
#Follow dan dukung terus karyaku supaya author lebih semangat dalam menulis cerita ini. Terimakasih#.
Danang dan Putri mereka berdua saling mencintai dan menyayangi, walaupun Danang baru saja mengungkapkan perasaannya tapi Putri sangat senang dan bahagia, setelah mereka makan di restoran, Danang mengajak Putri untuk jalan-jalan mengelilingi taman kota.
"Mas pulang yuk? Nanti Ibu nyari aku?" Putri mengajak pulang Danang karena khawatir kalau Ibunya mencari dirinya.
"Oke sayang kita beli oleh-oleh dulu buat Ibu" Danang menjawab lalu mengajak Putri untuk membeli makanan untuk Bu Fatimah.
"Kita beli buah-buahan aja mas, soalnya di kulkas sudah pada habis" Putri menyuruh Danang untuk membeli buah-buahan.
Mereka berdua lalu menuju supermarket dan membeli buah dan cemilan yang lain, lalu mereka pulang. Tanpa mereka sadari dari belakang ada sebuah mobil yang sedang mengikutinya.
"Nanti di persimpangan kita beraksi" ucap salah satu dari mereka yang berada di dalam mobil tersebut.
"Oke, aku akan telfon sama yang lain?" Jawab teman orang itu.
__ADS_1
("Tiger satu masuk, cegat mereka di persimpangan") ucap orang itu menyuruh rekannya untuk mencegat dari arah yang lain.
(" Oke Tiger dua siap") balas rekannya dari sebrang telpon.
Danang dan Putri tidak menyadari kalau sedang di ikuti, mereka dalam bahaya yang sedang mengintainya.
"Mas berhenti lihat tuh lampunya sudah merah?" Putri menyuruh Danang untuk berhenti karena melihat lampu lalu lintas sudah berwarna merah.
"Oh iya" balas Danang sambil tersenyum melirik Putri dari kaca spion, lalu wajah Danang berubah menjadi cemberut dan waspada karena Danang melihat ada mobil hitam dibelakangnya.
"Put kamu pegangan yang erat, kita akan bermain dengan tikus jalanan?" Danang menyuruh Putri untuk berpegang erat pada pinggangnya.
"Kamu jangan menoleh ke belakang, jangan membuat mereka curiga?" Danang berkata kepada Putri supaya tidak terlalu cemas dan jangan menoleh ke belakang.
"Aku takut mas?" Ucap Putri yang was-was ketakutan.
__ADS_1
"Kamu kirim pesan kepada Susi dan minta bantuan untuk segera datang, cepat!" Danang menyuruh Putri untuk meminta bantuan kepada Susi.
"Iya, iya mas" jawab Putri dengan tangan yang sedikit gemetar.
Putri lalu mengirim pesan kepada Susi dan meminta bantuan untuk segera datang. Setelah lampu berwarna hijau Danang langsung menjalankan motornya dengan kencang, namun dari arah depan ada mobil truk dengan kecepatan tinggi menuju ke arahnya, "awas mas!!".
Sedangkan dirumah yang sederhana, Bu Fatimah sedang gelisah karena Putri sampai sekarang belum pulang, "Put kamu dimana kenapa belum pulang?" Gumam Bu Fatimah yang bertanya kepada dirinya sendiri.
Bu Fatimah mondar-mandir di ruang tamu, sesekali membuka pintu dan melihat ke arah luar untuk melihat sosok anaknya, tapi anaknya belum juga kelihatan. Bu Fatimah lalu duduk di kursi teras rumah sambil menunggu anaknya pulang.
"Bu, tumben malam-malam masih ada di teras?" Tanya Bu Narti yang baru saja pulang dari mall bersama dengan suaminya.
"Iya Bu, inikan sudah malam, gak baik Bu Fatimah ada di luar rumah?" Sahut suaminya Bu Narti.
"Ah iya Bu Narti, lagi nunggu Putri, sampai sekarang kok belum pulang yah?" Balas Bu Fatimah kepada Bu Narti dan suaminya.
__ADS_1
"Putri kan sudah dewasa Bu? Pasti sedang bersama pacarnya" ucap Bu Narti sambil tersenyum sendiri.
*Bersambung*