Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
Tanding dengan kakek


__ADS_3

#Sebelum membaca cerita ini, follow dulu yah dan kasih bintang lima, Terimakasih#


Lanang menirukan jurus memukul tanpa menyentuh yang diajarkan oleh kakek Brama dan memukul sebuah batu, tapi hasilnya tidak seperti kakek Brama, batu pun tidak pecah hanya hembusan angin kecil yang keluar dari telapak tangan Lanang.


"Kek kenapa aku tidak bisa memukul batu itu?" Ucap Lanang yang frustasi karena berkali-kali mencoba jurus tersebut tapi hasilnya nihil.


"Jurus memukul tanpa menyentuh adalah perpaduan antara pikiran dan hati, pusatkan pikiran kamu dan mantapkan hati mu lalu salurkan ke tangan, coba kamu ulangi lagi?" Jawab kakek Brama sambil menjelaskan tentang jurus tersebut.


Lanang lalu mencoba lagi, berusaha untuk memusatkan pikirannya dan memantapkan hati lalu memukul batu itu lagi "wushh..." Hanya angin kencang yang keluar dari telapak tangan Lanang, tapi belum bisa menghancurkan batu tersebut.


"Ulangi lagi, pusatkan pikiran kamu ke batu itu dan mantapkan hati mu?" Kakek Brama menyuruh Lanang untuk mengulangi jurus itu lagi.

__ADS_1


Lanang terus mengulangi jurus itu berkali-kali namun ada kemajuan, batu itu bergeser sedikit karena terkena kekuatan angin dari telapak tangan Lanang.


"Sudah ada kemajuan, teruslah berlatih sampai kamu bisa menghancurkan batu itu?!" Kakek Brama terus menggembleng Lanang supaya tidak putus asa.


"Iya kek, aku akan selalu berlatih sampai aku bisa menghancurkan batu itu!?" Jawab Lanang yang bersemangat untuk berlatih.


Lanang terus berlatih pantang menyerah dengan semangat dan tekadnya untuk menguasai jurus tersebut. Hari demi hari Lanang di gembleng oleh kakek Brama, satu minggu sudah akhirnya Lanang berhasil memecahkan batu itu, walaupun tak sempurna seperti kakek Brama, tapi Lanang sangat senang dengan keberhasilannya.


"Teruslah berlatih supaya kamu bisa menguasai jurus itu dengan sempurna dan ingat!, Gunakan jurus memukul tanpa menyentuh hanya dalam keadaan mendesak, mengerti!?" Kakek Brama memberikan peringatan kepada Lanang agar menggunakan jurus itu hanya kalau dalam keadaan mendesak saja.


"Mengerti kek, akan saya ingat terus nasehat kakek" jawab Lanang sambil membungkukkan badannya sebagai tanda hormat kepada sang guru.

__ADS_1


"Lanjutkan latihannya?" Kakek Brama menyuruh Lanang untuk melanjutkan latihannya supaya mendapatkan hasil yang maksimal.


"Iya kek" jawab Lanang, lalu melanjutkan latihan jurus-jurus silat tingkat tinggi mulai dari awal.


Kakek Brama mengamati setiap gerakan dari Lanang dengan seksama mulai dari jurus awal sampai tingkat sepuluh, kakek Brama lalu meloncat dan menyerang Lanang "hiatzz..wushh..wushh..", Lanang dengan sigap mengimbangi serangan dari kakek Brama.


"Wushh..plak..plak.. dughh, dughh, plak..plak..plak.." Lanang terus menggunakan jurus yang sudah di kuasainya untuk mengimbangi serangan dari kakek Brama, "wushhh, wushh, wushh, sretzz, wushh, wushh, bughh, bughh, sreeet, plak, plak, plak, dugh, dugh" mereka berdua saling menyerang satu sama lain.


Kakek Brama terus menyerang tanpa memberi celah kepada Lanang, dengan lompatan dan berpijak pada dedaunan Lanang menghindari serangan dari kakek Brama lalu berlari diatas dedaunan disusul oleh kakek Brama, Lanang lalu hinggap di pepohonan dan meloncat ke pohon yang lain, kakek Brama terus mengejar sambil melayangkan tinjunya kearah Lanang.


Lanang berbalik dan menyerang kakek Brama dengan pukulan dan tendangan "wushh, wushh, bughh, bughh, sreeet, plak, dugghhh, bughh, bughh, plak, plak, plak, dugh, dugh"

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2