Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 55. SALING SALAH PAHAM


__ADS_3

Mark selesai menerima panggilan dari kantornya. Akhirnya dia berpamitan ke Liam untuk pergi duluan dan kembali ke kantornya.


Liam mengantar Mark keluar restoran itu dan mengantarnya sampai ke mobilnya.


Sekilas Saat berjalan keluar dia melihat seseorang yang tak asing dimatanya. Lalu dia menoleh lagi ke arah orang itu. Ternyata benar. Dia melihat Lesya yang berjalan keluar juga dari toko swalayan yang terlihat habis membeli sesuatu.


Dia terus memperhatikan Lesya yang berjalan mendekati sebuah mobil berwarna hitam. Liam menyatukan alisnya memperjelas penglihatannya. Dia merasa tak asing dengan sebuah mobil dan wajah yang ada dalam mobil itu


"Cih,,, dasar perempuan nggak tahu diri. Bilangnya nggak ada hubungan apa-apa tapi masih sering berduaan. Apa dia tak ingat apa yang tertulis di surat perjanjian ?" Gumam Liam dalam hati.


"Aku pergi dulu Liam. Hubungi aku kalau kau butuh bantuanku" ucap Mark berpamitan.


"Siap... Terima kasih Mark. Hati-hati di jalan" balas Liam.


Mereka saling berjabat tangan dan berpelukan sesaat serta menepuk pundak masing-masing.


Dari kejauhan Lesya yang akan memasuki mobil David terdiam sejenak saat pandangannya menangkap sesuatu yang tak mengenakkan.


"Oh my god" Lesya bergumam serta membelalakkan matanya.


"Kenapa kelihatan mesra seperti itu di tempat umum seperti ini !! Apa dia sudah gila ?" Lalu Lesya menoleh ke kiri dan ke kanan mengawasi sekitar.


"Benar-benar urat malunya udah hilang deh kayaknya" Gumamnya lagi.


Dia tak tahu bahwa sebelum dia melihat Liam. Liam sudah melihatnya terlebih dahulu. Begitu pun Liam yang tak menyadari kalau Lesya saat ini melihat dirinya.


"Bu Lesya, ada apa ?" Tanya David yang kini ikut keluar dari mobilnya. "Apa ada sesuatu masalah ?" Tanyanya lagi, dan dia juga menoleh-nolehkan kepalanya mencari sesuatu yang sejak dari tadi menjadi perhatian Lesya.


"Oh, tidak pak... Maaf saya hanya melihat seseorang yang sepertinya saya kenal. Tapi ternyata saya salah orang" ucap alasan Lesya.


"Mari kita jalan lagi" kata David.


"Iya pak". Lesya ikut masuk ke mobil itu lagi.


Sedangkan Liam yang masih berdiri di tempatnya mengantarkan Mark tadi, masih memperhatikan kepergian Lesya.


Dia menahan kekesalannya. Entah kenapa dia ingin sekali menyeret Lesya di saat itu juga. Namun dia menahan amarahnya, karena tak ingin ribut.


"Bisa kita pergi sekarang tuan ?" Tanya Eric.


Tanpa menjawab Eric, Liam langsung berjalan cepat dan masuk ke dalam mobilnya.


"Kenapa mood orang kaya cepat banget berubah ya ?. Perasaan tadi baik-baik saja. Kenapa sekarang jadi suram banget !!" Eric berbicara dalam hatinya.


"Hai kau" Teriak Liam pada Eric dengan membuka kaca jendela mobil.


"Kau pergi nggak ?, Kalau kau tak mau pergi denganku, aku bisa pergi sendiri. Dan bulan ini akan aku potong gaji" tegas Liam dengan ekspresi kesal.


"Oh, tentu saya ikut tuan" kata Eric.


"Lalu,,, kenapa kau masih berdiri disitu ?". Lagi-lagi Liam di bikin pusing dengan ke anehan asisten pribadinya.


"Maaf tuan". Kini David segera berlari mendekati mobil dan langsung memasuki kursi kemudi di mobil itu.

__ADS_1


"Mana mungkin saya pergi sendiri. Sedangkan bos saya harus kelelahan menyetir" ucap Eric yang mulai menginjak gas dan melajukan mobil.


Liam hanya menggeleng mendengar ucapan Eric.


*


Toko kue dan cafe Denis hari ini nampak sangat ramai. Para karyawan Denis terlihat sedikit kuwalahan melayani para pembeli dan pelanggan.


"Apakah perlu aku bantu nis ?" Tanya Lesya pada saat memesan makanan.


"Eh, nggak perlu yaaa... Kamu pelanggan disini. Kapan-kapan kalau aku perlu bantuanmu, baru kau boleh bantuin aku. Tapi kau harus datang saat aku butuh bantuan" ucap Denis dengan sedikit pemaksaan.


"Kalau sedikit maksa biasanya emang lagi butuh banget. Kalau begitu ada bonusnya dooong kalau di suruh !!!" Lesya mengerlingkan sebelah matanya menggoda sang sahabat.


"Dih,,, nggak usah kek gitu. Jijik deh gue"


"Kamu nggak bisa ngobrol sama kita dong kalau sibuk kayak gini" kata Lesya.


"Kalian makan dulu aja. Nanti aku nyusul ke mejamu" ucap Denis.


"Baiklaaah" kata Lesya dan mulai berbalik menuju meja yang sudah dipilihkan oleh David.


"Ini pak makanannya" kata Lesya sambil menaruh piring berisikan makanan di depan David.


"Oh, iya. Terima kasih bu Lesya" ucap David.


"Ini menu favorit saya Capcay. Apa anda juga suka ?. Maaf kalau anda kurang suka. Soalnya tadi saya tanya, anda bilang samakan saja" kata Lesya.


"Saya suka juga kok sama capcay. Anda tenang saja. Saya suka segala jenis masakan sayuran" ucap David.


Dan mereka pun terkekeh bersama.


Denis yang melihat keakraban mereka ikut tersenyum. Dia berfikir temannya itu akhirnya punya teman juga selain dirinya.


"Sepertinya seru sekali ngobrolnya" sahut Denis yang kini sudah berdiri di samping Lesya.


"Eh,,, kamu. Sini gabung" kata Lesya.


"Apakah saya boleh duduk ?" Tanya Denis pada David.


"Iya, silahkan" kata David.


Lalu Denis duduk di samping Lesya.


"Menu masakan disini emang mantap betul deh Nis" puji Lesya.


"Kamu muji karena ada beberapa menu kesukaanmu kan ?. Bisa aja kau Les" ucap Denis.


"Hehee... Nanti kalau aku pensiun jadi guru, aku mau deh kau rekrut jadi karyawan mu. Sepertinya enak, bisa makan kue dan menu makanan enak yang lain, dapet gaji pula" ucap Lesya.


"Haha... Jangan konyol deh. Udah bagus juga jadi guru. Ngapain jadi karyawan biasa cobak" kata Denis. Lalu mulutnya mendekat ke telinga Lesya, "Lagian kalau kau jadi guru itu bagus buat nutupin aib bobrok elu. Puuufftt..." Bisiknya serta menahan tawanya.


"Yhaaaiiizzzss" Lesya mencibikkan bibirnya karena kesal dengan temannya.

__ADS_1


"Aahahaha..." Tawa Denis. David yang melihat kelucuan mereka pun ikut tersenyum. Setiap dia melihat Lesya bersama temannya, terlihat keceriaan dan sikap yang menggemaskan yang tak pernah dia lihat sebelum - sebelumnya.


"Bu Lesya" panggil David.


"iya".


"Bisa tidak cantik, manis dan menggemaskannya dipilih salah satu saja ?" kata David.


"Maksutnya ?" Lesya mengerutkan dahinya.


"Saya nggak kuat dengan pesonanya kalau dibikin bersamaan" goda David. Dia pun lalu menunduk sambil tersenyum dan melanjutkan menyuapkan nasi kedalam mulutnya.


Deg...


Denis yang mendengar gombalan David ke Lesya merasa hatinya sedikit terasa sesak.


"Haha... Ada-ada saja" ucap Lesya dengan tawa canggungnya. Karena dia sadar akan ada hati yang terluka karena ucapan David.


"Hahaha... Anda tau aja produk berkualitas pak" timpal Denis menutupi rasa sesak dan canggung dalam dirinya.


David tersenyum dan mengerjapkan kedua matanya ke arah Denis. Tanda setuju atas ucapan Denis itu.


"Aduuuh... mulai nggak bener nih" gumam Lesya dalam batin.


"Saya izin ke toilet sebentar" tukas Lesya. Ia memilih kabur sesaat, menghindari situasi yang canggung itu. Dan memberi kesempatan untuk sahabatnya untuk lebih dekat dengan David.


"Em" jawab David.


"Kau tunggu di sini saja sampai aku kembali. Temani pak David sebentar" perintah Lesya pada temannya.


Denis hanya mengangguk menanggapi Lesya.




\_Cover Novel ini baru ya gaes... jadi jangan sampai bingung. Cuma sampulnya saja kok yang berubah. Judul novelnya tetap sama. hehe...



\_jangan lupa kasih


LIKE LIKE LIKE


VOTE VOTE VOTE


HADIAH HADIAH HADIAH


KOMEN KOMEN KOMEN



\_Serta tekan FAVORIT di ikon pojok bawah. Setiap dukungan dari kalian sangat berarti bagi karya novel ini.

__ADS_1



Terima kasih banyak 🙏


__ADS_2