
"Shiit, menjijikkan" Liam sontak mengumpat.
"Kau bisa nggak sih berlaku benar selayaknya manusia normal hah" sambil mengelap mukanya yang terkena semprottan nasi dari Lesya.
"Eee... Maaf pak, maaf... Biar saya bersihkan" beranjak dari duduknya mengambil tisu segera berlari kecil untuk membersihkan jass Liam. Tapi ketika tangan sudah mendekat dan akan menyentuh Liam, tiba-tiba tangan Lesya dicengkeram oleh Liam. Liam mendongak dan akhirnya mata mereka beradu saling tatap.
Lesya yang ditatap sedekat itu tiba-tiba merasa jantungnya menjadi berdetak lebih kencang dari biasanya dan begitu juga sebaliknya dengan Liam. Semua orang yang berada didekat bangku mereka melihatnya dengan menganga. Mereka heran dengan Bu Lesya. Kenapa dia bisa menyemburkan makanan didepan Bos besar.
"Ya Allah, Engkau ciptakan mahluk sebegitu sempurnanya tapi kenapa seperti singa" Lesya membatin.
Liam mendekatkan mukanya sambil berbisik "Apa yang kau pikirkan". Suara bariton Liam seketika menyadarkan Lesya.
Lesya menggelengkan kepalanya "enggak, tidak berfikir apapun. Aku hanya mau mebersihkan jass bapak". Jawab Lesya lirih.
Liam berdiri melepaskan tangan Lesya dan melepas jassnya. "Ini, bersihkan dan bawa pulang. Sekarang duduk, dan makan makananmu temani aku makan disini. Eits,,, (menjulurkan satu jari) aku tak terima penolakan" perintah Liam.
"Baa, baiklah pak" dengan sedikit tergagap.
David yang beberapa menit lalu menemukan Lesya hanya berdiri dari kejauhan menyaksikan kejadian itu. Semua rasa berkecamuk di fikirannya. Dia berfikir kenapa tindakan mereka seperti orang yang bukan pertama kali bertemu, ada hubungan apa dengan mereka. Semua fikiran itu bergulat di kepalanya. "Kenapa memikirkannya saja membuatku ingin marah. Sial, sayangnya dia belum menjadi siapa-siapa ku" fikir david. Tanpa berfikir lagi, David melangkah mendekati Lesya.
__ADS_1
"Bu Lesya, apa ada masalah ?" Tanya David dari belakangnya.
Lesya sedikit terkejut mendengar seseorang yang berbicara dari belakangnya. Sementara Liam hanya sekilas melihatnya lalu diam dan melanjutkan makannya.
"Oh, tidak ada kok pak", sambil menyeringai.
"Oh ya sudah" lalu dia duduk disamping Lesya dan menaruh nampan berisi makanan miliknya. "Selamat siang tuan Liam. Apakah saya boleh duduk disini ?".
"Kau sudah duduk disitu, kenapa baru bertanya". Ketus Liam.
Lesya lagi-lagi menyeringai merasa canggung "hehe, tidak apa-apa pak. Duduk saja" jawab lesya.
"Ingat di sekolah ini guru tidak boleh berpacaran" dengan nada santai tapi terdengar sangat tidak ramah.
Lesya yang mendengar hal itu langsung tersedak. "Uhhuuuk uhhuuuk..." Sambil menutup mulutnya.
David langsung menyodorkan minum untuk Lesya. "Minumlah".
"Terima kasih" mengambil minum yang disodorkan David.
__ADS_1
Liam yang melihat hal itu sedikit menyunggingkan bibirnya tersenyum jahat.
Sedangkan Eric yang duduk di meja belakang Liam beberapa kali di buat heran. Dia berfikir bosnya itu benar-benar aneh kalau berurusan dengan gadis itu. Padahal biasanya Liam tak sejahil itu dengan perempuan.
Lesya yang merasa sangat canggung dan selera makannya yang hilang, lalu berdiri dan berpamitan. "Maaf saya duluan. Saya sudah selesai" mengangkat nampan dan membungkukkan badannya kearah Liam. Setelah itu beranjak pergi tak lupa membawa jass Liam yang harus dia bersihkan. David pun mengikutinya.
David terus mengikuti Lesya yang berjalan didepannya sampai ke ruang guru. Mereka hanya diam tanpa berbicara sedikit pun.
Fikiran Lesya sungguh tak tenang. Dia merasa posisinya sangat genting dan terancam. Dia tak menyangka kalau orang yang dua hari ini tak sengaja dia tabrak adalah Direktur disekolah ini. Kalau dia berulah lagi bisa-bisa dia dipecat dari sekolah ini. Sebenarnya banyak tawaran dari sekolah-sekolah lain. Namun uang intensive dari sekolah ini jauh lebih besar. Sehingga dia memilih bertahan di tempat. Apalagi dengan kejadian tadi pagi membuatnya tak mungkin melarikan diri. Dia ingat hutang yang dia tanggung atas perbuatannya itu.
"Huuuffftt" menghela nafas panjang. "Tenang Lesya, tenang. Ini hanya ujian kecil. kau pernah mengalami ujian yang lebih berat dari ini. Jadi jalani aja. serahkan semuanya pada YANG KUASA. Suatu saat pasti akan ada hikmahnya". berusaha menenangkan dirinya sendiri.
\_Tinggalkan Like, vote dan komentarnya ya teman-teman. 😉
__ADS_1
Terima kasih. 🙏