
#Terima kasih atas dukungannya, semoga karya author semakin berkembang dan bisa menghibur bagi pembaca semua.#
Mamah Ratna mengagumi kecantikan Putri yang berpadu dengan pakaian tersebut, Danang pun ikut memuji kecantikan Putri tak ketinggalan pula dengan Susi yang sangat mengagumi Putri walaupun tanpa memakai pakaian itu. Putri merasa tersanjung dengan mereka semua.
''Udahlah jangan memujiku terus mas?'' ucap Putri sambil tersenyum kepada Danang sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya.
''Kenapa di tutupi sayang? kan aku mau melihat kecantikan calon istri ku?'' balas Danang sambil melepaskan tangan Putri yang sedang menutupi wajahnya.
''Udah-udah kalian gak usah ribut? ayo sini sayang?'' ucap Mamah Ratna sambil menggandeng tangan putri supaya duduk di sampingnya.
Mereka ber empat lalu duduk sambil mengobrol membahas pakaian yang di pakai oleh Putri, sedangkan tak jauh dari mereka ada sepasang mata yang tajam melihat keharmonisan dan ke keakraban mereka.
''Kurang ajar! masa aku kalah sama Putri?'' gumam Lasmi lirih yang sedang mengintip obrolan mereka berempat.
__ADS_1
Lasmi merasa tersaingi dan kalah cantik dengan Putri, Lasmi berlahan keluar dan mengambil batu kerikil lalu melemparkan batu itu dengan kekuatan tenaga dalam yang di miliki dirinya tepat ke arah Putri yang sedang mengobrol, ''wuuushhh'' batu itu melesat dengan cepat walaupun Lasmi berada di luar rumah itu.
Telinga Danang mendengar benda yang sedang terbang ke arah Putri, dengan reflek Danang meloncat sambil menahan benda itu, ''hiats..wushh..'' Danang berhasil menangkap benda itu dan di lihatnya sebuah batu kerikil, ''siapa yang telah melempar batu ini kepada Putri?'' gumam Danang dalam hatinya.
''Ada apa mas?'' tanya Putri yang melihat Danag tiba-tiba langsung melompat ke arahnya.
''Ada yang melemparkan batu ini ke arah kamu sayang?'' jawab Danang sambil menunjukkan batu tersebut kepada Putri dan juga kepada Mamahnya.
''Gak tau Mah? aku akan menyelidikinya nanti?'' jawab Danang kepada Mamahnya sambil menggelengkan kepalanya.
''Kamu harus hati-hati sayang? barang kali ada orang yang tidak suka kepada mu?'' ucap Mamah Ratna sambil mengelus lengannya Putri.
''Iya Mah?'' jawab Putri singkat kepada Mamah Ratna.
__ADS_1
''Kayaknya aku melihat seseorang ada di luar?'' gumam Susi dalam hatinya sambil berlahan berjalan keluar.
Setelah sampai di luar Susi melihat sekelebat bayangan yang berlari, Susi langsung mengejarnya ''hai berhenti!!'' teriak Susi sambil mengejar bayangan itu ''hiats..wush..wush..'' Susi melompati pagar yang tingginya hampir tiga meter dan terus mengejar orang yang berlari itu.
Susi terus berlari mengejarnya, hampir mendekati orang itu tiba-tiba orang yang di kejarnya menyerang ke arah Susi, hiats..wushh..wush..wush..'' orang itu melesat sambil memukul kearah Susi, dengan reflek Susi salto ke belakang untuk menghindari serangan orang tersebut. ''wush..wush..wush..''.
''Hiats..wush..wush..wush...wush..'' serangan dari orang tersebut, Susi hanya menangkisnya dengan cepat, ''wush..plak,plak,plak,plak', orang itu melayangkan tendangan ke arah Susi ''wushh..wushh..dugh..'' Susi terkena tendangan dari orang itu lalu terjatuh ''srakk..kedebugh..''.
Susi berlahan bangkit ''kurang ajar! hebat juga lu? hah!?'' ucap Susi dengan nada tinggi kepada orang itu yang memakai penutup wajah.
Lasmi sudah mempersiapkan segala sesuatu jika dirinya ketahuan oleh keluarga Danang.
*Bersambung*
__ADS_1