Gairah Sang Milyader

Gairah Sang Milyader
Menjahili


__ADS_3

#Dukung terus novel ini supaya author lebih semangat berkarya dan menulis. Terimakasih#.


Danang lalu tersenyum sinis dan berjalan ke luar dari ruangan tersebut menuju ke rumah Putri untuk menjemput Bu Fatimah, setelah sampai lalu Danang mengajak Bu Fatimah menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Putri. "Ayo Bu?".


Bu Fatimah dan Danang lalu meninggalkan rumah tersebut dan menuju ke rumah sakit, tak butuh lama akhirnya mereka berdua sampai di rumah sakit, lalu Danang mengajak Bu Fatimah masuk ke kamar inap tersebut.


Putri sangat senang karena Ibunya datang bersama Danang, lalu Bu Fatimah memeluk Putri sambil mengusap kepala anaknya.


"Kamu sudah makan nak?" Bu Fatimah bertanya kepada Putri.


"Sudah Bu, tadi di suapin sama Susi" jawab Putri sambil tersenyum melirik Susi yang sedang duduk di pinggir ranjang tersebut.


"Iya Bu, kak Putri sudah makan bubur sampai tiga mangkok" ucap Susi menjahili Putri.


"Banyak amat makannya nak?" Bu Fatimah bertanya kepada Putri sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Bohong Bu, aku cuma makan satu mangkok aja gak habis, kapan aku makan tiga mangkok Sus?" Putri menjawab sambil menggelengkan kepalanya dan menanyakan kepada Susi kapan dirinya makan sampai tiga mangkok.


Susi hanya tertawa senang menjahili Putri "benar Bu kak Putri makan sampai tiga mangkok, pagi satu mangkok, tadi siang satu mangkok, lah barusan makan satu mangkok lagi, jumlahnya kan jadi tiga mangkok, hehehe...". Susi lalu dicubit oleh Putri "ih kamu? Tuh mas, adik kamu jahil banget sama aku?" Ucap Putri yang manja kepada Danang.


"Ya sudah, kalau tiga mangkok juga gak papa hehehe..." Jawab Danang yang ikut menjahili Putri.


"Ih kalian kakak sama adik sama saja?" Putri berkata sambil cemberut lalu melirik ke arah Ibunya.


"Udahlah kalian gak usah berdebat terus? Ibu jadi pusing nih?" Ucap Bu Fatimah lalu tersenyum dan mengelus rambut hitam milik Putri.


"Masuk aja Sus?" Jawab Bu Fatimah menyuruh Suster tersebut untuk masuk.


Suster tersebut lalu memeriksa kondisi dan luka yang ada di kakinya Putri. Setelah selesai memeriksa, lalu suster tersebut pamit kepada mereka dan berjalan keluar kamar tersebut.


"Syukurlah luka kaki kamu sudah mulai kering Put" ucap Danang kepada Putri sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya mas, sudah berkurang sakitnya" sahut Putri kepada Danang karena kakinya sudah tidak terlalu sakit.


Mereka semua senang karena kondisi Putri sudah membaik, Bu Fatimah tersenyum kepada Putri dan Danang, dalam hatinya selalu berdoa untuk kebaikan mereka berdua dan berharap keduanya tidak akan terpisahkan, walaupun badai dan lika liku kehidupan akan menghadang mereka, semoga mereka berdua tetap tegar dan saling menguatkan.


Susi merasa mengantuk lalu mengajak Danang untuk pulang "kak kita pulang yuk? Aku udah ngantuk nih?". Ucap Susi sambil menguap.


Danang lalu berpamitan kepada Bu Fatimah dan Putri "kami pulang dulu? Besok kesini lagi?".


"Iya nak, makasih ya sudah menjaga Putri" balas Bu Fatimah sambil tersenyum kepada mereka berdua.


"Hati-hati mas jangan ngebut?" Putri menasehati Danang supaya tidak mengebut dalam menjalankan motornya.


Danang dan Susi lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ke parkiran, sedangkan Bu Fatimah menyuruh Putri untuk istirahat supaya kondisinya cepat membaik. Putri lalu berlahan memejamkan matanya dan Bu Fatimah mengelus rambut hitam Putri dengan lembut.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2