Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci

Guru Cantik Terjebak Ikatan Janji Suci
BAB 46. GADIS PEMBERONTAK


__ADS_3

Liam tersenyum remeh. "Kau bilang tak bisa bicara ?, Ucapannu tak sesuai dengan tindakanmu" kata Liam.


Lesya terus bergerak untuk melepaskan dirinya dari cengkraman Liam.


"Tatap aku gadis pemberontak" Liam menarik dagu Lesya untuk menatap ke arah wajahnya. "Kau bilang kalau kau bonekaku kan ?, Itu artinya kau harus mau dan menuruti semua yang aku mau" ucap Liam dengan menyunggingkan sebelah bibirnya tersenyum jahat.


"Tunggu besok setelah sah dan semuanya selesai" ucapnya lagi. Lalu dia melepaskan cengkraman kedua tangannya.


Lesya lansung sedikit mendorong tubuh Liam saat tangan Liam melepaskan tubuhnya dan berlari untuk keluar dari ruangan itu. "Aduuuh,,," sialnya dia terjatuh sebelum keluar dari ruangan itu. Dia tak sadar kalau dia memakai baju kebaya dengan bawahan jarik yang sempit dan susah untuk melangkah lebih cepat.


Liam menghampirinya yang tersungkur di lantai, lalu duduk berjongkok mensejajari Lesya. "Kau sengaja terjatuh untuk menggodaku ?. Ternyata kau selain pemberontak juga wanita penggoda" ucap Liam dengan suara yang lembut dan lagi-lagi dia tersenyum jahat.


"Aku bukan gadis penggoda" tukas Lesya dan segera berdiri dari tempatnya tersungkur.


Dia berjalan keluar dengan rasa kesal. "Ya ampun, dia sungguh mengerikan. Dan dia menyebutku apa ?, Wanita penggoda !!, Sejak kapan aku menggoda dia" gumam Lesya. Tubuhnya masih bergetar karena ulah Liam. Jantungnya masih berdetak kencang seperti kuda yang berlari kencang.


Sedangkan Liam yang masih berada didalam ruangan itu masih tersenyum menyunggingkan sebelah bibirnya, merasa puas karena telah mempermainkan Lesya.


"Kemarin kau mempermainkanku. Sekarang kau sudah merasakan pembalasanku" gumam Liam.


Iya, kemarin Lesya sukses membuat Liam terdiam tak berkutik saat kepergok memandangi Lesya memakai gaun di toko butik itu.


"Loh, kok sudah disini nak, sudah selesai berkeliling ?" Tanya mama Lia pada Lesya yang kini sudah berdiri di samping ibunya yang mengobrol dengan mama Lia.


"Sudah mah" jawab Lesya.


"Mana Liam nak ?" Tanya mama Lia sambil menoleh-noleh mencari keberadaan putranya yang tak bersama Lesya.


"Masih ada perlu mah, dia di ruang kerjanya" jawab asal Lesya.


"Kenapa dia di ruang kerja. Ini acara dia dan dia masih sibuk ngurusin pekerjaannya" gerutu kesal mama Lia.


"Nggak pa pa mah. Beliau kan memang pekerja keras" ucap Lesya lagi-lagi asal berusaha menenangkan mama Lia.


"Dih, males banget sebenernya muji tu orang" gumamnya dalam hati.


Setelah merasa cukup dengan semua pembahasan, perkenalan dan bercengkrama satu sama lain. Keluarga Lesya pun pamit undur diri. Tak terkecuali Lesya. Lesya ikut berpamitan meski sudah ditahan oleh mama Lia.


"Sayang, kamu tidak menginap di sini saja ?, Besok kan sudah acara akadnya nak. Nanti kamu kecapekan kalau pulang pergi" kata mama Lia.


"Tidak mah. Malam ini aku ingin menghabiskan waktu bersama ibu" ucap Lesya.

__ADS_1


"Iya bener mbak Lia. Besok malam kan teman tidurnya udah beda" goda adik ipar mama Lia, adik suaminya. Lebih tepatnya mamanya Roy yaitu mama Tata.


"Ih, kamu tau aja" balas mama Lia pada adik iparnya. Mama Lia, mama Tata dan ibu Marini tertawa kecil menanggapi candaan itu.


Sedangkan Lesya yang di goda hanya menundukkan kepala malu.


*


"Ternyata keluarga nak Liam sangat bersahaja ya nak. Baik dan rendah hati. Kamu beruntung Les mendapat calon suami seperti nak Liam" ucap ibu Marini pada Lesya yang kini sudah sampai di rumahnya. Mereka sekarang sedang duduk di ruang tamu dan mengobrol.


"Iya bu" jawab singkat Lesya. "Aku memang bersyukur karena calon mertuaku sangat-sangat baik. Tapi aku kurang bersyukur karena sepertinya calon suamiku kurang baik, bahkan tidak baik padaku" gumam Lesya dalam hati.


"Bersihkan dirimu dan istirahatlah nak, besok kamu harus bersiap pagi-pagi sekali. Karena kata mama Lia kamu akan di jemput seorang sopir untuk di rias" kata ibu marini


"Baiklah bu. Ibu juga beristirahatlah" kata Lesya.


"Selamat malam bu" ucap Lesya dan menciumi pipi serta kening ibunya.


"Iya nak" balas ibu Marini.


Lesya pun melangkah pergi ke kamarnya. Setelah sampai di dalam kamarnya dia mengganti pakaiannya dan membersihkan make up nya.


Lalu dia beranjak pergi mandi. Beberapa menit di dalam kamar mandi akhirnya dia menyelesaikan ritual mandi lalu melaksanakan sholat isya' yang telah tertunda karena perjalanan panjangnya menuju rumah tempat tinggalnya.


Lalu melempar tubuhnya di atas kasur ranjang kamarnya.


"Huuuffttt".... Dia membuang nafas kasar dari mulutnya.


Nggak boleh sedih ya...


Kita kan nggak bisa merubah satu dunia dengan apa yang kita mau.


Keputusan apapun yang di ambil harus dihadapi.


Masih ada yang lebih sulit keadaannya, dan mungkin tak seberisik keluhanku.


Tidak ada hidup tanpa masalah. Dan tidak ada perjuangan tanpa Lelah. Tetap semangat !!...


Jadikan semua ini kenangan yang manis meskipun kenyataannya pahit untuk di lalui.


Lesya terus bergumam menyemangati dirinya sendiri. Sampai akhirnya dia terlelap dan mengarungi mimpi dalam heningnya malam.

__ADS_1


*


Liam yang kini juga telah selesai dengan ritual mandinya duduk di tengah ranjang miliknya dan memainkan ponselnya. Dia kembali membuka akun media sosial miliknya.


Karena penasaran, dicarilah akun media sosial milik Lesya. Kali saja ada postingan baru yang belum dia ketahui fikirnya.


Benar saja, terlihat sebuah foto dengan menunjukkan telapak tangannya dengan jari yang lentik. Serta di permanis dengan caption "tak ada yang tak mungkin. hari ini sedih mungkin saja besok bahagia, ataupun sebaliknya. Jadi simpan semua rasa yang ada di hatimu, supaya di saat kau sedih hanya dirimu yang tau. Dan di saat kau bahagia keluarkanlah hanya dengan senyum tulusmu".


Kata-kata itu sukses membuat Liam tersenyum. Kali ini senyumnya sedikit ramah. Hanya saja karena dia sendirian, jadi tak ada yang melihat senyuman hangat itu.


"Kadang dia juga sedikit pintar dan manis dalam ucapannya. Tapi selalu pedas jika berbicara denganku" gumam Liam di ruang kamarnya itu.


Kantuk pun mulai datang. Di letakkannya ponsel miliknya di atas nakas samping tempat tidurnya. Lalu menyelimuti tubuhnya dan mulai memejamkan matanya. Dia tertidur pulas.




\_Selamat malam semuanyaaa... semoga mimpi indah 😂😂.



\_Menurut kalian gimana nih ?, dilihat dari gerak-gerik dan ekspresi Liam, sebenernya Liam sudah mulai ada rasa belum sih dengan Lesya. atau hanya rasa simpati saja ?...



\_Hehehe.... mending ikutin terus ya cerita selanjutnya. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan,


LIKE LIKE LIKE


VOTE VOTE VOTE


HADIAH HADIAH HADIAH


KOMEN KOMEN KOMEN



\_Serta pencer favoritnya supaya dapat notif setiap aku update bab baru.


__ADS_1


Terima kasih. 🙏


__ADS_2