Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 36. SEMESTA TAK SESEDERHANA ITU


__ADS_3

Setelah Lesya dipersilahkan masuk ke ruangan Liam, dia hanya berdiri canggung di depan pintu. Pandangan matanya lurus melihat keluar jendela yang nampak para siswa sedang bermain di lapangan sekolah.


Fikirannya mulai mengingat masa dia sekolah dulu. Dia jarang bisa menikmati hari-hari sebagai siswa ceria yang terlihat tanpa beban hidup. Bisa ketawa dan bermain bersama teman sebaya sepuasnya. Menghabiskan uang jajan yang diminta dan di kasih dari orang tua masing-masing.


Namun berbanding terbalik dengan dirinya dulu. Dia harus belajar giat saat waktu istirahat dan senggang tiba, karena disaat selesai sekolah dia harus bekerja paruh waktu untuk mencukupi biaya sekolahnya.


Terbesit rasa iri dan merasa alam tidak adil dengan kehidupannya. Terkadang dia sudah mulai merasa sedikit nyaman dan bahagia dengan keadaannya, namun...


"Ku kira setelah bahagia tidak akan di kasih kecewa, haha... ternyata semesta tidak sesederhana yang ku kira" pikirnya.


"Astaghfirullah,,, kamu bodoh sekali Lesya, kenapa berfikiran seperti itu. Cobaan yang diberikan ini memang sudah kapasitasmu. Allah tahu batas kemampuanmu" dan dia mulai menyadarkan dirinya sendiri yang larut dalam ke galauan.


*


"Mau sampai kapan berdiri di situ ?" Ucap Liam tiba-tiba.


Lesya terjingkat sedikit kaget mendengar suara Liam. "Lah dia diem bae, masak aku harus grusak grusuk di ruangan dia. Di mana sopan santunku" gumamnya dalam batin.


"Kemarilah" kata Liam.


Lalu Lesya mulai mendekat ke meja Liam.


"Apa kau membawa baju ganti ?" Tanya Liam.


Lesya mengerutkan kening merasa bingung. Kenapa harus bawa baju ganti pikirnya.


Merasa tak ada jawaban dari Lesya, Liam pun mendongak menatap ke arah Lesya.


"Jangan bilang kau mau memakai baju itu nanti saat bertemu orang tuaku" ucap Liam.


"Memang ada yang salah dengan baju saya pak ?. Bukankah baju saya ini sudah terlihat sopan ?. Sangat sopan malah" jawab Lesya.


Lesya saat ini memakai kemeja blouse warna putih tulang dengan aksen pita yang menjuntai di leher. Serta memakai celana bahan kain dan memakai blazer. Penampilannya sangat rapi dan terlihat anggun. Namun bagi Liam itu tetap terlihat biasa saja.


"Heh" Liam menyunggingkan sebelah bibirnya. "Memang sopan, tapi sudah bau keringatmu seharian ini" ucapa Liam.


"Hah" Lesya ternganga mendengar perkataan Liam. Secara tidak langsung ucapannya seperti mengejeknya dan mengatainya bau.


Lalu Lesya menciumi aroma bajunya. "Tidak bau kok. Harum banget malah" gumamnya dengan Lirih.


Liam yang melihat tingkah Lesya lalu menggelengkan kepala dan berkata "memang nggak bau, tapi bau parfummu itu yang murahan membuat orang yang menghirupnya jadi pusing" tukas Liam.


Lesya mencibik kesal karena ucapan Liam. "Sumpah bawel banget ni orang. Mulutnya bener-bener gak ada ahklak" gumam Lesya dengan sangat pelan.


"Kita tunda saja pertemuan dengan orang tua bapak hari ini" Ucap Lesya.


seketika Liam menautkan kedua alisnya mendengar ucapan Lesya.


"Kenapa ?" Tanya Liam.

__ADS_1


"Kan sudah jelas tadi, kalau saya tidak bawa baju ganti" kata Lesya.


"Haha,,, kau pikir bisa seenaknya mengambil keputusan ?. Tidak ada yang perlu di tunda. Nanti tetap harus ikut aku" kata Liam.


"Terserah kamu sajalah pak. Ngomong salah, nggak ngomong salah. Ribet banget deh" pikir Lesya.


"Nanti tunggu saya di depan gerbang sekolah" perintah Liam.


"Iya pak" ucap Lesya.


"Bolehkah saya pergi sekarang ?".


"Keluarlah" tukas Liam.


Ketika Lesya membuka pintu akan keluar ruangan, dia di kagetkan dengan sosok pria yang juga tampan.


"Astaghfirullah hal adzim" Lesya berjingkat sambil memegangi dadanya. Detak jantungnya benar-benar cepat karena sangking terkejutnya.


"Kenapa ?, Anda nggak apa-apa kan ?" Tanya Roy.


"Nggak apa-apa. Saya terkejut saja" ucap Lesya.


"Hehe, maaf seharusnya saya tadi mengetuk pintu dulu" ucap Roy dengan gaya cengengesannya.


"Iya, nggak pa pa".


"Eh, sepertinya kita pernah ketemu. Dimana ya ?" Roy menunduk sambil meletakkan satu jarinya di kening dan berfikir. Berusaha mengingat pertemuan mereka.


Namun ucapan Liam seketika membuyarkan konsentrasi Roy yang sedang berusaha mengingat.


Sontak Lesya pun berpamitan, "maaf, saya permisi dulu" ucap Lesya dan melangkah pergi.


Roy melangkah menuju sofa yang berada di ruangan Liam. Dia membantingkan tubuhnya di sofa itu.


"Waaah,,, nyaman sekali ruanganmu bro" kata Roy.


"Heem" jawab Liam dengan malas.


"Bos, itu gadis yang kemaren di cafe kue itu kan ?" Roy bertanya namun Liam tak bergeming.


"Cantik banget dia bos. Boleh kali kenalin ke gue".


Tiba-tiba pandangan Liam menjadi sangat menakutkan dan sangat sinis kepada Roy. Roy yang merasa di tatap begitu tajam malah menertawakan sepupunya itu.


"Hahaha,,, canda kalliii bos. Sepertinya bakalan ada kisah kasih di sekolah nih" cletuk Roy lagi.


"Tujuan apa kau ke sini. Jangan banyak omong" ucap Liam.


"Santai brooo..." Kata Roy.

__ADS_1


"Ck" Liam berdecak kesal dengan sepupunya yang suka berceloteh dan selalu kepo.


"Kalau kau mau ingin tahu dan belajar banyak ha di sini, cari Eric. Biar dia yang akan mengajarkanmu banyak hal di sini" ucap Liam.


"Dia kemana ?" Tanya Roy.


Bukan jawaban yang diterima oleh Roy namun malah kembali mendapat tatapan tajam dari sepupunya itu.


"Ck, elu itu kayak cewek aja bro, sesitif banget. Dikit-dikit marah" ucap kesal Roy.


Lalu Roy beranjak pergi dari ruangan Liam untuk mencari Eric.


Saat berjalan di lorong sekolahan itu dia bertemu dengan David dari lorong yang lain.


"Loh, anda yang waktu di cafe itu kan ?" Tanya Roy sambil menunjuk ke David.


"Eh, iya. Anda sepupunya pak direktur kan ?" tanya David balik.


"Iya. Anda masih mengingat saya ternyata" ucap Roy sambil menyodorkan tangannya mengajak bersalaman.


David pun meraih dan membalas tangan Roy.


"Senang bisa bertemu anda di sini" kata David.


"Saya juga senang. ow iya, apa anda melihat pak Eric di sekitar sini ?" Tanya Roy tanpa basa-basi dan mengingat tujuan awal.


Sementara David yang tak mengenal siapa itu Eric mengerutkan keningnya.


"Och iya. pak David nggak tau ya. Itu si Asisten pak Liam. Dia namanya Eric" jelas Roy.


"Ooow,,, iya iya. Tadi sepertinya saya melihat beliau di ruang Administrasi sebelah sana" ucap David seraya menunjuk ke arah ruang Administrasi yang ada di pojok lorong kanan sekolah itu.


"Baiklah, terima kasih pak. Semoga kita bertemu lagi di lain waktu. Saya ingin mengajak anda mengobrol banyak" Roy berbasa- basi.


"Dengan senang hati" balas David.


"Kalau begitu saya permisi dan selamat siang" ucap Roy.


"iya, Selamat siang" balas David seraya membungkukkan badannya.


Mereka pun berpisah berjalan berlawanan arah.




\_Jangan lupa dungan kalian ya teman-teman.


__ADS_1


Terima kasih. 🙏


__ADS_2