yang memegangi Putri.
"Pokoknya gue gak akan biarkan lu membawa Putri?!" Balas Reni menghalangi Bandi untuk membawa Putri.
"Hiatzz, wushhh, bughh, bughh, plak" sebuah tinju mendarat di wajahnya Bandi.
Bandi terjatuh ke lantai "brughhh..brakhh..auwhh..", Bandi lalu memegangi pelipisnya sama sudut bibirnya "siapa lu!?" Bentak Bandi kepada orang yang telah memukulnya.
__ADS_1
*Bersambung*