
#Sebelum membaca cerita ini follow dulu yah dan kasih bintang lima. Terimakasih#.
Dilain tempat Doni masih setia dengan laptopnya dan melihat ke jam tangannya "sebentar lagi jam istirahat" gumam Doni yang semangat ingin mengajak Meli untuk makan siang bersama.
Diruang lain, Meli sedang mengerjakan tugas yang hampir selesai "akhirnya tinggal sedikit lagi selesai" gumam Meli sambil mengetik di keyboardnya.
"Tok..tok..tok" suara ketokan pintu "masuk" ucap Meli menyuruh orang yang berada diluar pintu untuk masuk.
"Ayo makan siang Mel?" Doni mengajak Meli untuk makan siang.
"Ya tunggu sebentar" sahut Meli dan menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah pekerjaan Meli selesai lalu mereka berdua berjalan menuju restoran yang dekat dari tempat kerjanya, lalu Doni memesan makanan untuk mereka berdua, sambil menunggu pesanan datang mereka mengobrol dengan santai, Doni minta no hp kepada Meli, setelah menyimpan no hp lalu pesanan mereka datang.
"Silahkan dinikmati" ucap pelayan itu sambil tersenyum.
__ADS_1
"Makasih" sahut Meli kepada pelayan tersebut
Mereka berdua langsung menyantap makanan yang sudah dipesan "kamu suka makanannya? Tanya Doni kepada Meli sambil menyiapkan makanan ke mulutnya.
"Suka, enak masakannya, setiap hari kamu makan disini?" Jawab Meli dan bertanya kepada Doni.
"Ya ini restoran langganan favorit aku" ucap Doni yang menjawab pertanyaan dari Meli, menurut Doni, masakan di restoran ini enak dan juga sudah terkenal dikalangan masyarakat.
"Ntar malam jalan yuk?" Doni mengajak Meli
"Nongkrong di cafe atau jalan-jalan" jawab Doni yang akan mengajak Meli jalan-jalan.
"Mmm gimana yah, nanti kalau gue gak ada acara atau ingin keluar gue telfon gimana? Ucap Meli sambil berfikir untuk nanti malam.
"Oke, cepat telfon kalau kamu mau" akhirnya Doni mengalah untuk menunggu keputusan dari Meli, apakah dia mau atau gak, mereka berdua melanjutkan makannya sampai habis.
__ADS_1
Dilain tempat seorang pemuda sedang menelepon untuk merencanakan sesuatu, agar saingannya hancur, dia tidak suka kalau ada orang yang mendekati gadis yang dicintainya.
"Besok kalian bikin dia babak belur, sampai wajahnya hancur !! Jangan sampai gagal lagi, mengerti...!!" Suara perintah dari pemuda tersebut.
"Baik bos, kami tak akan gagal lagi, jangan lupa uangnya di transfer...!" Balasan dari sebrang telpon.
Lalu pemuda itu mematikan sambungan telepon nya, dia belum merasa tenang karena belum bisa mendapatkan gadis yang diincarnya, lalu pemuda itu tertawa terbahak-bahak, dan meninggalkan tempat itu.
Di meja yang tak jauh dari mereka ada dua orang yang sedang mengawasi sambil memainkan handphone nya, setelah Meli dan Andi keluar dari cafe milik Jaka, orang yang tadi mengawasi menelepon seseorang.
"(Cegat mereka dijalan yang sepi, kita gak boleh gagal, nanti bos marah lagi...!!!" ) ucap orang itu, tanpa mereka sadari Jaka sedari tadi mendengarkan percakapan nya dengan orang yang disebrang telfon, lalu mereka bergegas untuk mengikuti langkah Meli dan Andi.
Mereka terus mengikutinya dari belakang kemana Meli dan Andi pergi, dengan mobilnya mereka membuntuti mobil Andi dari belakang, sampai di suatu tempat yang sepi lalu mereka memepet mobil yang dikendarai oleh Andi.
#Dukung terus novel ini supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini, jangan lupa untuk follow dan kasih bintang lima.#
__ADS_1