
Dalam perjalanan pulang Liam hanya terdiam memikirkan sosok gadis yang tak sengaja menabraknya. Wajahnya selalu berkeliaran di pikirannya. "****, kenapa dia selalu melintas di pikiranku. Ada yang tidak beres dengan wanita itu".
Bukannya merasa senang karena bertemu gadis cantik tapi malah mencurigai Lesya.
"Eric, aku mau kamu mencari tahu tentang wanita yang siang tadi menabrakku di cafe. Cari tahu semua yang berkaitan dengannya. Ah ya, dan besok harus sudah beres" Perintah Liam tanpa mau tau.
"Siap Tuan" jawab Eric singkat tanpa ingin tahu untuk apa dan kenapa. Meskipun dalam dirinya juga merasa penasaran mengapa dia disuruh mencari tahu tentang gadis itu. Karena biasanya bosnya itu hanya memerintahkan Eric mencari orang-orang penting seperti cliennya atau lawan bersaing dalam bisnis. Tapi kali ini lain. Bos itu menyuruhnya mencari jejak tentang sosok gadis yang bukan siapa-siapa.
Setelah sampai di kediamannya yang sangat mewah itu, Liam membanting dirinya duduk di sofa ruang tamu. Dilihatnya sekeliling nampak tak terlihat seorang pun. Bahkan mamanya pun tak terlihat menyambutnya ketika sampai. Karena biasanya mamanya itu akan menunggunya pulang dan menyambutnya.
"Kenapa rumah sangat sepi ?. Kemana mama sama papa. Lalu dia beranjak kedapur untuk mencari seseorang yang bisa ditanyai tentang kedua orang tuanya.
"mbok ijah... mbok" berulang kali memanggil asisten rumah tangga bagian dapur.
"Iya den bagus, enek opo to iki kok manggil-manggil embok (iya anak ganteng, ada apa ya kok manggil-manggil si mbah)". jawab si mbok ijah dengan sedikit berteriak dan berjalan buru-buru mendekati Liam.
__ADS_1
"Nggak usah buru-buru jalannya mbok, nanti jatuh" mengingatkan si mbok. Mbok ijah pegawai paling lama di rumah keluarga itu. Dan beliau sudah bekerja sebelum Liam lahir. Maka dari itu Liam menghormati si Mbok ijah. Mbok ijah pun sudah menganggap Liam seperti anaknya sendiri.
"Mbok, kemana papa dan mama. Kenapa rumah sepi sekali" tanya Liam.
"Tadi katanya nyonya dan tuan mau pergi sebentar den, tapi embok ndak tau kemana" jawab si mbok.
"Oo... ya sudah kalau begitu mbok. Maaf Liam mengganggu waktu istirahat embok".
"Ndak apa-apa den, santai wae karo si mbok" jawab si mbok dengan logat jawa yang medok.
"Ini sungguh melelahkan dan membosankan" gumam Liam yang merebahkan tubuhnya diatas kasur setelah membersihkan dirinya.
"Aku butuh hiburan. Tapi aku tak tau harus ngapain".
Meskipun jadi tuan muda yang mempunyai harta melimpah dan memiliki segalanya, tetapi Liam bukan sosok yang suka dengan kehidupan bebas seperti main ke club malam atau bermain dengan wanita bayaran. Bagi dirinya itu hal yang buang-buang uang dan tak berguna.
__ADS_1
Seketika itu dia mengambil ponselnya yang terletak di nakas samping tempat tidur. Dibukalah akun sosmednya. Tak ada hiburan lain yang dia punya selain berselancar di dunia maya. Meskipun hanya sekedar melihat-lihat.
Jarinya terhenti ketika melihat akun bernamakan "Lesya05". Dia tatap gambar foto yang ada diponselnya.
"Kok wajahnya familiar" mengrenyitkan dahinya dan sedikit berfikir. "Waaah, benar tenyata ini gadis itu". Sambil menyunggingkan sebelah bibirnya.
Semakin penasaran, dibukalah akun itu. Tak banyak yang diposting gadis itu. Hanya beberapa foto dirinya, pemandangan, serta beberapa bunga. "Biasa saja" pikir dia. Tapi ada satu gambar yang membuatnya mengingat sesuatu.
"Ini kan_" kata dia terhenti dan semakin mempertegas pandangannya.
"Ini kan bangku taman yang waktu itu". Foto itu sukses membuatnya kembali mengingat sesuatu.
__ADS_1
\_Jangan lupa likenya kawan. 🤗